17. Malunya Loisa🙈

21 3 0
                                    

***SELAMAT MEMBACA***

🦴
🦴
🦴

Dua hari setelah kejadian Loisa ke bascampnya Bara, Selama dua hari itu pula, Loisa merasa Mexime sedikit berbeda. Mexime semakin dingin, cuek terhadapnya. Bahkan, Loisa canggung berbicara dengan Mexime.

"Ehh Loi, Loe lagi mikir apa sih? Loe kek gak ada bersyukur-bersyukurnya deh. Melamun mulu! Udah Pintar, cantik, calon istri konglomerat, apasih yang masih Loe pikirin, njir?" Ucap Gresya walau canda, kala melihat Loisa menopang dagunya dengan tangannya, seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Aishh, Gres kampret! Gue lagi mikirin sesuatu."

"Pasti tentang kak Mexime, yah? Gue tebak benar ni."

"Ya gitu lah. Kak Mexime semakin bersikap dingin ke Gue. Secuek cueknya kak Mexime, tapi keknya gak seperti yang sekarang ini. Beda banget! Gue bahkan canggung kalo berhadapan dengannya. Aishhh, tau ah!" Jelas Loisa mengungkapkan isi hatinya.

"Benarkah? Ehmm, Loe mau ke kantornya kak Mexime?"

"Entahlah, Gres. Gue udah merasa lain juga terhadap sikapnya kak Mexime. Seakan tembok pemisah antara Gue dan Kak Mexime itu semakin kokoh."

"Loe yang sabar, yah, Loi?" Timpal Mariana memberi optimis ke Loisa.

"Iya, Mer." Loisa mulai merasa lega.

Teng teng!

Bel tanpa pulang sekolah pun berbunyi.

"Mau kemana ini, Non Loisa?" Tanya Pak Bimo, hampir 5 menit Loisa memikirkan entah pulang ke rumah atau ke Perusahaan Reagavta.

"Ehmm.... Ke kantor,  Pak Bimo." Balas Loisa setelah berfikir sejenak.

"Baik, Non Loisa." Pak Bimo pun menancapkan gas meninggalkan area Sekolah.

Dalam perjalanan, Tatapan datar Loisa teralihkan dengan pemandangan di sampingnya.

Deg!

"Berhenti sebentar yah, Pak Bimo!" Pak Bimo pun menghentikan laju mobilnya.

**Kok sakit yah? Semakin hari semakin ke sini, Gue merasa seperti... Ahh, Pusing memikirkannya!** Batin Loisa  sambil menganga ke dua insan beda kelamin yang sementara berjalan masuk ke sebuah Mall.

Mexime dan Vania Larasmana, Teman sekelas Loisa yang selalu mengganggunya.

"Non, ada apa?" Ucapan Pak Bimo menyadarkan lamunan Loisa.

"Ehh, gak apapa kok, Pak. Lanjut aja." Pak Bimo pun melanjutkan gas mobilnya.

Sesampainya di kantor, Loisa langsung ke kamarnya Mexime, melewati Markus yang sedang bekerja di dalam ruangannya Mexime.

"Dasar Gadis Manja!" Cibir Markus, setelah Loisa melewatinya begitu saja langsung masuk ke dalam kamarnya Mexime.

Di dalam kamar, hati dan Otaknya berkecamuk.

Di dalam kamar, hati dan Otaknya berkecamuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
17 Tahun Penantian [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang