Hari ini hari libur, dan hujan pun mulai reda..
Aroma tanah setelah hujan itu menjadi salah satu favorit untuk Citra. Entah kenapa rasanya sangat menyenangkan.
Ditambah lagi dengan beberapa novel yang sangat cocok dibaca sembari mendengarkan musik.
Sangat meneduhkan.
Membuat beban seketika hilang ...
"Hai, Sayang"
Citra menoleh dan tersenyum, mendapati Bunda nya yang kini duduk di sebelahnya menatap langit dari jendela rumah yang dulunya harmonis itu.
"Anak Bunda apa kabar?" Tanya nya seraya mengelus puncak kepala Citra.
"Baik kok, Bunda"
Mata mereka menatap langit yang semula cerah setelah tadinya gelap.
"Bunda juga rindu dengan kita yang dulu, selalu berkumpul dan tertawa bersama"
Memang, bunda nya ini yang tahu tentang anaknya.
"Maafin ayah sama bunda ya, Kak"
"Tapi ayah sama bunda selalu sayang sama kamu apalagi kakak kamu, ayah sama bunda berusaha menyelesaikan pekerjaan kita supaya kita bisa berkumpul bersama lagi"
"Kakak selalu jaga kesehatan ya, bunda nggak mau anak kesayangan bunda ini sakit. Kalau di sekolah ada yang jahat in kamu, bilang sama ayah bunda juga kakak"
"Apalagi kamu sekarang punya pacar. Kita nggak tahu dia baik atau tidak di belakang kita, tapi bunda ingin, kakak selalu jaga diri dan jangan pernah sekalipun benci dengan seseorang walau ia jahat in kakak"
"Perbuatan baik dibalas dengan baik, perbuatan jahat dibalas dengan?" Tanya nya ke Citra.
"Jahat"
Ibunda nya mengerucutkan bibirnya "Baik dong kak, kita nggak boleh berbuat jahat dengan mereka. Mereka memang jahat sama kakak, tapi biarlah Tuhan yang membalas mereka ya"
Citra mengangguk, ibunda nya tersenyum manis.
"Oh iya, gimana kamu sama Rey?"
Citra menoleh, apa ia harus menceritakan semuanya?
"..." Citra enggan bercerita.
Bunda nya tersenyum memaklumi.
"Yasudah kalau kakak belum siap untuk cerita. Pesan bunda jangan mau dianggap lemah di depan semua yang jahat in kakak. Tunjukkin kalau anak bunda ini kuat dan berani melawan mereka!"
Citra tertawa pelan "Iya bunda ku sayang"
"Kakak memaklumi ayah sama bunda kok, lagian ayah sama bunda juga selalu sayang sama kakak. Kakak bukannya nggak mau cerita, tapi belum siap. Maaf ya, Bunda"
"Nggak apa-apa sayang, Bunda paham, bunda ke belakang dulu ya, semangat anak bunda yang cantik!"
Bunda nya pun pergi, kini tinggal Citra yang terduduk di ranjang nya seraya menulis di buku kesayangan nya.
Dear Diary..
Aku tak tahu lagi harus menceritakan nya kepada siapa..
Yang terlintas hanya kepadamu.
Apa kau tahu arti keluarga?
Arti keluarga bagiku ialah yang berharga, tetapi sesekali aku pernah merasa kesepian ketika mereka telah pergi karena urusan mereka masing-masing, saat itu suasana sangat sepi dan aku pun merasa sedikit takut, sehingga membuat ku sulit untuk tertidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRST LOVE
Teen FictionFOLLOW BARU BISA BACA!! PROSES REVISI SETELAH TAMAT! Bagaimana Cinta Pertama kalian? Berakhir happy ending atau justru sad ending? Bagi Citra sendiri, itu menyakitkan! Citra Maura Adibara, seorang gadis remaja yang pandai menutupi kesedihannya denga...
