Chapter 62 : SMA Bulan 3

14 7 0
                                        

Kini mereka berempat tengah melatih diri mereka di tempat masing-masing.

Werdy di atap sekolah nya, Arya di dan Marian di gym lalu Zulian yang berlatih di rumah kakek nya.

Zulian terus menerus melayangkan tinju nya dengan amarah yang tak karuan sehingga tak sadar samsak sudah hancur dan itu sudah ke tiga kali nya dia menghancurkan samsak milik kakek nya.

Kakek Guntur yang melihat kelakuan cucu nya menghentikan latihan nya dan berbicara empat mata dengan nya.

"Hey Jul, kamu ada masalah apa sampe hancur tuh samsak kakek?" tunjuk Guntur ke tiga samsak yang tertidur.

"Gakpapa kok kek aku cuma mau lebih kuat aja."

"Tapi gak kayak begini yang ada kamu cuma ngerusak diri doang loh." tegur kakek Guntur.

"Ah iya maaf kek tapi beneran kok aku gakpapa cuma pengen lebih serius dan lebih kuat aja." balas Zulian santai.

"Beneran nih, kalo gitu istirahat aja dulu nanti di lanjut."

"Iya kek." ringkas Zulian.

Kakek Guntur lalu pergi membuatkan Zulian minuman dan makanan sementara dia memperhatikan samsak yang bolong dan compang-camping itu.

Dan ini lah yang dia sembunyikan dari kakek nya bisikan jahat yang ada di kepala nya yang sejak penyerangan Zulian seorang diri ke SMA Batu Bara itu adalah perintah bisikan jahat yang bersemayam di kepala Zulian.

Dan ini juga efek samping eksperimen para ilmuwan yang Zulian temukan di dokumen tentang dirinya.

Saat mata Zulian menjadi merah itulah tanda sang bisikan yang berhasil membuat Zulian melakukan hal buruk yang dia perintah.

Jadi semakin banyak Zulian mengeluarkan kekuatan nya semakin mudah bisikan jahat mengendalikan diri nya.

Dan itu juga penyebab sifat Zulian yang berubah perlahan dari periang menjadi pendiam.

Tapi Zulian juga berusaha melawan bisikan itu agar dia tetap sadar dan tahu batasan dalam hal-hal yang ia lakukan.

Ketika kakek Guntur kembali membawa teh racikan dia sendiri, sang kakek terkejut melihat Zulian yang menghancurkan dua samsak dan satu bongkah kayu yang niat nya akan di jadikan kayu bakar oleh kakek.

Setelah itu dia pingsan lalu tersadar di rumah orang tua nya dan dia di beritahu oleh Mina jika dia sudah pingsan dua hari.

Zulian lalu bergegas berpamitan pada orang tua nya untuk kembali bertemu Marian karena hari ini adalah penyerangan mereka terhadap aliansi.

Marian juga sudah menghubungi nya berkali-kali jadi dia segera pergi menggunakan motor ayah nya yang kebetulan terparkir di halaman depan.

Tepat waktu Zulian di sambut Marian yang siap dengan pasukan dari SMA Bulan dan Azure.

"Segini cukup kan?" tanya Marian.

"Ya bahkan lebih." ucap Zulian percaya diri.

Mereka semua kemudian menuju markas Red Eclipse yang berada di daerah kepunyaan Aiden.

Daerah Matahari Tengah Malam, yang beruntung nya mereka bahwa Aiden tidak berada di daerah nya sekarang.

Jadi mereka hanya perlu mengalahkan peringkat satu dan eksekutif Aiden sebagai langkah pemberontakan mereka.

Sampai di sana mereka melihat gedung tinggi dengan halaman yang luas yang disana berada pasukan setiap aliansi.

Yang beruntung nya mereka kali ini cuma pasukan dari peringkat satu sampai tiga saja yang ada disana.

Segeralah mereka menerobos pasukan yang berjaga dan perang terjadi di halaman yang di saksikan oleh ketua dari ketiga peringkat yang segera menyuruh antek-antek kuat nya membantu pasukan mereka.

Kali ini mereka bisa mengungguli pasukan tiga peringkat terkuat aliansi dengan lihai nya juga Marian menghindari dan menghajar musuh nya.

Reggie yang bercanda dengan pertarungan nya, Aditya yang sangat menggebu-gebu dan Andhika yang agresif sambil memukul mereka dengan tongkat bisbol besi nya.

Arya beserta orang-orang nya juga demikian yang sangat berambisi untuk menang namun dia di tendang oleh orang kedua dari peringkat satu.

Membuat dia tidak senang oleh itu dan balik menghajar nya menggunakan pasukan nya sendiri yang dia hempaskan dengan kekuatan dirinya sendiri.

Melihat para eksekutif telah keluar Marian berteriak pada Arya, Zulian dan Werdy untuk naik ke atas guna menghadapi mereka.

Lalu sisa nya mereka serahkan pada tujuh orang yang sama-sama bertarung satu lawan satu dengan para eksekutif.

Di dalam gedung mereka ternyata tidak mudah melalui gempuran pasukan Aiden yang ternyata telah di rencanakan untuk menyerang mereka yang berhasil masuk ke dalam.

Tapi bagi orang kuat di dalam cerita ini tentu para kroco hanyalah kroco.

"Ha....ha....hah mereka pasti di lantai paling atas lantai dua puluh lima." ucap Marian dengan nafas terengah-engah.

Baru sampai di lantai sepuluh mereka di hadang oleh orang terkuat peringkat tiga di hadapi oleh Arya.

"Kalian pergi duluan nanti saya nyusul."

Ucapan itu langsung di iyakan mereka lalu pergi meninggalkan Arya yang berhadapan dengan Teohart ketua SMA FullMetal.

"Yo perkenalkan aku Teohart ketua SMA FullMetal kamu?" sapa Teohart.

Aryan membalas."saya Arya ketua SMA Azure salam kenal Teohart."

Mereka lalu berlari dan bersiap dengan tinju mereka tapi beralih dulu ke pada tiga orang tersisa yang sudah sampai di lantai lima belas tempat musuh Marian kali ini si peringkat kedua.

"Sial, si muka biawak ada di sini ya kalian pergi aja gue mau selesain urusan gue sama dia Mikel Arteta." ucap Marian sambil menunjuk nya.

"Hey hey hey, sebelum kalian pergi kenalin dulu gue Mikel Arteta ketua aliansi peringkat kedua dari SMA T.N.T."

Tak peduli Zulian dan Werdy meninggalkan Marian untuk berduel dengan musuh bebuyutan nya Mikel dan Marian menerjang nya.

WEAK SCHOOL II (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang