Extra Part 06 (Pernikahan Bara dan Mariana)

11 2 0
                                    

***SELAMAT MEMBACA***

🦴
🦴
🦴

Waktu terus berlanjut. Kini, dua bulan sudah usia kandungan milik Loisa. Perut Loisa sudah mulai terlihat kembungnya. Tepat hari ini juga, Pernikahan antara Bara Fernandez dan Mariana Christopher, di laksanakan.

Pagi ini, Mexime dan Loisa sudah membersihkan tubuh mereka. Mexime telah bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

"Kak Mexime!"

"Iya, sayang. Mau apa, hm?" Sambil menangkup kedua pipinya Loisa.

"Loisa mau ke kantor bersama kak Mexime."

"Sayang, kamu di rumah saja, yah? Saya sebentar ada meeting. Nanti kamunya sendirian di ruangan saya, Gimana hm?"

"Iihhh! Pokoknya Loisa mau ikut. Loisa gak mau sendiri di sini." Sambil memeluk Mexime.

"Kan ada Mama, sayang."

"Iya, tapi Loisa pengen ke kantor bersama kak Mexime. Hikss! Hikss!" Loisa mulai cengeng. Loisa seketika memecahkan tangisnya.

Mexime mulai gelagapan melihat hal ini.

"I..iya, sayang. Ya udah, Kita ke kantor." Mexime berusaha menenangkan Loisa, mengusap air matanya. Mexime sejenak mencium dahinya Loisa.

Mendengar hal tersebut, Loisa menyunggingkan senyum manisnya.

Cup!

Loisa mengecup singkat bibir Mexime.

Setelah itu, Mexime berdoa sejenak untuk kegiatan di hari ini.

"Ayo!" Loisa menggandeng tangannya Mexime untuk keluar kamar.

Loisa hanya memakai Dres panjang coklat Polos. Ia tidak merias diri lagi. Tanpa makeup pun, Loisa tetap manis di pandang. Lagian, Mexime juga tidak mau Loisa terlihat cantik di luar dan menjadi tatapan mesum para lelaki.

Setelah sarapan pagi, Mexime dan Loisa berlalu pergi setelah berpamitan dari Papa dan Mama Alentia.

Sesampainya di kantor, seperti biasa, semua para karyawan yang di lalui oleh Mexime dan Loisa pun memakai kacamata hitam.

Hingga beberapa menit berlalu, mereka berdua sudah berada di dalam ruang kerjanya Mexime.

"Kalau ngantuk, bilang ke Saya, Nyonya Muda Reagavta!" Ucap Mexime sambil menangkup kepalanya Loisa saat Loisa sudah mendudukkan bokongnya pada pangkuan sofa.

"Iya, kak." Balas Loisa menyunggingkan senyum manisnya.

Mexime pun berjalan ke arah meja kerjanya, dan mulai melakukan pekerjaannya.

"Sayang, baik-baik, yah, di dalam perut Mama." Ucap Loisa sambil mengusap pelan Perutnya yang mulai terlihat kembung itu.

Markus hanya mendengar, tidak berani menatap ke arah Loisa. Markus juga saat ini memakai kacamata jika ada Loisa.

Hingga akhirnya, waktu menunjukkan pukul 10 pagi, Dimana waktu ini adalah pertemuan dengan beberapa petinggi perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Reagavta ini.

"Sayang, kamu di kamar, yah? Saya mau keluar ikut meeting." Ucap Mexime saat Loisa mengendus-endus bau tubuhnya.

"Loisa ikut, yah, kak?"

Mexime tersenyum mendengar perkataannya Loisa ini.

"Tidak bisa, sayang. Ini pertemuan penting dengan Petinggi-petinggi perusahaan lain. Apalagi mungkin durasi meetingnya lama. Saya tidak mau kamu kelelahan, oke?" Mexime memberi pengertian kepada Loisa.

17 Tahun Penantian [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang