***SELAMAT MEMBACA***
🦴
🦴
🦴Waktu terus berjalan. Kini, Loisa telah masuk di perguruan tinggi, kampus milik keluarga Reagavta. Dan kini, Ia sudah berada pada semester 5 di jurusan Akuntansi. Mexime dan Loisa juga sudah bertunangan. Hanya keluarga inti dan Sahabat-sahabatnya Mexime serta Loisa yang menghadiri acara tersebut waktu lampau.
Kini, Seperti biasa, Loisa langsung ke kantornya Mexime sehabis kuliah. Seperti biasa juga, jika para karyawan sudah melihat Loisa dari jauh, mereka pasti menggunakan kacamata hitam. Sesampainya di dalam ruangan Mexime, Loisa menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
Karena melihat Loisa merasa lelah, Mexime pun menghentikan kerjanya dan menghampiri Loisa. Mexime memegang tangannya Loisa dan mengarahkannya untuk berdiri.
"Kak Mexime mau ngapain?" Loisa tampak lelah mengatakan hal tersebut.
"Memeluk-mu." Mexime pun langsung memeluk Loisa dengan sayang.
Mexime mengusap lembut rambutnya Loisa yang mulai panjang paskah operasinya dulu. Pelukan Mexime sangat nyaman untuk Loisa. Loisa juga membalas pelukannya Mexime.
"Lelah, hm?"
"Iya, kak. Tadi 3 mata kuliah berturut-turut. Tapi gak apapa kok, Loisa bisa."
"Kalau saya menyuruh-mu berhenti kuliah, apakah kamu mau?"
Loisa tampak berpikir. Mengapa Mexime berbicara seperti itu.
"Kak Mexime gak mau yah, Loisa kuliah?"
"Bukannya Saya tidak mau. Tapi saya tidak ingin kamu kelelahan, kamu sakit lagi. Saya sudah cukup untuk membutuhi kebutuhan kita kelak. Saya tidak butuh kamu berpendidikan tinggi. Yang intinya, kamu slalu topang saya dalam doa, dan selalu ada untuk Saya."
Loisa sungguh terharu dengan Perkataannya Mexime ini. Loisa semakin mengeratkan pelukannya.
"Gimana, yah, kak? Loisa udah terlanjur kuliah. Semester depan, Loisa udah turun praktek, kok."
"Hm."
Mexime mengecup puncak kepalanya Loisa. Membuat Loisa tersenyum kecut.
"Kak Mexime!"
"Hm."
"Kak Mexime gak lelah?"
"Lelah!"
"Ya udah, kak Mexime istirahat dulu."
"Salah satu penghilang lelahnya saya itu adalah memeluk-mu."
"Ihhh! Kok sama? Loisa kalo di peluk kak Mexime, nyaman banget! Loisa merasa lega. Hehehe."
"Mau makan apa, hm?" Tanya Mexime masih setia saling berpelukan dengan Loisa.
"Loisa tadi bawa bekal di kampus. Loisa masih kenyang, kak."
FYI, Loisa di larang sangat oleh Mexime untuk jajan saat di kampus. Ia harus membawa bekal makanan dari rumah.
"Mau tidur?"
"Gak, kak. Udah Sore juga, Mau pulang juga, kan?"
"Ya udah."
"Ehem!" Deheman yang di buat-buat oleh Markus mengalihkan pandangan Mexime ke arahnya.
"Pakai kacamata-mu, Markus!" Titah Mexime dengan raut wajah datarnya.
Markus pun buru-buru memakai kacamata. Ia tadi tidak sengaja melepaskannya.
"Lepasin, yah, kak?" Pinta Loisa.
"Untuk?" Mexime tampak terlihat cuek.
"Ada Om Markus, kak!"

KAMU SEDANG MEMBACA
17 Tahun Penantian [END]
Teen Fiction17 Tahun lamanya, ia menunggu waktu yang selama ini diimpikannya. Loisa Medvio Remahaga, Gadis petekilan, dan tentunya Cantik, baik dan pintar, selalu membuat pusing dan sakit kepala seorang lelaki tampan yang dari dulu dijadikan sebagai incarannya...