Chapter 20

334 34 4
                                        

Pagi ini bukan Chuuya yg menjahili Nana tp gadis kecil itu sepertinya membalas perbuatan Chuuya, saat Chuuya hendak mengajaknya untuk mandi tapi gadis kecil itu malah bersembunyi di suatu tempat.

"Nana Chan, ke mana kau?" Tanya Chuuya sembari mencari keberadaan Nana.
Suara cekikikan terdengar di kuping Chuuya saat ia memanggil Nana dalam usahanya mencari gadis kecil itu.

Chuuya tersenyum dan menatap ke arah hordeng jendela.
"Ke mana gadis kecil ku itu bersembunyi ya?" Chuuya berpura pura tak tahu.
Perlahan Chuuya menghampiri Nana yg sedang bersembunyi.

"DORRR!" Pria itu menangkap tubuh Nana dan langsung menggendongnya.
Memberi ciuman di wajah sampai ke perutnya membuat Nana tertawa karena rasa geli.

"Kau mau bermain main dengan ku ya hmmm!" Chuuya terus membuat Nana kegelian.

Merasa Nana sudah kelelahan karena tertawa dan Chuuya tak mau membuat gadis itu mengompol akhirnya Chuuya mengajaknya mandi walau Nana sempat mengajaknya bermain kejar kejaran.

💮💮💮

Chuuya langsung berdecih saat melihat Dazai sudah berada di ruangan Koyou, entah kenapa setiap melihat Dazai dia ingin memukulnya.

"Yahoooo Chuuya." Sapa Dazai sembari melempar senyum bodoh padanya.

Chuuya hanya berdecih dan memilih untuk mengurus kedua putrinya. Koyou yg melihat reaksi sebal dari Chuuya hanya bisa menahan tawa sedangkan Dazai sudah kegatelan ingin terus mengusik Chuuya.

"Hey Chuuya Chan! Chu-"

BUGH!

Satu pukulan sudah meninju wajah Dazai, membuat pria beriris hazel itu terhuyung kebelakang.

"Heee kejamnya, nanti kedua putrimu itu akan mencontoh hal ini loh Chuuya Chan!"

Tangan Chuuya sudah terkepal erat, namun saat hendak memukul Dazai tiba tiba Nana sudah ada di depan Chuuya.

"Mama?"

Chuuya terpaksa menekan emosinya, membuat Dazai tertawa terbahak bahak.
Chuuya hanya bisa menatap Dazai seolah berkata 'awas kau!'

"Ada apa sayang?" Tanya Chuuya sembari tersenyum pada Nana.

"Susu..." Rengeknya

"Eehh kau sudah minum susu tadi. Bagaiamana jika makan?"

"Susu....susu....susuuu......" Rengek Nana sembari menarik tangan Chuuya.

"Hey nak kau bisa dapatkan susu langsung dari sumbernya lo." Sahut Dazai sembari tersenyum mesum.

"Baiklah Nana Chan, ayo kita minum susu." Chuuya tak menggubris kata kata mesum dari Dazai, ia memilih mengalihkan perhatian Nana dari Dazai.

💮💮💮

"Pak tolong berhenti di supermarket ya ak ingin membeli susu." Seorang supir yg membawa Chuuya dan kedua putrinya langsung berhenti di depan supermarket.

Awalnya Chuuya ingin meninggalkan kedua putrinya di mobil namun melihat supir merokok Chuuya jadi mengurungkan niatnya dan membawa saja kedua putrinya itu bersama dengannya berbelanja.

Chuuya bukan lah tipe yg boros, ia hanya berbelanja seperlunya dan terkadang membeli apa yg dia mau.
Namun saat sedang asik memilih tiba tiba ada yg menepuk bahunya lalu berbisik.

"Lama tdk bertemu ya, boneka sex ku."

Chuuya kenal suara ini, suara orang yg menghancurkan hidupnya, suara yg membuatnya membenci dirinya sendiri, suara yg membuat semua orang membenci Chuuya. Ya suara dari ayah tirinya yg membuatnya layaknya mainan dan harus menanggung malu.

Tubuh Chuuya membeku saat mendengar suara dari pria paruh baya itu, ia takut sampai tak mampu bergerak. Setiap sentuhannya membuka memori kelam di masa lalu.

"Coba lihat wajah mu, kau semakin menggairahkan."
Chuuya menepis kuat tangan pria paruh baya itu saat tangannya menyentuh pipinya.

"Heeee berani sekali hm! Kau dulu adalah boneka kecil yg lucu apalagi saat sedang hamil sanggat menggairahkan."

"MENJAUH DARI KU!" Pekik Chuuya.
(Name) langsung menangis saat mendengar pekikan Chuuya. Mereka menjadi pusat perhatian orang yg berbelanja.

"Dasar bodoh lihat orang jadi memperhatikan kita!" Marah si pria tua.

"Biar saja, biar mereka tahu seperti apa kau itu!" Jawab Chuuya.

"Cih, anak durhaka!"

Pria paruh baya itu seolah ingin membuat Chuuya menderita, ia kemudian membawa Nana dari sisi Chuuya.

"HEY! KEMBALIKAN DIA!"

Chuuya segera berlari menyusul pria bosan hidup itu, ia melihat Nana yg menangis sembari memanggil Chuuya.

"HEY!!!!" Teriak Chuuya.

Saat pria paruh baya itu mencapai ujung jln dan hendak menyebrang ada 4 mobil yg langsung menghalau jalan pria paruh baya itu.

"MINGGIR ORANG ORANG SOK KAYA!"

Satu pistol keluar dari celah  jendela mobil, membungkam teriakan pria paruh baya yg membawa Nana lari.

Dazai keluar dari mobil bagian belakang dan langsung menghampiri pria paruh baya itu.
"Kembalikan anak itu atau kepala mu berlubang!" Ancam Dazai, pandangan mengintimidasi dari Dazai membuat pria paruh baya yg berstatus ayah tiri dari Chuuya itu terdiam.

"APA URUSAN MU HAH?! ANAK INI ADALAH ANAK KU DAN KAU TAK USAH IKUT CAMPUR, SEBAIKNYA PERGI ATAU AKU AKAN MELAPOR POLISI! PER-"

Pistol sudah mendarat tepat di dalam mulut pria paruh baya yg menantang mautnya sendiri.
Dazai menatap tnp rasa apa apa.

"Sekali saja bicara ak akan menarik pelatuknya!" Ancam Dazai.

Nana segera di amankan oleh Koyou, sedangkan sisanya menjadi urusan Dazai.

💮💮💮

"Mama ........" Nana berlari menghampiri Chuuya yg sedang duduk di ranjang sambil menangis.

"Nana Chan!" Chuuya yg melihat kehadiran gadis kecil itu langsung menyambut dan memeluknya, ia benar benar tkt kehilangan gadis kecil itu.

"Mama......" Nana menangis sembari memeluk erat tubuh Chuuya. "Takuut..." Adunya.

"Tidak apa apa, maafkan ak ya." Ucap Chuuya sembari mencium wajah Nana.

Koyou yg ada di situ merasa lega karena semua baik baik saja.

"Anee San bagaimana dg-"

"Tenang saja, sampah sudah kubereskan." Sahut Dazai.

Chuuya segera berdiri dan menarik krah baju Dazai.
"KATAKAN PADA KU, APA KAU MEMBUNUHNYA HAH?!" Chuuya menatap tajam ke arah Dazai.

"Tentu saja, menjebloskannya ke penjara." Jawab Dazai.

"Ada apa Chuuya?" Tanya Koyou.

Chuuya melepas cengkeramannya pada krah baju Dazai.
"Ak hanya tdk mau ada masalah dg saudara tiri ku, itu saja." Jawab Chuuya.

"Jangan cemas, kami semua bersama mu. Lagi pula tak ada yg bs menyakitimu selama bos mafia sendiri yg menjamin keselamatan mu." Ucap Koyou sembari melirik Dazai, wanita itu sengaja membuat Dazai tampak layaknya pahlawan.

.






.







.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang