XVI

1.7K 258 15
                                        

---

"Congratulation, baby girl!"

Lana langsung tersenyum lebar. Ia berlari cepat dengan heels sepuluh senti itu dan melompat ke pelukan Sabda.

Sabda mengangkatnya ke udara dan memutar tubuh sembari tertawa gembira.

"Bangga banget gue tuh,"

Wajahnya lalu dihujami ciuman ringan.  Belum selesai mereka melepas pelukan, tubuhnya ditarik dan dipeluk dengan sama eratnya. Kali ini oleh Joshua.

"Curang banget udah lulus lagi!"

Lana tertawa lebar. Beberapa tahun lalu ia masih galau tentang topik yang ia angkat untuk skripsinya. Tapi hari ini Lana baru saja menyelesaikan studi masternya di hukum pidana.

Tidak ada yang menyangka jika kejadian beberapa tahun lalu memicu Lana dan melesat bagai anak panah.

Setelah lulus strata satu dan diterima di sebuah Law Firm ternama, Lana melanjutkan studi dan mengambil program magister hukum. Satu langkah yang mengejutkan banyak orang.

"Ayo! Nyokap bokap udah pada kumpul,"

Untuk merayakan kelulusannya, Wira bahkan membuatkan sebuah pesta privat sekaligus merayakan ulang tahunnya yang tahun ini genap seperempat abad.

Seperti keinginan Lana, ia hanya menginginkan makan malam sederhana bersama orang-orang yang ia sayangi.

Sebuah restoran mewah sudah di reservasi penuh oleh Wira dan mengundang semua orang yang menurut laki-laki itu penting.

Lana dapat melihat para orang tua yang berkumpul di sana. Selain mama papanya, ada orang tua Sabda yang tidak lain adalah Adrian dan Anissa juga orang tua Joshua, Bara dan Enda.

Selain itu Lana juga melihat Christopher dan Keira yang juga merupakan sahabat sekaligus rekan mamanya dalam mengelola yayasan yang didanai oleh keluarga Sanjaya.

Omong-omong soal Sanjaya, tidak seperti orang tuanya, pewaris tunggal yakni Raka Sanjaya itu sangat passionate karena kini ia dan istri baru saja dikaruniai anak ketiga.

Lana sering mendengar bahwa menjadi  satu-satunya tidak selalu menyenangkan, maka cita-cita Raka hanyalah memiliki anak sebanyak mungkin jadi nanti ia akan membiarkan anak-anaknya bisa memilih jalan hidupnya sendiri.

Walaupun Lana tahu bahwa bagaimanapun darah Sanjaya mengalir pada anak-anak lucu yang kini menyerbu dirinya.

"Kok jadi kumpul orang tua gini?"

Joshua tergelak. Ia mendekat lalu berbisik pada Lana.

"Ini sepupu lo belum pada dateng, Na."

Sabda ikut mendekat.

"Kalo Levy sama Daniel gak dateng beneran. Kita harus kabur,"

Gadis itu menoleh heran.

Sabda mengetuk kepalanya dengan gemas.

"Lo gak inget gimana menderitanya Billy sama Lily sebelum nikah kalo orang tua pada kumpul?"

Wajah Joshua langsung kaget seperti melihat hantu.

"Fix! Kalo Levy sama Daniel beneran gak dateng, abis makan kita harus kabur secepatnya."

Lana mengangguk kuat habis itu. Mereka menghabiskan makan malam secepat kilat ketika mendapat pesan dari Levy bahwa ia benar-benar tidak datang dengan alasan ada pekerjaan yang harus dilakukan.

"Na--"

Gadis itu menatap Clara yang memanggilnya lembut. Ia berdiri lalu mendekat pada mamanya.

Ternyata para orang tua ingin memberikan selamat padanya. Lana dengan senyum tak pernah luntur berkeliling untuk menyambut pelukan selamat atas pencapaiannya belakangan ini.

From Here to Mars [FIN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang