Chuuya masih berkutat di dapur, ia membuat bekal untuk Nana saat gadis itu akan ke penitipan. Sebenarnya Chuuya masih tidak rela jika Nana pergi ke penitipan ia hawatir teman temannya tdk mau berteman dengannya menimbang Nana punya Mama seorang pria yg jelas itu beda dengan anak anak kebanyakan.
"Maamaa!" Seru Nana dari arah belakang, gadis kecil itu memeluk kaki Chuuya meminta perhatian dari si jingga.
"Oo sekarang Nana bisa bangun sendiri ya." Ucap Chuuya sembari membungkuk menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu.
"Umm, sensei bilang Nana harus bisa bangun sendiri."
Entah kenapa Chuuya jadi merasa kehilangan, mungkin karena ia terbiasa membangunkan gadis kecil itu.
"Itu hebat." Jawab Chuuya.
"Tidak tidak, Nana bisa sendiri."
Itulah pertama kali penolakan dari Nana saat Chuuya hendak mengangkat tubuh mungilnya untuk duduk di kursi. Rasa perih menyentuh hatinya, tp Chuuya tetap membantu gadis kecil itu dengan memegang kursi yg hendak di duduki Nana.
"Nana mau makan sendiri!" Seru Nana saat Chuuya menaruh piring berisi makanan di atas meja.
"Ak bisa membantumu, bagaimana jika kau tdk bisa memotong telurnya?" Chuuya sedikit tdk yakin.
"Nana bisa!" Serunya.
Chuuya hanya diam menatap Nana lalu duduk di sebelah Nana, ia berfikir saat Nana pergi ia kehilangan sosok manja dari Nana. Setitik air mata jatuh dari pelupuk matanya.
"Mama, tolong ambilkan Nana minum." Pinta Nana.
Chuuya memberikan botol susu pada gadis kecil itu.
"Bukan, Nana minum dengan gelas!" Tolak Nana.
"Oh, baiklah..." Susu yg ada di botol ia tuang di gelas dan di berikan pada Nana. Chuuya masih membantu gadis itu minum dengan gelas namun Nana menjauhkan tangan Chuuya darinya.
💮💮
"Ayo mandi Nana Chan!" Ajak Chuuya.
"Nana mau mandi sendiri." Gadis itu langsung masuk ke bak mandi dan mulai membasuh tubuhnya sendiri, ia juga merengek tdk mau saat Chuuya membantunya mandi.
"Nana bisa pakai sendiri!" Seru Nana sembari menjauhkan tangan Chuuya darinya.
"Kau blm bisa Nana Chan, lihat kau salah memasukan kancing baju mu." Chuuya memaksa mengambil alih aktifitas Nana saat ia memakai baju.
💮💮💮
"Chuuya kenapa kau murung ?" Tanya Koyou.
"Nee San, ak merasa kehilangan sesuatu dalam hidup ku." Adu Chuuya.
"Tentang apa?" Tanya Koyou.
"Ak merasa kehilangan Nana, dia sudah bisa melakukan banyak hal bahkan menolak bantuan ku." Adu Chuuya.
"Bukankah itu bagus, putri mu sudah mandiri." Ucap Koyou.
"Iya bagus, ak hanya merasa kehilangannya." Adu Chuuya.
"Itu wajar saja karena Chuuya Chan selalu memanjakannya." Sahut Dazai.
"Terkadang kasih sayang orang tualah yg memanjakan anak, kau tdk usah risau Chuuya kau hanya perlu membimbingnya saja agar tdk salah dalam memilih jalan hidupnya."
💮💮💮
Saat Chuuya sedang istirahat, Chuuya dikejutkan dengan tangisan Nana.
"Ada apa Nana Chan?" Tanya Chuuya.
"Mama..... " Gadis kecil itu menyeru dan menaruh kepalanya di paha Chuuya.
"Kenapa bukankah Nana sudah besar kenapa menangis ??" Tanya Chuuya.
"Mama kenapa mama tidak seperti mama yg lain ? Semua teman Nana bilang, mamanya adalah perempuan sedangkan mama laki laki mereka mengejek Nana ma..
" Adu Nana.
Inilah, inilah yg Chuuya takutkan. Semua orang tabu dengan hal seperti ini, mereka hanya menganggap para wanita sebagai ibu.
"Itu karena mama mu jauh lbh istimewa ketimbang mereka Nana Chan." Sahut Dazai.
"Istimewa?"
"Um, yg berbeda dari yg lain itu istimewa jadi kenapa Nana sedih bukankah Mama Chuuya jauh lebih hebat dari mama mereka ? Mama Chuuya bisa lakukan apapun yg tdk bisa dilakukan mama mereka kan?"
Nana berangsur tenang saat mendengar apa yg keluar dari mulut Dazai. Gadis kecil itu menatap Chuuya dan memeluknya.
"Benar...." Jawab Nana.
"Jadi Nana jagan sedih lagi ya."
Nana mengangguk dan memeluk Chuuya yg ada di belakangnya.
.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Let me be with you | DaChu
Fanfiction⚠️BOYLOVE⚠️ Seorang singel mom (:v) yg tak percaya cinta meski sudah diyakinkan. Full sweet family scene Start: 17/05/22 Up: 21/05/22 End: 29/05/22 No ability DaChuu (Dazai X Chuuya) Child: Nana, (name) dan (?)
