"Maaf karena terlambat. Kau baik-baik saja, kan?" Setelah berhasil melumpuhkan Hendrick—tidak sampai membuatnya mati, Andy melepaskan jeratan tali di tangan dan kaki Peter, "Apa wajah babak belurku ini sudah bisa memberikanmu jawaban?" balasnya. Jujur saja, begitu melihat Andy datang, Peter seakan bisa bernafas lagi. Setidaknya ia memiliki setitik harapan untuk bisa keluar dari rumah ini dengan selamat. Meski ada sedikit kekhawatiran juga, sebab kini nyawa Andy pun ikut dalam bahaya.
Tiba-tiba Peter teringat akan seseorang. Walau awalnya ragu, tapi dia berusaha untuk bertanya pada Andy, "Tentang Jackson..." seakan tahu kemana arah pertanyaan itu, Andy memotongnya dengan helaan nafas panjang. Dia tersenyum tipis seraya mengangguk pelan, "Dia baik-baik saja. Yahhh... Kami memang sempat berdebat, tapi dengan itu dia akhirnya jadi sadar. Jackson bilang dia akan menunggu kita di perbatasan. Dia juga akan segera melapor polisi jika kita masih belum kembali." Peter turut tersenyum, ia yakin Jackson tidak akan setega itu untuk meninggalkannya.
"Aku tahu bocah itu tak akan mengkhianati kita. Dia hanya anak polos yang mudah dipengaruhi. Kalau begitu, sebelum Hendrick bangun, lebih baik kita bergegas keluar dari sini." Andy lantas segera memapah tubuh Peter—di pukul berkali-kali lalu di ikat dan tak diberi makan, membuat pemuda itu kehilangan tenaga.
Sekilas, Peter melirik tubuh Valerie. Ia tak berani memandangnya lama. Jika tidak, rasa bersalah itu akan kembali muncul dan dia akan membuat Andy sia-sia menolongnya. Maaf Valerie, untuk kesekian kali aku tidak bisa menepati janjiku lagi.
Namun, di saat mereka akhirnya keluar dari rumah itu, Peter justru enggan melanjutkan langkahnya, "Ada apa?" tanya Andy sedikit bingung, temannya itu yang menyuruh mereka untuk cepat keluar, tapi dia juga yang tiba-tiba berhenti, "Argh! Sial! Andy kau tunggulah disini, aku melupakan sesuatu—eh maksudku seseorang di dalam sana." Peter hendak melangkah menjauhi Andy, tapi tangannya sudah lebih dulu di tahan oleh laki-laki itu, "Jika yang kau maksud adalah Valerie, lebih baik jangan. Tinggalkan dia. Demi keselamatanmu sendiri, Peter."
"Tidak, aku tidak mau mengingkari janjiku lagi."
"Sadarlah, Peter. Jangan berlagak jadi pahlawan, jika kau sendiri adalah korban. Kau harus pedulikan dirimu lebih dulu untuk masalah ini."
"Aku sudah mencoba, tapi sulit sekali rasanya. Bayangan 5 tahun lalu, kini terlalu jelas untuk ku ingat. Aku tidak ingin kejadian serupa kembali terulang."
Andy menghela nafasnya kasar, berdebat dengan Peter memang tak akan pernah ada akhirnya. Peter terlalu keras kepala. Ini lebih sulit dari pada saat ia mencoba menyadarkan Jackson, "10 menit."
"Apa?"
"Ku beri kau waktu 10 menit, jika kau tak juga kembali. Maka, maaf. Aku tidak bisa menolongmu lagi."
Peter mengangguk paham, ia bergegas kembali masuk ke dalam rumah itu, menuju gudang tempat dimana ia dikurung tadi. Tubuh Valerie masih ada disana, tapi sosok Hendrick tak ia temukan. Laki-laki itu pasti sudah sadar. Ini gawat, ia harus bergerak cepat.
"Semoga Hendrick tak segera kembali ke ruangan ini." gumam Peter penuh harap. Dengan tenaga yang tersisa ia mencoba mendorong kursi roda itu.
Bruk!
Langkah Peter terhenti tepat setelah indra pendengarannya menangkap suara seperti sesuatu yang di jatuhkan. Ia berbalik dengan pelan, berharap hal yang dia pikirkan tak terjadi.
Namun seketika kakinya melemas, susah payah ia berusaha menyeimbangkan tubuhnya. Pandangannya mengabur beberapa saat. Nafas pemuda itu pun turut tercekat. Ia tak tahu harus bagaimana.
Andy,
Teman yang baru saja menolongnya tadi, kini tergeletak tak berdaya dengan darah segar yang mengalir di bagian perutnya.
Di belakang Andy, terlihat dengan jelas sosok yang kini tengah menyeringai lebar ke arah Peter. Tangan kanannya menggenggam sebilah pisau dapur yang sudah ternodai darah sang korban, "Dari dulu kau tak pernah berubah ya, padahal aku sudah memberikanmu kesempatan untuk lari dari sini bersama temanmu, tapi kau justru lebih mementingkan adikku. Apa sekarang kau menyukai Valerie?"
Peter,
Tampaknya ia kembali salah dalam mengambil keputusan.
_________________________________________
Seharusnya aku update kemarin biar pas sama ultah Haruto, tapi aku malah lupa. Maaf ya 🤧
Omong-omong, selamat puasa guys 😁
Tetap semangat ya 😆💪
Terlebih buat kalian yang juga lagi menghadapi ujian sekolah seperti aku 🤧😅
❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
REVENGE'S house (End)
Mistério / SuspenseKarena tersesat saat kembali dari pendakian, Peter, Jackson, dan Andy justru menemukan sebuah rumah di tengah hutan. "Selamat datang!" Rank: #7 in suspense // 28 Feb 2022 #4 in haunted // 7 Mar 2022 #7 in house // 14 Mar 2022 #6 in house // 15 Mar...
