Chapter 6

398 41 5
                                        

Sudah 2 hari Chuuya berada di rumah Tomoe, kedua putrinya juga nampak betah karena rumah Tomoe yg luas. Nana lah satu satunya yg paling betah di rumah Tomoe karena banyak boneka lucu di rumah Tomoe.

Tomoe juga senang Chuuya sahabatnya ada di rumah karena ia tak perlu repot memasak, Chuuya yg melakukannya untuk Tomoe, bagi Chuuya dia sudah seperti adik umtuknya.

Namun kesenangan mereka berakhir saat bos dari Chuuya meminta Chuuya datang ke bar, padahal ia meminta 3 hari libur kerja.

Karena Chuuya hawatir di pecat ia dengan berat hati pergi ke tempat kerja. Namun kali ini ia meninggalkan kedua putrinya bersama Tomoe, meski sempat ada drama saat Chuuya pergi.
Chuuya paham hal itu, karena kedua putri tercintanya tak pernah ditinggal olehnya mereka selalu bersama.

💮💮💮

"Nyonya apa ada masalah?" Tanya Chuuya gugup.

"Ada."
Jantung Chuuya sudah berdegup kencang, pikiran Chuuya sudah melayang jauh entah ke mana.

"Ka-kalau boleh tau ada apa b-bos?" Tanya Chuuya sedikit gugup.

"Ada seorang bos mafia terkenal di Yokohama ini namanya adalah Dazai Osamu. Ia ingin mengadakan pesta dan menyewa semua pegawai kita dan ak rasa karena kau bagian dari kami maka kau juga harus ikut serta."

Chuuya sedikit bisa menarik nafas lega, ia fikir akan di pecat dari tempatnya bekerja.

"Tapi kau jangan senang dulu Nakahara San, di pesta itu kau harus melakukan tugas mu menjadi pelayan dan ak tdk mau kau menolak segala printah dari bos mafia termasuk jika dia ingin mengagahi mu."

Chuuya menggigit bibirnya saat harus menerima bahaya seperti digagahi pria alpha asing.

"Tapi bos ka-"

"Kau tinggal tanda tangan, jika kau tdk mau dan setelah itu kau bisa angkat kaki dan gajimu jadi hutang mu pada bar ku ini."

Chuuya baru menyadari kelicikan bosnya sendiri, ia menyesal namun ia tak ada pilihan lain.

"Ak beri wkt 5 hari dari sekarang, Nakahara San. Kau bisa berfikir dulu."
Chuuya kemudian keluar dan pergi dari ruangan bosnya.

"Semoga ak bs dapatkan bayaran yg lbh besar." Batin Yume.

💮💮💮

Bukannya Chuuya egois atau tak ingin menuruti keinginan bosnya tp ia hanya tak ingin hamil lagi, ia hanya cemas tak bisa memberi cinta yg tulus untuk anak anaknya.

"Ada apa Chuuya Kun?" Tanya Tomoe begitu ia melihat Chuuya tiba.

"Tidak ada. Bagaimana dengan mereka berdua?" Tanya Chuuya mengalihkan pembicaraan.

"Oh mereka sudah tdr, Nana menangis setelah melihatmu naik taxi sedangkan (name) dia menangis saat ingin tdr."

Chuuya mengangguk dan pergi menuju kamar tempat di mana kedua putrinya tidur.

Rasa lelah Chuuya hilang begitu melihat wajah damai kedua putrinya, Chuuya mengecup dahi Nana kemudian membelai wajah (name). Rasa hangat menjalar di ht chuuya.

Geliatan dan rengekan kecil diberikan oleh (name) saat merasa belaian dari Chuuya, nampaknya (name) sedikit terusik tidurnya. Benar saja (name) langsung menangis, membuat Chuuya hawatir dan langsung menggendongnya.

"Shhh.... Jangan menangis anak manis, maafkan ak ya kau pasti terganggu." Ucap Chuuya sembari mengusap punggung (name) dan menimangnya.

Chuuya sepertinya mengerti kenapa ia menangis, gadis mungil itu haus dan lapar.

"Kau lapar ya sayang, tunggu ya ak akan membuatkan susu untuk mu." Chuuya meletakan (name) di ranjang dan mulai membuat susu.

Sembari memberi susu, Chuuya berfikir tentang perkataan bosnya untuk menerima apapun yg terjadi namun hati kecilnya tak mau melakukan sesuatu yg berbau sex, ia sanggat trauma.

"Chuuya Kun, kau kenapa ?" Tanya Tomoe tiba tiba.

"Hahh...." Chuuya sebenarnya tak ingin cerita apapun pada Tomoe.

"Kau tak mau berbagi dengan ku ? Ak seoerti adik mu ingat?"

"Sebenarnya bos ku memintaku untuk menjadi pelayan pesta sebenarnya bukan hanya ak ada beberapa yg lain, tp ak tkt jika mereka memintaku untuk melayani hasrat bos mereka." Cerita Chuuya.

"Kau tolak saja." Usul Tomoe.

"Lalu ak hrs kerja apa setelah itu dan bagaimana cara ku membayar hutang pada bos ku?"

"Chuuya apapun hal yg negatif itu tdk benar, kasian Nana dan juga (name) mereka masih membutuhkan mu jika kau hamil lagi lalu kedua putri mu tak mendapat pengakuan maka kau hanya akan menyakiti hati mereka." Ucap Tomoe.

Perkataan Tomoe ada benarnya, ia harus mempertimbangkan dan mempersiapkan resikonya.

"Terima kasih Tomoe."

.







.







.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang