Play : Born To Die - Lana Del Rey
Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓
Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.
Yuk bantu yuk share cerita Vivian biar banyak yang baca. Apalagi yang punya tiktok dan sering rekomendasikan cerita, tolong rekomendasikan cerita Vivian. Biar pada banyak yang baca yaaa❣️❣️
Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!
Akun sosmed :
IG : @icha_a.a
@venomgangs_
Tiktok : ichasthetic
Happy Reading💕
________________________
Sudah ada tiga hari Vivian kembali dari rumah sakit. Kini kondisinya mulai membaik, walaupun Dokter menganjurkan padanya agar tetap beristirahat demi proses pemulihan pada cidera kakinya berjalan dengan baik.
Vivian juga sudah tahu perihal Papanya yang telah bebas dari ruang bawah tanah karena Virgo yang memberitahukannya. Tentunya, kebahagiaan dirasakannya, hingga tetesan demi tetesan air mata keharuan dan ucapan syukur terus terlontar. Vivian akhirnya bisa tersenyum bahagia seperti semula, sebelum dirinya tertarik masuk ke dalam neraka buatan Marco.
Bahkan, ia selalu berada di sisi Papanya, berbagi cerita dan menyuapi sang Papa yang tak kalah bahagianya bisa bersama dengan putri kesayangannya.
Akan tetapi, Damian merasa hancur dan gagal secara bersamaan sebagai seorang ayah, saat melihat Vivian duduk lemah di kursi roda. Dan disaat ia tahu alasan di balik itu semua, dirinya dibuat naik pitam, bahkan rasa bencinya terhadap Marco sudah tak lagi dapat dijabarkan. Beberapa malam ini, ia selalu menangis dalam keheningan malam, memikirkan seberapa menderitanya putri kesayangannya karena kebrengsekan Marco.
Demi Tuhan, Damian sangat membenci Marco.
Terlepas dari itu semua, Damian tak ingin memperlihatkan kesakitannya dihadapan Vivian yang sekarang ini sedang menyuapinya. Walaupun dari lubuk hati terdalamnya, sedang menjerit menahan tangisan, melihat seberapa pucatnya wajah Vivian dan rapuhnya putri cantiknya itu, namun tengah bersandiwara dihadapannya, memainkan karakter kuat dan tegar.
Baiklah. Ayah dan anak itu sedang melakukan sandiwara, menampilkan siapa yang lebih hebat berperan sebagai karakter yang kuat, menutupi segala kesedihan, kerapuhan dan kesakitan mereka.
Vivian tersenyum saat Damian berbalik menyuapinya. Dengan senang hati, gadis cantik itu menerimanya.
"Papa bahagia bisa suapin Vivian lagi."
Vivian menggigit bibir bawahnya, matanya memanas hanya karena perkataan Damian. Ia terlalu lemah jika berkaitan dengan Papanya.
"Maaf. Maaf karena Papa gak becus jagain Vivian."
Menggeleng cepat, Vivian meraih piring di tangan Damian. Meletakkannya di atas nakas, lalu beralih kembali pada Papanya. "Gak, Pa. Gak seharusnya Papa minta maaf, ini bukan salah Papa."
"Ini salah Papa, Vivian. Andai saja di malam perayaan ulang tahun Papa waktu itu, papa tetap batasi kamu dari publik, pasti ini semua gak akan terjadi."
KAMU SEDANG MEMBACA
VIVIAN (END)
Novela JuvenilVivian Maureen Bakhtiar atau kerap dipanggil Vivian, gadis cantik jelita berusia 15 tahun. Vivian adalah seorang dancer yang berkecimpung dalam genre contemporary dance, dimana tariannya dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Tariannya, keca...
