Play : Your Eyes Tell - BTS
Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓
Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.
Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!
Akun sosmed :
IG : @icha_a.a
@venomgangs_
Tiktok : ichasthetic
Happy Reading💕
_________________________
Di sebuah ruangan bernuansa dark klasik, terdapat seorang pria yang usianya sudah kepala empat, namun tetap mempertahankan ketampanan di wajah dan kekokohan tubuhnya, duduk di sebuah sofa, mengapit sebatang rokok, tengah berbincang dengan anak buahnya yang berdiri dihadapannya.
"Tuan Marco telah kalah tender, Tuan," lapor seorang pria bersetelan jas hitam pada atasannya.
Silver, atasan dari pria yang melapor itu.
Senyuman tipis terbit di bibir Silver. Tidak sia-sia permainan cantiknya membuat Marco jatuh ke ambang kehancuran. Kekalahan Marco pada tender tersebut tentunya karena campur tangan Silver. Sampai kapanpun, Marco tak akan pernah mengunggulinya, bahkan sejajar saja tidak mungkin.
"Selain itu, saya juga mendapatkan informasi jika Tuan Marco telah membuat kesepakatan dengan Nona Vivian."
Sebelah alis Silver naik, menyiratkan kebingungan. "Kesepakatan apa?"
"Jika Nona Vivian sudah sembuh dan dapat berjalan seperti sebelumnya, maka Tuan Marco akan membebaskannya dan Tuan Damian."
Wait? Semuanya berjalan mudah di luar ekspektasi Silver, namun tentunya ini menjadi kabar baik, sangat baik, sehingga ia tak perlu mengerahkan tenaga extra untuk melumpuhkan Marco. Ahh, jasa pelayan wanita itu harus dikenang. Sebelumnya, Silver memang sudah berjanji akan membiayai segala kebutuhan dari keluarga pelayan di kediaman Marco itu jika rencana mereka berhasil.
Pelayan yang memberikan makanan sisa pada Tuan Damian beberapa waktu lalu adalah suruhan Silver. Ia telah mengaturnya secara matang. Itu bukanlah makanan sisa seperti apa yang Vivian lihat, hanya akal-akalan Silver yang sudah bekerja sama dengan pelayan dan beberapa Bodyguard Marco yang sebenarnya merupakan anak buahnya. Anak buah yang rela mati demi titah sang Tuan.
Dan Marco telah dijadikan kambing hitam oleh Silver.
Empat Bodyguard yang kala itu memukul Tuan Damian, hanya bersandiwara saja. Sengaja melakukan itu, agar Kepala Bodyguard yang begitu setia pada Marco memberitahukan kelakuan mereka, sehingga amarah Marco terpancing karena merasa jika perintahnya dilanggar, perintah untuk tak lagi memperlakukan Damian dengan buruk.
Poin pentingnya disini, Damian sebenarnya tahu semua. Tanpa disadari Marco, bahkan Vivian sekalipun. Ia sebenarnya bekerja sama dengan Silver melalui perantara anak buah pria itu.
Berpura-pura tersiksa dan memakan makanan sisa itu agar kelak dilaporkan pada Marco jika dirinya diperlakukan buruk. Namun di luar perkiraan, ternyata Vivian melihat itu semua. Dan, Damian tak tahu jika Vivian melihatnya di ruang bawah tanah kala itu, Silver yang tahu-menahu akan semuanya, masih menyembunyikannya hingga sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
VIVIAN (END)
Teen FictionVivian Maureen Bakhtiar atau kerap dipanggil Vivian, gadis cantik jelita berusia 15 tahun. Vivian adalah seorang dancer yang berkecimpung dalam genre contemporary dance, dimana tariannya dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Tariannya, keca...
