7. Kelembutan Vivian

8.6K 1.2K 305
                                        

Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓

Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.

Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!

Akun sosmed :

IG : @icha_a.a

@venomgangs_

Tiktok : ichasthetic

Happy Reading 💕

_______________________

Tampak di meja makan telah dihidangkan banyaknya makanan lezat yang disusun rapi sehingga sedap dipandang mata. Baik menu Italia maupun Indonesia tersedia di atas meja, menggugah selera siapa saja.

Tuan dari kediaman megah tersebut sudah berada di ruang makan, lantas para pelayan membungkukkan sedikit tubuhnya, menghormati kedua Tuannya, Marco dan Virgo.

Kedua lelaki berdarah Italia itu duduk di kursi, saling berhadapan untuk makan malam bersama.

Marco melirik ke arah Vivian yang berdiri berjejer dengan para pelayan yang menyajikan makanan. "Kenapa hanya diam? Sajikan makanan kepadaku," titahnya pada Vivian.

Vivian yang kecantikannya selalu membuat terkagum-kagum para pelayan disana diperhatikan dengan serius. Mereka selalu terperangah saat melihat cara jalan gadis berusia 15 tahun itu. Begitu anggun dan berkelas untuk dijadikan sebagai seorang pelayan.

Otak Marco sepertinya korslet.

"Tuan ingin makan apa?" Suara lembut Vivian begitu menenangkan di indera pendengaran. Benar-benar seperti sebuah alunan melodi yang indah.

Marco menyebutkan menu yang ingin dimakannya, dengan segera Vivian menyendok makanan-makanan tersebut ke piring Marco. Dalam kegiatannya, tak luput dari pandangan semua orang.

Setelah selesai, Vivian meletakkan piring tersebut didepan Marco.

"Mau kemana? Duduk disamping ku." Langkah Vivian terhenti saat mendengar perkataan Marco. "Aku tidak ingin mengulanginya."

Berdehem singkat, Vivian akhirnya menuruti perintah Marco. Ia duduk disamping Pria itu.

"Mari kita makan," ajak Marco.

"Jangan jadi pajangan. Makan!" ketus Virgo. Ia mengambilkan piring untuk Vivian karena gadis itu tak kunjung mengambil makanan.

"Ambil sendiri, gak usah manja!" kata Virgo setelah menyodorkan piring kosong ke depan Vivian.

Vivian hanya tersenyum tipis. "Terima kasih." Ia melirik ke arah para pelayan yang tengah mencuri pandang ke arahnya. Merasa tak enak, karena dirinya diperlakukan khusus seperti ini, padahal nyatanya status mereka sama. Sama-sama seorang pelayan di kediaman Marco.

"Manja banget." Virgo mengambil piring Vivian yang masih kosong, lalu mengisikannya dengan nasi dan lauk pauk. "Makan!"

Vivian menatap piringnya yang seperti gunung. Virgo mengisikannya makanan terlalu banyak. Bagaimana ini? Jika kebanyakan makan, ia bisa memuntahkan kembali makanannya.

VIVIAN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang