23. Sesakit ini, Vivian

5.9K 879 380
                                        

Play : Dark Paradise - Lana Del Rey

Wajib dengerin lagunya!!!

Jangan lupa untuk share cerita Vivian ke teman-teman kalian atau sosmed ya 💓

Saya akan berterimakasih banget jika kalian mau mengembangkan cerita Vivian agar dikenal banyak orang.

Dilarang salah lapak/ menyebutkan karakter tokoh cerita lain di cerita Vivian!!!

Akun sosmed :

IG : @icha_a.a
@venomgangs_

Tiktok : ichasthetic

Happy Reading💕

_______________________


Marco menaikkan satu alisnya saat ponsel yang terletak di atas mejanya berdering. Ia meraih benda pipih itu, memperlihatkan nama Kepala Bodyguard yang ternyata menghubunginya. Itu berarti ada hal penting yang telah terjadi di kediamannya di Indonesia.

Tanpa berlama-lama, Marco segera mengangkat panggilan tersebut, sehingga suara dari seberang sana terdengar.

"Halo, Tuan."

"Ada apa?" tanya Marco tak membalas sapaan bawahannya itu.

"Maaf mengganggu, Tuan. Tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan mengenai Nona Vivian."

"Langsung saja." Marco menutup layar laptopnya, kini perhatiannya secara penuh tertuju pada Kepala Bodyguardnya. Hanya mendengar nama Vivian, membuat dirinya begitu penasaran, tak sabaran. Seakan-akan Vivian sudah menjadi hal paling penting di hidupnya.

"Nona Vivian masuk ke dalam ruang bawah tanah, dan---"

"Kenapa bisa?!" sentak Marco sedikit menaikkan nada suaranya. Tatapan yang tadi datar, kini menajam.

"M-Maaf, Tuan. Awalnya Nona Vivian mengikuti seorang pelayan yang membawa makanan untuk Tuan Damian. Sampai akhirnya Nona ikut masuk ke dalam ruang bawah tanah, dan saat itu beberapa penjaga tengah lalai dalam menjalankan tugasnya. Maafkan kelalaian kami, Tuan." Kepala Bodyguard itu bisa saja tak memberitahukan kelalaiannya dan bawahannya pada Marco, namun dirinya telah berjanji akan setia pada Tuannya itu. Tak boleh ada kebohongan yang ia sembunyikan.

"Brengsek! Aku membayar kalian untuk bekerja! Bukan bersenang-senang di kediaman ku, bodoh! Tunggu aku pulang, dan kalian semua harus menanggung akibatnya!" maki Marco menggebu-gebu.

"Kami siap menerima hukuman apapun itu dari Tuan. Tetapi ada yang lebih penting dari ini, Tuan."

Kening Marco berkerut, namun tatapannya tetap menajam. "Apa?!"

"Ada seorang pelayan yang memberikan Tuan Damian makanan sisa. Dan hal itu membuat Nona Vivian menangis. Lalu, selama Tuan berada di Melbourne, kasur yang digunakan Tuan Damian ternyata diganti dengan kasur kapuk dan ada beberapa bodyguard yang memperlakukan Tuan Damian dengan buruk, bahkan menghajarnya. Saya selama beberapa hari ini tidak mengunjungi ruang bawah tanah karena masih mengurus kasus pencemaran nama baik Tuan, itu sebabnya saya tidak becus memantau anak buah saya yang bertugas sebagai penjaga ruang bawah tanah."

Marco mengepalkan tangannya kuat. Brengsek! Bukankah dirinya sudah memperingatkan pada semua bawahannya untuk memperlakukan Damian dengan baik, namun ternyata ada seorang pelayan dan beberapa bodyguard kurang ajar yang tak mengikuti perintahnya. "Masukkan mereka ke dalam tahanan ruang bawah tanah! Hari ini aku akan pulang ke Indonesia untuk memberikan pelajaran secara langsung pada mereka yang membuat Vivianku menangis!"

VIVIAN (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang