Dimulai dari rasa penasaran Alora dengan teman kelasnya yang sangat misterius, semua orang menyukai cowok itu termasuk cewek-cewek di kampus, tapi tidak dengan Alora. Menurutnya, ada yang tidak beres dengan teman kelasnya tersebut.
Rasa penasaran ya...
Kalau ada typo komen yah, jangan lupa vote dan share cerita ini.
Happy reading ❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agharna masih menatap Alora yang memalingkan wajahnya setelah ketahuan menatapnya.
"Cantik," gumam Agharna tersenyum penuh makna.
Semua teman-temannya berlari setelah mendapat kabar jika Liona meninggal karena bunuh diri.
Alora juga ikut keluar, ingin melihat keadaan salah satu mahasiswi populer itu. Alora bersama temannya yang bernama Puput sampai menutup mata begitu tiba di bawah.
Keadaan Liona sangat parah, kepalanya pecah dan juga kakinya patah. Kondisinya sangat mengenaskan karena gadis itu terjatuh dari lantai atas.
"Semuanya minggir, jangan mendekat!"
Polisi sudah tiba dan segera memasang garis polisi, semua memakai sarung tangan untuk menyelidiki yang sebenarnya terjadi.
"Kasian banget Liona, meninggal mengenaskan!"
"Eh tau gak sih, ada rumor yang bilang dia gak bunuh diri tapi dibunuh."
"Ah masa, gak usah ngomong yang aneh-aneh deh, lagian kita gak punya bukti."
"Iya tau nih, jelas-jelas ada surat pernyataan kalau dia emang mau bunuh diri."
"Tapi katanya, ada yang ngeliat dari bawah kalau Liona kayak didorong dari atas."
Semuanya berbisik membicarakan kematian Liona yang begitu tiba-tiba. Alora melihat sebuah kertas yang ternodai darah dimasukkan ke plastik oleh polisi.
"Gue gak percaya sekelas Liona ternyata bisa depresi juga sampai bunuh diri," kata Puput.
"Depresi?" Sahut Alora.
"Iya Ra, ini lebih parah dari masalah keluarga lo, ternyata Liona depresi karena dihamilin pacarnya dan katanya gak mau bertanggung jawab, makanya dia bunuh diri, wajar sih soalnya dari pakaian Liona aja udah memancing para buaya darat."
"Lo tau darimana."
Puput menyodorkan ponselnya, "makanya lo buka tuh grup angkatan, isi suratnya udah tersebar."