Thirthteen

454 58 0
                                        

Dibawah sana, Andy terbaring tak sadarkan diri. Tampak cairan merah kental keluar dan mewarnai rambut pirangnya. Bisa di pastikan, kepalanya terbentur ketika tubuhnya menggelinding di anak tangga. Ketiga pria itu lantas bergegas menghampiri Andy, dengan raut cemas Peter dan Jackson mencoba membangunkannya, "Andy, Hei! Sadarlah."

"Dia baik-baik saja. Jatuh dari ketinggian kurang dari 4 meter tak lantas membuatnya mati seketika. Dia hanya pingsan karena kepalanya terbentur tiang penyangga." Hendrick menjelaskan, ia kemudian membawa Andy kembali ke kamar. Dibelakangnya ada Peter dan Jackson yang masih terlihat khawatir.

"Kalian jangan kemana-mana, aku akan ambil obat-obatannya dulu." ucapan Hendrick tak digubris oleh Peter, begitu ia melihat pria tersebut keluar dari kamar, Peter mengikutinya dari belakang. Kemudian dengan gerakan cepat, ia mencekeram lengan Hendrick. Membuatnya sedikit tersentak.

"Jelaskan. Apa maksud perkataanmu yang sebelumnya." Peter berujar pelan, namun di penuhi penekanan. Nafasnya tampak memburu, menandakan ia kini tengah dikendalikan oleh emosinya.

Namun dengan senyuman, Hendrick menjawabnya enteng, "Memangnya aku bilang apa? Aku tak pernah mengatakan apapun padamu. Barangkali kau nya saja yang salah dengar."

Peter memutar bola matanya, ia muak. Pria aneh dihadapannya ini seperti tengah mengajaknya bercanda, "Lalu, apa kecelakaan temanku itu karena ulahmu?"

Hendrick tak langsung menjawab, ia terdiam cukup lama. Hingga Peter dibuat frustasi karenanya, "Jawab b*jingan!"

"Jangan berteriak, Peter. Kau tidak mau kan jika Jackson mendengar keributan ini? Sekarang jauhkan tanganmu dari lenganku, agar aku bisa mengambil obat-obatan dan segera menyembuhkan Andy. Dia memang  hanya pingsan, tapi akan berbahaya jika ia tak segera ditangani." Hendrick menyingkirkan tangan Peter. Ia menatap pemuda itu sebentar kemudian tersenyum sebelum berbalik menuju kamarnya. Namun tepat di ambang pintu, ia berhenti sejenak, menatap Peter yang masih terpaku disana kemudian berujar, "Kalau aku yang menyakiti temanmu itu, kenapa aku harus repot-repot untuk mengobatinya? Berpikirlah dulu sebelum kau menuduhku, Peter."

Kedua telapak tangan Peter terkepal kuat, hingga urat-urat nadinya pun terlihat jelas. Ia yakin, kecelakaan Andy bukan tanpa disengaja. Itu pasti bagian dari rencana Hendrick, meski secara harfiah bukan dia yang melakukannya. Peter menyadari, ada seseorang yang membantu pria itu.

Tapi siapa?

REVENGE'S house (End) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang