CHAPTER 44

46 7 0
                                        

CHAPTER 44: harry Potter, tugas terkahir, she.

"Pansy ayo makan kurasa nafsu makan ku mulai Kembali"

"Wow, putri diet kita sudah sudah menghilang Blaise"

"Ini gara gara cake yang dikirim kau saat liburan. Itu sangat enak"

"Diaman draco?" Tanya Blaise.

"Aku tak tahu, kami tak bicara dari sore kemarin"

"Itu dia" pansy menunjuknya.

Tapi draco langsung keluar saat melihat harry mengobrol dengan Katie. Aku merasa ada yang tak beres. Dan Harry mengejarnya.

"Aku akan kembali cepat pans. Tolong jaga makananku"

"Akan kami jaga dengan baik" canda blaise.

Lalu aku lari saat melihat profesor Snape berlari juga menuju kamar mandi pria di ujung lorong.

Saat aku sampai, aku melihat draco terkapar dan Harry langsung pergi. Sepertinya mereka beradu mantra.

"Harry?" Aku tak sempat mengejarnya. Aku langsung menghampiri draco yang di beri Manyar pembalik oleh profesor Snape agar luka ya tertutup kembali.

"Drac..." Tanpa kusadari aku menangis, aku khawatir.

"Dia akan baik baik saja black."

"But—"

"Ayo bawa dia ke kamarnya"


Kami sudah di kamar draco. Aku memegang tangannya yang dibangun. Kata profesor Snape efek sampingnya draco akan tertidur beberapa waktu jika dia mau. Itu alami dari tubuhnya.

"Drac...aku sangat khawatir...."

Tiba-tiba suara ketukan dari pintu.

"Yeah? Siapa?"

Itu Astoria.

"Granggas"

"Boleh aku melihat draco? Ketua perfect menyuruhku menjenguknya"

"Tentu, masuklah...boleh aku minta sesuatu?"

"Apa yang bisa aku bantu black?"

"Jaga draco, aku...ada urusan mendesak. Aku takut dia bangun tak ada siapapun"

"Baiklah...."

"Aku janji tak akan lam"

"Aku baik baik saja black. Kau selesaikan urusanmu"

Aku segera keluar dan pergi ke asrama Gryffindor.

"Ada yang lihat harry?!"

"Dia di gudang, black." Itu patil sister.

Aku lari ke gudang. Dan dia berjalan bersama Ron.

"Harry Potter!" Aku meninju perutnya.

"Larina...ada apa?" Dia kesakitan. Ron hanya diam tapi menatapku takut.

"Kau! Apa kau tak cukup dengan membawa semua posisiku?! Uangku! Rumahku! Bahakan ayahku?! Lalu kau ingin menyakiti draco?! Kau gila?!" Aku sangat marah, kesal dan ingin membunuhnya jika aku bisa.

"Larin—"

"Panggil aku black! Aku lahir dari keluarga terhormat! Bukan seperti mu!" Lalu aku pergi dengan kesal ke menara astronomi untuk menyendiri.

Apa aku keterlaluan pada Harry? Tapi aku juga sangat kesal. Kenapa dia selalu membuatku membencinya.

🌼🌼🌼

Malam ini, tugas terkahir bagiku dan draco untuk melayani the dark lord. Tugas untuk membunuh albus Dumbledore.

Kami di menara astronomi. Draco sudah menaikan tongkatnya ke arah Dumbledore. Aku disampingnya menjaga agar tak ada yang melihat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐌𝐚𝐥𝐟𝐨𝐲Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang