17 Tahun lamanya, ia menunggu waktu yang selama ini diimpikannya.
Loisa Medvio Remahaga, Gadis petekilan, dan tentunya Cantik, baik dan pintar, selalu membuat pusing dan sakit kepala seorang lelaki tampan yang dari dulu dijadikan sebagai incarannya...
Dari kejadian Hari Natal waktu itu, Loisa berhenti sejenak mencuri perhatiannya Mexime. Ia mulai berfikir panjang lagi. Sudah hampir seminggu ini, Loisa juga seperti Gadis pendiam seketika, tidak ada bar-barnya.
Hari ini 31 Desember, selesai Ibadah Kunci Tahun, Keluarga Reagavta dan Loisa pun duduk bersama untuk menanti Malam Tahun Baru.
"Mexime! sebelum tahun Baru, Mama berharap, tahun depan kamu sudah memiliki kekasih. Mama sudah mau kepala 5, dan ingin meminang cucu. Kamu ingin apa lagi? Kamu sudah mapan! Ohhh, apakah kamu tidak menyukai perempuan?" Ucap Mama Alentia di tengah-tengah keheningan mereka.
"Tidak segampang yang Mama katakan. Dan lagi, Mexime masih Normal." Bantah Mexime dengan raut wajah datarnya.
"Maka dari itu, buktikan, Mexime!" Tantang Mama Alentia.
"Mexime malas berdebat. Tahun Depan, Mexime sudah memiliki kekasih, yang pastinya di larang komentar apapun dari Mama dan Papa. Karena ini mutlak pilihan Mexime! Mexime mau ke kamar." Mexime tanpa aba-aba langsung berlalu dari hadapan kedua orang tuanya dan juga Loisa.
Loisa pun hanya menyunggingkan senyum smirknya terhadap Perkataan Mexime tadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mexime kok gitu sih, Pa?"
"Biarkan saja, Ma." Balas Papa Alexan dengan santainya.
"Kok biarkan saja? Papa sama Anak, sama-sama menyebalkan. Pokoknya, tidak ada pengasihan malam ini. Ayo, Loisa sayang. Kita pergi ke taman depan." Ucap Mama Alentia merajuk, kemudian menarik pelan tangan Loisa, melangkah keluar Mension.
"Ma... Ma.. bukan Gitu maksud Papa!" ucap Papa Alexan gelagapan, panik.
"Papa stop di situ! Main es sama Anak kutub Utara Papa itu aja." Ucapan Mama Alentia dengan nada seakan tak boleh di bantah.
Glek!
Papa Alexan menelan saliva dengan susah paya.
Mama Alentia dan Loisa pun terus melangkah keluar menuju taman mansion. Loisa juga menurut saja.
Sesampainya di taman, "Sayang, kita nanti tunggu Tahun Baru di sini aja, yah?"
Di dalam Mansion, Papa Alexan tidak tenang hatinya. Kepikiran dengan ucapan serius yang di lontarkan oleh Mama Alentia.
"Aishhhh, Pake tidak ada pengasihan lagi! Ini semua gara-gara Si Mexime, anak kutub Utara itu. Yah! Aku harus bicara sama tuh Bocah Besar satu itu." Sehabis banyak berfikir, Papa Alexan pun melangkah menuju kamarnya Mexime.