Chapter 18

318 35 0
                                        

Asami masih mendendam dengan kejadian kemarin, emosinya meningkat saat melihat Chuuya datang ke ruangan bersama kedua putrinya.
Wajahnya masam mencuka dan bibirnya langsung mengomel.

Saat asik mengomel dalam hati, Asami mendapat ide untuk menjahili Chuuya sebagai balas dendam. Bibirnya melengkungkan senyum kebanggaan.

Asami pergi ke dapur, menaruh larutan air keras ke dalam gelas khusus yg ia punya.
"Time to party." Ucapnya dengan wajah bahagia.

Wanita itu berjalan menuju Chuuya yg sedang duduk di sofa sambil minum teh, Asami dengan aktingnya berpura pura terpeleset hingga air jatuh mengenai tangan Chuuya.

"ARGGGHHHHH....!!!!"

Akibat air berbahaya itu, tangan Chuuya terluka dan dengan aktingnya Asami berteriak minta tolong.
Wanita bodoh itu tak tahu jika Dazai memperhatikan dari CCTV.

Chuuya masih mengerang kesakitan dengan luka yg ia dapat, lukanya hingga mengenai telapak tangan akibat air yg terlalu berlebihan.

"Kemari!" Dazai menarik Chuuya melepaskan baju pria beriris safir itu lalu membawanya menuju kamar mandi, pria beriris hazel itu mencuci tangan Chuuya dengan air mengalir selama 20 menit tentu saja Chuuya masih menahan rasa sakitnya.
Setelahnya Dazai membalut luka di tangan Chuuya tepatnya tangan kanan Chuuya dengan kasa lalu mengajaknya ke dokter.

Kali ini yg akan tamat bukanlah Chuuya melainkan Asami, wanita itu sudah diamankan oleh para mafioso.

"Mati ak, ak bs dihukum mati."

💮💮💮

"Kau tau kan apa hukuman bagi anggota yg berkhianat?" Tanya Dazai pada Asami yg duduk tertunduk di hadapannya.

"Tapi bos ak tdk berkhianat." Jawab Asami.

"Kau tdk berkhianat tp kau mengkhianati kepercayaan ku hanya karena kesal pada Chuuya."

Dazai tak mau tau dia langsung memerintahkan orang orangnya untuk mengeksekusi mati wanita yg membuatnya muak.

"Kau wanita hrsnya bersikap dengan baik." Ucap Dazai sebelum Asami dieksekusi mati.

Chuuya berlari menghampiri ruang eksekusi dan berniat menghentikan eksekusi pada Asami namun ia kalah cepat 3 tembakan sudah membunuh wanita itu membuat Chuuya syok.

"Areee Chuuya, kau ke sini ? Apa kau sudah lebih baik?" Tanya Dazai sembari menghampiri pria pendek yg terpatung di ambang pintu.

"Kenapa?"

"....?"

"Kenapa kau harus membunuhnya ?" Tanya Chuuya sedikit tak terima.

"Ini sudah hukuman dari kami." Jawab Dazai.

"Tidakkah kau berfikir bagaimana perasaan keluarganya ?" Chuuya bertanya demikian karena ia sempat tak sengaja bertemu dengan keluarga Asami.

"Ini sudah bagian dari hukuman."

"Ak memang tdk tahu mengenai mafia ini, tapi setahu ku hukuman mati untuk orang yg pernah melakukan hal keji tp wanita ini ia tak sengaja menyiram air berbahaya pada ku "

"Chuuya kau harus tahu bahwa dia sengaja melakukan itu.."

"Bagaimana kau tahu?"

"Ak bosnya dan ak tahu bagaimana sifatnya, bos seperti ayah bagi anak buahnya jika bos tdk tahu tabiat anak buahnya maka ia tak akan layak dipanggil bos dan jika hukuman tdk ditetapkan maka anak buah hanya akan menjadi anak nakal." Jelas Dazai.

Chuuya hanya bisa terdiam, ia baru tahu sifat tegas Dazai selama ini ia hanya melihat sisi lain darinya namun ada sisi lain yg membuat Dazai sanggat ditakuti.

💮💮💮

Karena tangan kanan Chuuya terluka, ia jadi kesulitan untuk melakukan pekerjaaan termasuk merawat kedua putrinya.
Alhasil Chuuya meminta maid yang ditugaskan Koyou untuk membantunya merawat kesua putrinya selama tangannya masih sakit.

"Ano Chuuya Sama, Nona (name) tdk mau minum susu." Adu salah seorang Maid.

"Bawa ke mari, ku rasa jika hanya memberikan susu ak bisa melakukannya."

Sembari menahan sakit di tangannya, Chuuya berusaha memberi susu pada (name). Rupanya bayi itu hanya mau minum susu jika Chuuya yg melakukannya. Sesekali Chuuya meringis kesakitan saat tangannya yg terluka tdk sengaja terkena kaki dari putrinya.

"Mama ayo mandi!" Ajak Nana.

"Nana Chan kau mandi dengan Hime San ya. Ak sedang sakit."

Nana yg melihat tangan ibunya sakit hanya bisa terdiam tak mengerti, nana tetap meminta dimandikan oleh Chuuya sembari menangis. Mau tak mau pria itu terpaksa melakukannya dengan tangan kiri.

Chuuya berharap lukanya bisa segera pulih, ia tahu luka ditangannya akan meninggalkan bekas tp ia tak memusingkannya sama sekali selama tangannya masih bisa digunakan untuk merawat dua putri kesayangannya.

💮💮💮

"Apa yg membuat mu berfikir keras, Dazai Kun?" Tanya seseorang yg sedang bertamu di ruangan pribadi milik Dazai.

"Dia pasti memikirkan Chuuya, Mori San." Sahut Koyou yg baru tiba diruangan.

Dazai menjawab dengan senyumnya, tebakan Koyou sanggat tepat.

.




.




.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang