Melihat kedua putrinya, Chuuya jadi ingat bahwa mereka belum pernah jalan jalan selama ini, sebab selama ini Chuuya sibuk bekerja. Chuuya jadi punya ide untuk pergi menyegarkan pikiran sekaligus bisa mengajak Nana bermain sebab gadis kecil itu sedang aktif dan ingin tahu banyak hal.
"Sudah siap ?!" Seru Chuuya
"Yaaa!!!" Jawab Nana.
Chuuya kemudian menggendong Nana dan mendorong kereta bayinya.
Gadis kecil itu nampak antusias dan terus bertanya kapan akan sampai.
"Naaah kita sudah sampai." Ucap Chuuya sembari menurunkan Nana dari gendongannya.
"Waaaa...."
Chuuya hanya bisa mencubit pipi Nana akibat ekspresi imut dari gadis berusia 2th itu, mungkin karena baru pertama melihat banyak orang Nana langsung meminta gendong pada Chuuya.
Chuuya dan kedua putrinya menuju ke taman bermain dalam ruangan, Chuuya hanya ingin agar gadis kecilnya bahagia karena itu ia rela berhutang pada Tomoe untuk menambah uang.
"Ayo!" Chuuya mengajak Nana ketempat yg pasti di sukai anak anak (bahkan author yg udah besar ini jg msh suka ke tempat ini dg tnp rasa malu. Mengajak bocil kematian hanya agar bs main di tempat itu) yaitu tempat mandi bola.
Tampak sekali bahwa gadis itu bahagia dan menyebutkan setiap warna yg diajarkan Chuuya padanya.
Di tempat itu juga tak hanya wahana mandi bola, tapi juga ada trampolin dan labirin sederhana. Karena Nana terus berjalan Chuuya jadi kesulitan mengejar gadis kecil itu, berkali kali Chuuya memanggil Nana tp karena Nana sanggat antusias ia tak mendengarnya.
"Di mana Nana ? Astagaa pilihan yg salah mengajaknya ke sini." Gumam Chuuya, iris safirnya terus bergerak mencari di mana malaikat kecilnya. Walau tempat bermain tdk ramai tp karena banyak permainan dan sanggat mendukung untuk anak kecil menyelinap ke sana ke mari itulah yg menyulitkan Chuuya.
"Astagaa nak di mana kau?! Jgn sampai ak kehilangannya." Batin Chuuya mulai semakin gelisah.
💮💮💮
Hampir 1 jm Chuuya berkeliling namun tak kunjung menemukannya, ia sampai berkeringat dingin dan menangis karena Nana tak juga ditemukan olehnya.
Namun telinganya menangkap suara yg amat familiar baginya, suara Nana tak jauh darinya ia menoleh ke kiri dan kanan saat menoleh ke belakang barulah ia melihat Nana sedang mengenggam tangan seseorang, seseorang dengan tangan berbalut perban dan jas hitam bersyal merahnya.
Ekspresi tkt Chuuya berubah menjadi kesal.
"Nana!!" Panggilnya sedikit tegas.
"Ehehee mama...." Nana kemudian berlari menghampiri Chuuya dan memeluk kakinya.
Chuuya menatap sinis ke arah Dazai
"Apa apaan semua ini?" Tanya Chuuya saat Dazai mendekatinya.
"Ara, seharusnya kau berterimakasih karena ak menemukan gadis manis ini menangis di pintu keluar." Ucap Dazai tanpa rasa takut.
Chuuya melirik ke arah Nana lalu berjongkok di depannya, menatap dingin ke arah gadis kecil itu.
"Ma..maaa...." Suara gemetar gadis kecil itu melemahkan htnya.
"Ak sudah bilang jgn berlari kan? Tempat ini luas bagaiamana jika ak tak bisa menemukan mu hm... Bagaimana jika ak meninggalkan mu ?"
Tentu apa yg ditanyakan Chuuya hanya mengundang tangis bagi gadis kecil itu, tak mau Nana semakin menangis Chuuya langsung memeluknya.
"Sudah jgn menangis lagi, janji jagan pergi jauh dari ku ya kau tahu ak tak bisa tidur tanpa memelukmu." Ucap Chuuya sembari mencium gemas kedua pipi tembem Nana.
💮💮💮
"Katakan pada ku, kenapa kau bisa di sini? Kau ini aneh, jgn jgn kau memata matai ku ya?"
Chuuya menatap sinis ke arah Dazai yg duduk di sebelahnya di dalam mobil.
"Ya ak membuntuti mu dan memata matai mu, karena ak ingin tahu ke mana saja kau pergi dan apakah kau sudah memutuskan ingin bekerja dengan ku atau tdk."
"KAAAAUUUUUUU!!!!"
Dazai menatap mengejek ke arah Chuuya sedangkan pria itu glagapan karena (name) terbangun dari tdrnya, amarahnya hilang begitu saja dan dia fokus menenangkan (name).
Dazai sanggat mengagumi sosok Chuuya yg begitu mengutamakan kedua putrinya, ia adalah sosok ibu yg pasti dicemburui wanita di luar sana.
💮💮💮
Malam harinya (name) mendadak begitu rewel, ia tak mau dibaringkan ke tempat tidur dan hanya ingin digendong oleh Chuuya. Ia sanggat hawatir pada gadis mungil itu, takut jikalau putrinya itu sakit.
Chuuya segera mengambil termometer untuk mengecek suhu tubuh putrinya, dan benar saja dia sedang demam tinggi.
"Shh.... Shh... Tenang (name), itu tidak apa apa." Ucap Chuuya.
Ia bingung dan tak tahu harus bagaimana karena hari sudah mulai larut malam, tak mungkin pergi dan meninggalkan Nana sendirian di rumah.
Chuuya berusaha meredakan tangis putrinya dengan memberinya susu namun gadis itu menolak dan terus menangis.
Chuuya memutuskan untuk memberi plester demam untuk (name) dan berharap ia tdk menangis sampai besok pagi.
Setiap kali Chuuya merasa (name) sudah tenang dan akan menaruhnya di box bayi, (name) kembali menangis alhasil ia memangkunya sembari bersandar di tembok. Sesekali (name) merengek meminta Chuuya bersuara untuknya atau sekedar meminta perhatiannya.
"Mungkin dia kelelahan karena tadi pagi." Batin Chuuya.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Let me be with you | DaChu
Fanfiction⚠️BOYLOVE⚠️ Seorang singel mom (:v) yg tak percaya cinta meski sudah diyakinkan. Full sweet family scene Start: 17/05/22 Up: 21/05/22 End: 29/05/22 No ability DaChuu (Dazai X Chuuya) Child: Nana, (name) dan (?)
