***SELAMAT MEMBACA***
🦴
🦴
🦴Kantin
"Nilai ujian Loe rata-rata dapat 100, Loi. Emang Loe gak bisa tersingkirkan dari peringkat satu. Pertahankan!" Ucap Gresya di sela-sela makan mereka.
"TaenGkyuu aja Lah!" Balas Loisa dengan santainya. Loisa sebenarnya menghargai ucapannya Gresya. Tapi yah, begitulah jika bersama kedua sahabatnya ini.
"Njir!" Maki Gresya.
"Hahahaha!" Seperti biasa, Mariana hanya menanggapi perdebatan Loisa dan Gresya dengan tertawanya.
"Ehh, Tapi besok siapa sih yang harus rapat buat Gue untuk ambil rapor Gue nanti?" Tanya Loisa sementara berfikir.
"Memangnya, Tante Alentia atau Om Alexan kemana? Biasanya kan mereka yang ambil rapor Loe. Ya, kan?" Balas Mariana.
"Iya sih, Mer. Cuman, Tante Alentia dan Om Alexan lagi keluar Negeri udah 2 hari ini. Katanya lagi urusan selama seminggu di Negara xlx." Jelas Loisa.
"Oh Gitu?" Mariana tampak sejenak berfikir. "Gimana Kalo kak Mexime aja, Loi? Yah, kak Mexime!" Saran Mariana.
"Betul apa kata Meri. Gue sih berfikir sih begitu. Kesempatan juga buat Loe, Loi." Timpal Gresya setuju dengan sarannya Mariana.
"Iya juga sih apa kata kalian. Tapi, emangnya kak Mexime mau? Tuh laki kutub Utara banget kalo di bilangin."
"Aishh, Loi. Loe bicara dari hati ke hati. Manja gitu kek!" Ucap Gresya.
"Njir Loe, Gres. Setiap hari juga Gue manja ke Dia. Malah Gue rasa malu sendiri. Ogah Gue manja-manja kek gitu!" Balas Loisa, Sangat tidak terima pendapat Gresya.
"Njir, trus gimana lagi? Lebih baik gak usah sekalian."
"Rencana sih gitu, gak usah Pake wali lagi. Biarin aja tuh rapor sampe tahun depan." Ucap Loisa, sok merasa putus asa.
"Gue sih setuju aja. Gimana Loe, Mer?"
"Terserah kalian berdua. Asal bahagia!" Mariana pun juga ikut tak ambil pusing.
Sungguh, persahabatan yang tidak ada penyelesaian masalah, malah tambah bikin masalah.
Hingga akhirnya, mereka pun pulang setelah bel bunyi tanda pulang.
"Ke kantor yah, Pak?"
"Iya, Non Loisa." Balas pak Bimo mengiyakan.
Pak Bimo pun menancapkan gas meninggalkan area Sekolah.
Sesampainya di kantor, seperti biasa, Loisa di sambut hangat oleh Resepsionis dan Sekertarisnya Mexime.
Loisa pun juga dengan terobosnya langsung masuk ke dalam ruang kerjanya Mexime.
"Gadis Manja Mulu ke sini! Gak ada perempuan lain yang lebih cantik gitu ke sini?" Ucap Reynol.
"Bagaimana perempuan-perempuan mau kesini? Mexime aja alergi begitu! Kalo Gue mah udah gonta-ganti cewe, sih." Timpal Herry juga.
Markus hanya diam, menyimak! Mexime juga hanya fokus pada laptopnya.
"Nah, makanya itu, Om. Loisa cinta kak Mexime karena kak Mexime tipe cowo idaman Loisa banget. Gak kecentilan kek om-om girang." Balas Loisa dengan santainya menanggapi kejailan Herry dan Reynold, sambil mendudukkan bokongnya.
"Halahh, kalo Loe tahu siapa Mex...."
Glek! Herry pun dengan tiba-tiba menelan salivanya perlahan, tak meneruskan perkataannya, kala matanya tak sengaja menatap tatapan mata tajam milik Mexime.

KAMU SEDANG MEMBACA
17 Tahun Penantian [END]
Genç Kurgu17 Tahun lamanya, ia menunggu waktu yang selama ini diimpikannya. Loisa Medvio Remahaga, Gadis petekilan, dan tentunya Cantik, baik dan pintar, selalu membuat pusing dan sakit kepala seorang lelaki tampan yang dari dulu dijadikan sebagai incarannya...