39. Perkara Kacamata Hitam😎

30 3 0
                                    

***SELAMAT MEMBACA***

🦴
🦴
🦴

"Ssssttt!"

Semua lampu di Mension tiba-tiba menyala, dan memperlihatkan Markus, keluarga Reagavta dan Keluarga Remahaga kecuali Vivian, Dengan Loisa yang berada dalam dekapannya Mexime.

"Kak Mexime?" Loisa tampak terkejut kala melihat seseorang yang memeluknya erat ini.

"Mau pergi dari saya, hm?"

"Ehhhmm.... I..iyy...."

"Kamu mau, Saya menderita lagi? Bukankah kamu bilang ke Mama kalau kamu cinta dan tidak ingin saya menderita, bukan? Nah, Maka jangan pergi, karena kamulah Salah satunya kebahagiaan saya, Bocah Besar!" Masih setia memeluk tubuhnya Loisa.

"Tapi kak, Loisa hanya sebagai pembawa m......."

"Jika kamu pembawa masalah, maka sudah dari dulu saya bunuh kamu." Dengan cepat memotong perkataannya Loisa nanti.

"Ihhh, kak Mexime!"

"Tapi kamulah pembawa kebahagiaan bagi saya, maka saya biarkan kamu berada di sisi saya."

"Loisa gak Percaya. Loisa takut!"

"Maka, belajarlah untuk percaya saya. Dan Jangan lagi belajar untuk pergi dari kehidupan saya."

Loisa pun memecahkan tangisnya. Tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini.

"Kak Mexime, Loisa cinta kak Mexime. Loisa takut jauh dari kak Mexime." Loisa membalas pelukannya Mexime.

"Ehemmmm! Ingat, masih ada makhluk hidup di sini." Ucap Markus menjahili Mexime dan Loisa.

Loisa langsung menyunggingkan senyumnya, merasa malu. Loisa menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Mexime.

"Kamu mau pergi, sayang?" Tanya Mama Alentia ingin menjahili Loisa.

"Ehhm, Gak jadi, Mi." Loisa semakin malu akan hal ini.

"Kenapa?"

"Kak Mexime gak mau Loisa pergi, Mi." Loisa tampak polos mengatakan hal tersebut.

"Hahahaha." Semuanya pun tertawa akan jawaban Loisa ini.

"Katanya udah Dewasa, kok seperti Gadis Kecilnya Mexime dulu?" Timpal Mama Neivi ingin menjahili Loisa juga.

"Ma! Kalian mau mojokkin Loisa, yah? Yah udah, Loisa pergi aja." Loisa berusaha melepaskan Pelukannya Mexime.

"Di larang pergi tanpa titah Saya." Suara berat Mexime menghentikan pergerakan Loisa untuk lepas dari pelukannya Mexime.

"Gak usah keras kepala, Gadis Manja! Gue udah lelah liat Mexime menangis Mulu karena Loe." Perkataan Markus ini membuat semua orang membulatkan mata mereka, tidak menyangka Mexime seperti itu.

"Shit!" Umpat Mexime sambil menatap tajam ke arah Markus. Namun apadaya, Markus terlihat cuek.

"Benarkah, kak?"

"Jangan percaya jika itu benar terjadi." Balas Mexime dengan santainya.

"Loisa percaya, kok. Hehehe!" Loisa pun tertawa kecut.

"Loisa!!" Teriak Gresya dari arah Depan lorong menuju ruang keluarga. 

Loisa membalikkan sedikit kepalanya, terlihat Gresya di samping Lionel, dan Mariana di samping Bara.

"Kak Mexime, tolong lepasin, yah? Please!" Pinta Loisa, merasa malu jika di lihat oleh sahabat-sahabatnya.

"Hm." Balas Mexime. Namun, Mexime tak jumpa melepaskan pelukannya.

17 Tahun Penantian [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang