38. Niat Pergi✈️

23 3 0
                                    

***SELAMAT MEMBACA***

🦴
🦴
🦴

Kini, Loisa telah siuman dari obat biusnya paskah Operasi. Loisa juga sudah terlihat lumayan membaik.

Waktu pun berlalu. Kini, sudah tiga hari setelah insiden hasil karya Vivian yang dengan sengaja membuat Mexime koma, Mexime pun masih setia dengan tidurnya.

"Kak Mexime!" Gumam Loisa sambil memegang jari-jemari tangannya Mexime dengan tubuh Mexime yang terbaring sekarat tak berdaya.

"Sayang, Kamu pulang dan istirahat aja, yah? Kamu juga harus menjaga kesehatan kamu. Mami tidak mau kamu sakit, sayang." Perhatian Mama Alentia.

"Iya, Mi. Ehm, boleh Loisa pinjam handphonenya kak Mexime, Mi?"

"Iya, sayang. Mami ambil dulu." Balas Mama Alentia. Kemudian mengambil handphonenya Mexime di dalam tasnya beliau, dan langsung berikan ke Loisa. "Handphonenya kehabisan baterai, sayang. Nanti sampe di rumah, kamu tolong isi dayanya, yah, sayang?"

"Iya, Mi."

Loisa pun berpamitan dengan Papa Alexan dan Mama Alentia. Loisa pun pulang dengan di hantar oleh Markus.

Sesampainya di rumah, Loisa mengcharger Handphonenya Mexime. Ia kemudian menyalakan benda tersebut.

"Kak Mexime?" Loisa pun tak kuasa menahan tangisnya saat melihat wallpaper layar kunci pada Handphonenya Mexime yang terlihat gambarnya. Loisa terisak pelan, menahan sesak di dadanya, mengingat kondisi Mexime sekarang ini.

#Wallpaper Hp-nya Mexime❤️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

#Wallpaper Hp-nya Mexime❤️

"Kenapa Gue gak peka terhadap perbuatan dan sikapnya kak Mexime dari dulu ke Gue? Gue emang bodoh. Kak Mexime! Loisa minta maaf. Dengan keadaan kak Mexime seperti ini baru Loisa sadar. Selama ini bukan Loisa yang di sakiti oleh kak Mexime, tapi Loisa lah yang membuat kak Mexime tersakiti." Loisa masih termenung.

"Gue pikir-pikir, keknya Gue lah yang pembawa masalah untuk kak Mexime dari dulu. Apakah Gue harus pergi dari kehidupan kak Mexime, Agar hidup kak Mexime tentram?" Lirih Loisa. Entahlah, ada apa dengan pemikirannya Loisa ini.

"Yah, demi kak Mexime, Loe harus jauh-jauh dari kehidupannya, Loi. Mexime itu cinta sama Loe, tapi Loe yang selalu sakiti dia. Loe harus kuat, Loisa. Setelah dengar kelulusan ujian, Loe langsung pergi aja. Dan Loe harus belajar buat lupain kak Mexime mulai dari sekarang. Yah, Loe pasti bisa, Loi. Karena Cinta tak selamanya memiliki. Ingat itu, Loi!" Monolognya bersemangat, dan mulai menghapus air matanya.

Hingga beberapa menit bergelut dalam pikirannya, Loisa pun langsung tidur setelah berdoa.

Pagi pun tiba. Kini, Loisa sudah siap untuk pergi ke apartemennya Vivian untuk menjelaskan semuanya. Sesampainya di depan apartemennya Vivian, Loisa pun masuk setelah pintu di buka oleh Vivian.

17 Tahun Penantian [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang