24. Maafkan aku, Vivian

5.2K 783 373
                                        

Play : Summertime Sadness - Lana Del Rey

Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓

Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.

Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!

Akun sosmed :

IG : @icha_a.a
@venomgangs_

Tiktok : ichasthetic

Happy Reading💕

___________________

Flashback on.

"Sayang." Marco mengusap-usap rambut Vivian. Tatapan yang selalu tajam, kini melembut hanya pada seorang gadis belia yang terbaring sakit di ranjang karena kelelahan. "Mau makan apa? Biar aku suruh pelayan buatkan."

Vivian menggeleng lemah. "Aku udah sarapan bubur tadi pagi."

"Masih ada yang sakit?" tanya Marco terdengar khawatir.

"Kepala aku masih sedikit sakit," jawab Vivian jujur. Sampai pada akhirnya ia tertegun saat merasakan pijatan lembut dari Marco di kepalanya. "Tuan---"

"Bagaimana rasanya? Apa pijatan ku enak?" Marco menyela ucapan Vivian.

Bibir gadis itu mengukir senyuman tipis, lalu menganggukkan kepalanya. "Iya, aku rasa Tuan udah cocok jadi tukang pijit," guraunya membuat Marco terkekeh ringan.

"Aku tidak masalah kalau menjadi tukang pijit pribadi mu. Cukup membayar ku dengan ciuman di pipi dan senyuman manis mu, sayang."

"Tuan juga perhitungan, ya?"

Marco kembali terkekeh. "Oh, jadi aku hanya meminta sebuah ciuman dan senyuman, itu sudah termasuk perhitungan? Begitu, Vivian?"

"Bisa dibilang begitu."

"Kalau begitu, cepatlah sembuh sebagai bayaran pijatan ku."

Vivian lantas mendongak usai mendengar perkataan Marco. Terlihat jika pria arogan itu tersenyum tipis. "Aku merindukan Vivian yang selalu sibuk kesana kemari di mansion ku. Diam-diam menari di halaman belakang ku, bahkan menanam bunga mawar disana tanpa sepengetahuan ku. Dan aku juga pernah memergoki mu memancing ikan ku di danau belakang, tanpa seijin ku, sayang."

Marco tertawa pelan, mengingat kejadian dimana ia membuang waktu berharganya hanya untuk melihat secara diam-diam Vivian yang tengah memancing ikan peliharaannya di danau buatan yang terletak di halaman belakang.

Oh sewaktu itu Vivian terlihat menggemaskan dimatanya. Duduk sendirian di pinggir danau seraya memegangi sebuah alat mancing. Lebih lucunya saat gadis itu menarik sebuah ikan, namun tiba-tiba nilon pancingannya putus.

Tawaan Marco tak bisa dicegah saat itu. Melihat Vivian yang terdiam, seraya menatap polos ke arah nilon pancingannya.

"Maaf, Tuan," ucap Vivian merasa malu karena Marco yang ternyata memergokinya memancing.

VIVIAN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang