“Thanks ya. Lo nganter gue pulang terus”
“Santai, Far. Kan gue yang mau”
Sudah seminggu ini Ravanza selalu mengantar pulang Fara dari sekolah. Bahkan, terkadang laki-laki berwajah imut itu juga datang ke rumahnya dengan alasan ingin memberikan sesuatu pada Fara.
“Kalo gitu gue masuk dulu ya” pamit Fara.
Fara pun berjalan menjauh dari Ravanza karena jujur saja dia tidak ingin terlalu dekat dengan Ravanza. Bukan tanpa sebab Fara melakukannya, tapi ini demi menjaga perasaan Alexie yang kurang suka jika dirinya dekat dengan Ravanza. Ditambah lagi, Fara dan Alexie sedang tidak bersama. Bisa-bisa suaminya itu salah paham dengan Fara dan Ravanza.
Baru saja Fara ingin masuk ke dalam gerbang rumahnya, tiba-tiba-
“Far, tunggu dulu!”
~~~
Arseino sedang duduk di meja kerjanya untuk menunggu seseorang. Siapa lagi jika bukan putranya, Alexie.
Entah sudah berapa kali dia menghela nafas.
Hari ini, dia akan mendengarkan semua penjelasan dari Alexie. Padahal keputusannya sudah bulat. Hanya saja ini semua dia lakukan karena istri tercintanya.
Flashback
Arseino memasuki kamarnya. Malam ini dia harus lembur. Ingin rasanya dia pergi mandi dan langsung tidur dengan pelukan hangat istrinya, Mirah.
Betapa beruntungnya Arseino. Baru saja memikirkan istrinya, ternyata wanita itu sedang duduk di depan meja rias sambil melakukan ritual wajib bagi semua perempuan.
Dengan senyum terukir, Arseino berjalan mendekati Mirah.
“Cantik banget sih, istriku ini” kata Arseino lembut sambil melihat Mirah dari cermin di depannya.
Deg!
Bukan wajah manis seperti biasanya yang Arseino lihat, melainkam wajah dingin dari Mirah.
“Bu- Bun, kok marah? Kenapa?” tanya Arseino bingung.
Mirah berdiri dan meninggalkan Arseino tanpa mengatakan apapun.
“Bun, kok diem?” tanya Arseino semakin bingung.
Mirah duduk di pinggi tempat tidur dan mengambil ponselnya. Arseino pun mendekati istrinya itu.
“Mir, kamu lagi marah sama aku?” tanya Arseino lagi.
“Jangan diem aja, dong. Aku gak tau apa-apa” kata Arseino.
Mirah meletakkan ponselnya.
“Denger, gak usah ngomong sama aku selama kamu masih marah sama Alexie” kata Mirah dingin.
“Jadi, kamu marah karna masalah Alexie?” Tanya Arseino tidak percaya.
“Iya, aku marah karna itu” jawab Mirah cepat. “Kamu mutusin itu tanpa tau apa-apa.”
“Aku udah cari semua informasi dan aku rasa itu sudah cukup buat aku ngambil keputusan ini” kata Arseino lagi.
“Itu cuma sebagian kecil soal kebenaran yang ada. Kamu gak coba buat denger penjelasan salah satu dari mereka, terutama Alexie, anakmu sendiri” jelas Mirah.
Arseino menghela nafas kasar. Memang yang dikatakan istrinya itu benar, tapi memangnya kebenaran apalagi yang harus dia tau.
“Arseino, mulai malam ini jangan tidur sama aku. Tidur sana di sofa, kalo perlu tidir di luar. Aku marah sama kamu” kata Mirah membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan menarik selimut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Will You Love Me
Ficção AdolescenteMenikah karna keinginan terakhir dari 'Nenek'? Hal yang selalu didengar dari cerita klasik, tapi siapa sangka di zaman sekarang hal seperti itu masih terjadi. Alexie, laki-laki nakal yang disayang oleh neneknya itu terpaksa harus menikah dengan anak...
