Play : 365 Days - Marissa ft EMO.
Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓
Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.
Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!
Akun sosmed :
IG : @icha_a.a
@venomgangs_
Tiktok : ichasthetic
Happy Reading 💕
_________________________
Gray tersenyum tipis, menatap gadis cantik yang duduk disampingnya. Perasaan hangat menjalar di dalam diri Gray setiap kali melihat senyuman lembut dan tatapan gadis itu yang menenangkan bagaikan air danau.
Seumur-umur, baru kali ini Gray amat sangat menginginkan sesuatu, yaitu memiliki....
"Vivian."
"Iya?" Vivian menoleh kesamping. Semilir angin di atas rooftop SMA GRAHAM, meniup-niup helaian rambut Vivian, menghalangi kecantikan gadis itu.
Gray menggeleng kecil. "Cuma panggil doang." Ia mengulurkan tangannya, menyelipkan anakan rambut Vivian ke sela telinga.
Vivian tersenyum tipis menanggapi perkataan Gray. Kemudian beralih membuka bungkusan makanan yang tadi di pesan Gray. Ia meletakkan satu makanan di hadapan lelaki itu, beserta minumannya.
Perlakuan manis Vivian, sangat disukai Gray. Ini semakin membuat dirinya jatuh ke dalam pesona gadis itu. "Baik banget." Ia mengusap lembut rambut Vivian.
"Kak Gray juga baik banget, udah traktir aku makanan. Terima kasih." Vivian menipiskan bibirnya.
Gray segera memalingkan wajah. Ia dapat merasakan jika wajahnya memanas, bahkan memerah begitu juga telinganya. Salting mendengarkan ucapan gadis itu. Ah, padahal hanya kalimat sederhana, namun mampu membuat jantung Gray merasakan guncangan hebat bagaikan dilanda gempa, hingga menyebabkan tsunami.
"Kak Gray?"
"Diam!" Gray masih tak mampu menatap Vivian. Gadis itu terlalu bahaya untuk kesehatan jantung Gray.
"Aku ada salah ngomong, ya?" tanya Vivian bingung.
Gray mengangguk cepat. "Iya."
Vivian termangu. "Salahnya dimana?"
"Salah lo, udah bikin anak cowoknya orang baper," kata Gray, langsung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Vivian.
"Kak Gray." Vivian terkekeh kecil. Ia sedikit terdorong ke belakang dikala Gray mendusel-duselkan wajahnya di perut Vivian.
"Vivian, nanti ini tempat baby kalau lo udah nikah sama seseorang." Gray menepuk-nepuk pelan perut Vivian. Seketika bayangan jika dirinya menikah dan memiliki anak bersama Vivian, terlintas di dalam pikirannya.
Sksksksk, Gray semakin salah tingkah.
"Iya," jawab Vivian sekenanya namun juga merasa malu karena tiba-tiba Gray berujar seperti itu. Merasa tak nyaman, Vivian menyingkirkan secara sopan tangan Gray yang masih senantiasa menepuk-nepuk disana.
"Gue udah lapar." Gray menegakkan tubuhnya. Kemudian menyendok makanannya, memasukkannya ke dalam mulut. Padahal makanan tersebut masih panas.
Seketika Gray membelalakkan mata. Mengeluarkan makanan tersebut dari dalam mulutnya. "Hah! Hanas...hanas, hulut ghue hanas." Ia mengipas-ngipasi mulutnya yang terasa terbakar.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIVIAN (END)
Novela JuvenilVivian Maureen Bakhtiar atau kerap dipanggil Vivian, gadis cantik jelita berusia 15 tahun. Vivian adalah seorang dancer yang berkecimpung dalam genre contemporary dance, dimana tariannya dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Tariannya, keca...
