Dimulai dari rasa penasaran Alora dengan teman kelasnya yang sangat misterius, semua orang menyukai cowok itu termasuk cewek-cewek di kampus, tapi tidak dengan Alora. Menurutnya, ada yang tidak beres dengan teman kelasnya tersebut.
Rasa penasaran ya...
Alora masih nyaman dengan posisinya. Dia sangat kelelahan karena acara kemarin.
"Padahal semalam gak mau deket-deket, eh taunya malah meluk sampai gak mau lepas," cibir Agharna.
Agharna menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Alora, lalu mencium istrinya, dimulai dari kening, pipi, hidung, dan yang terakhir bibir Alora.
"Bangun, baby."
Alora menggeliat karena kecupan Agharna. Saat kesadarannya sudah terkumpul, Alora sempat diam menatap Agharna.
"Good morning, honey," sapa Agharna dengan suara serak, ciri khas orang bangun tidur.
Alora segera menjauh, "kenapa lo ada di kamar gue!" pekik Alora.
"Aku-kamu sayang, kamu lupa kalau kita udah nikah kemarin?" tanya Agharna kembali menarik Alora untuk mendekat.
Alora baru sadar jika Agharna telah sah menjadi suaminya sejak kemarin. Ponselnya kembali berbunyi, Alora segera mengambil dan membuka.
"What! Siapa yang nyebarin berita ini!"
Ternyata grup kelasnya ramai karena salah satu temannya mengirim foto pernikahan mereka. Tak hanya itu, notif Instagram dan juga nomor yang tak dikenal ikut meramaikan.
Agharna mengerutkan keningnya lalu merebut ponsel Alora dan melihat isi pesan.