Chapter 30

386 27 5
                                        

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN..........

Chuuya berjalan menuruni tangga dengan susah payah, dapat terlihat perut si jingga sudah membuncit dan dapat diperkirakan usia kehamilannya sudah 8 bulan. Beban Chuuya semakin berat akibat membawa perut buncitnya yg berisi dua bocah kembar lalu di tambah (name) yg meminta gendong dengannya.

(Name) menjerit saat seorang maid hendak mengambilnya dari gendongan Chuuya, ia jadi begitu dekat dengan Chuuya saat tahu bahwa Chuuya membawa kedua adik bayi dalam perutnya bukan karena (name) ingin melindungi adiknya tp karena dia cemburu.

Saat (name) mulai tantrum ia sering menangis menjerit jerit bahkan memukul perut Chuuya ia jadi merasa jauh dari mamanya saat mamanya sedang hamil.

"Shhh shh.... Sayang jangan menjerit ya." Ucap Chuuya.
Pria omega itu tetap berusaha menggendong (name) hingga menuruni tangga.

Sekali lagi gadis yg sudah berumur 2 tahun itu menjerit dan menangis saat Chuuya menurunkannya dari gendongannya.
"Ehhh shhhh.... Sayang lihat ak sedang menghidupkan TV ak yakin kau sanggat ingin menonton acara kesukaan mu kan..." Chuuya berusaha mengalihkan (name) agar tdk terus menangis.

"Gendong mama!" Rengeknya sembari terus mengalungkan kedua tangannya di leher Chuuya.

"Waaah coba lihat kartun kesukaan mu sudah tayang, ayo kita menonton bersama." Chuuya tak menanggapi keinginan (name) ia mengalihkan pembicaraan dengan mengajak (name) menonton tv.

"Aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!" (Name) kembali menjerit ia tak terpengaruh, ia terus meminta Chuuya menggendongnya.

Chuuya benar benar kesal tp ia tak bisa marah pada gadis kecilnya, ia berusaha tenang dan memberi pengertian.

"Sayang kau kesayangan ku, tp adik mu lelah jika harus menggendong mu sayang."

(Name) frustasi akibat keinginannya tak terpenuhi ia mulai mengamuk dan menghamburkan apa yg ada di meja.
Chuuya tak mengerti gadis kecil itu sanggat berbeda dari Nana, dulu Nana begitu pengertian dan bisa mengalah tp tidak dengan (name).

Sibuk memikirkan (name), Chuuya merasa kedua bayi yg ada dalam perutnya sedang bergerak aktif menendang perutnya seolah meminta perhatian dari Chuuya.

"Kalian cemburu juga hm?" Chuuya mengusap perutnya tepat di mana tonjolan itu terlihat.

"(Name) Chan bagaimana jika kita makan ?" Tawar Chuuya.

"Gendong Mama!!!!" (Name) menghentakan kakinya tanda memaksa.

"Astagaa!!"

Chuuya menepuk jidatnya.

💦💦💦

"Ahhhh pelan pelan nanti mereka bangun."

Chuuya mendesah saat Dazai menggenjotnya, mereka tahu bahwa tdk baik berhubungan intim saat hamil tua tp dorongan seksual ibu hamil membuat keduanya melakukan aktifitas rutin mereka.

Keduanya klimaks dengan cepat dan segera merebahkan diri.

"Bagaimana hari ini?" Tanya Dazai.

"Seperti biasa (name) mengamuk tak karuan." Jawab Chuuya.

Dazai terkikik dan kemudian mengusap perut buncit milik Chuuya sesekali Dazai menusukkan jarinya oada perut Chuuya.
"(Name) merasa kehilangan kehangatan saat kau mendekapnya dan ia merasa akan dapat saingan baru." Ucap Dazai sembari mencium kening Chuuya.

"Hahh iya." Chuuya berusaha menyamankan diri dalam pelukan Dazai. "Ak merasa dada ku sedikit membesar." Lanjut Chuuya dan di sambut tawa dari Dazai.

"Tentu saja, ASI akan keluar dari sana." Jawab Dazai.

"Bodoh!" Gumam Chuuya.

.













.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang