Play : Lovely - Billie Eilish ft. Khalid
Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓
Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.
Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!
Akun sosmed :
IG : @icha_a.a
@venomgangs_
Tiktok : ichasthetic
Woah, hatersnya Om Marco banyak ya, bestie.
Rasa kesalnya kalian sama Om Marco berapa nih kira-kira kalo dari rate 1-10?
Happy Reading 💕
________________________
Angin berhembus kencang, malam semakin gelap. Hujan belum kunjung reda, masih senantiasa membasahi bumi. Tak ada bintang-bintang yang menghiasi langit malam, sang rembulan pun tertutupi awan gelap. Malam kali ini seakan tengah bersedih, sama seperti seorang gadis cantik yang terdiam di dalam kamar seorang diri.
Vivian yang sudah berganti pakaian karena tadi basah kuyup, kini berdiri di dekat jendela. Meratapi sepinya malam yang seakan mengasihaninya.
"Papa." Vivian mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes. Ia masih merasakan sakit hati dari perbuatan menjijikkan Marco dan hinaan Virgo secara bersamaan di malam ini.
"Gak ada lagi yang peluk aku, kalau aku nangis, Papa," ucapnya terdengar sendu.
"Papa mengharapkan aku nangis karena kebahagiaan, tapi kali ini, aku nangis karena kesedihan." Tenggorokannya terasa perih, suaranya tercekat. "Walaupun aku gak buat kesalahan, tapi kenapa aku yang jadi pelampiasannya?"
"Kenapa aku harus ketemu dengan orang seperti mereka?"
Di depan pintu kamar Vivian, ada Virgo yang terdiam membisu mendengar kalimat demi kalimat menyesakkan tersebut. Ia berniat ingin mengecek kondisi gadis itu, karena mengkhawatirkannya. Bahkan ditangannya ada secangkir teh hangat untuk menghangatkan tubuh Vivian yang diguyur hujan malam.
"Maaf, Papa. Karena aku, Papa harus berada dalam lorong kegelapan." Vivian menundukkan kepalanya sejenak. "Putri Papa yang selalu Papa bilang bagaikan sebuah cahaya ini, ternyata membawa kegelapan masuk ke dalam hidup kita."
"Lo tetap jadi cahaya."
Vivian cepat-cepat mengusap air mata, membalikkan tubuhnya kala mendengar suara bariton dari seorang laki-laki.
Virgo masuk ke dalam kamar Vivian, menaruh secangkir teh hangat di atas nakas yang berada di samping ranjang Vivian. "Lo cahaya yang berada di tengah-tengah kegelapan."
"Kak Virgo."
"Iya, itu kegelapan yang udah berani buat sosok cahaya di hadapannya redup." Virgo melangkah maju, mendekati Vivian. Ia berdiri dihadapan gadis itu, mengulurkan kedua tangannya untuk menutupi kain gorden jendela kamar Vivian. Dimana posisi tersebut, Virgo seakan mengurung Vivian berada di tengah-tengahnya.
Setelahnya, Virgo menundukkan sedikit kepala. Memperhatikan lamat-lamat wajah cantik Vivian, hingga tatapannya terpaku pada mata indah itu yang sembab. "Lo nangis?"
KAMU SEDANG MEMBACA
VIVIAN (END)
أدب المراهقينVivian Maureen Bakhtiar atau kerap dipanggil Vivian, gadis cantik jelita berusia 15 tahun. Vivian adalah seorang dancer yang berkecimpung dalam genre contemporary dance, dimana tariannya dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Tariannya, keca...
