Chapter 14

326 40 4
                                        

"Ayolah Nana, ini sudah siang dan kau harus mandi!" Chuuya membujuk Nana untuk segera mandi, ia tak ingin putrinya jadi pemalas soal kebersihan.

"Ticak mau!" Tolaknya.

Nana terus menghindari Chuuya yg berusaha menangkapnya.

"Baik jika kau tak mau mandi, ak akan pergi bersama (name) dan meninggalkan mu sendirian." Selalu jadi hobi Chuuya saat gadis kecilnya tak mau menurut yaitu mengusilinya.

Nana sama sekali tak terpengaruh ia tetap menolak mandi.
Chuuya tak mau kalah darinya, ia membawa (name) dan bersembunyi di suatu tempat.

Nana terus mengabaikan, sampai ia merasa hening dan mulai mencari cari di mana Chuuya berada.

"Mama?" Nana terus berkeliling untuk menemukan Chuuya ia bahkan ke kamar mandi dan membuka kamar namun tak menemukan sosok Chuuya.

Gadis kecil itu mulai frustasi dan menjatuhkan bonekanya, lalu menangis sekuat kuatnya.
"Mama..... Huwaaa....."

Rupanya Chuuya bersembunyi di luar rumah dan dia dengar tangisan Nana, awalnya ia masih tersenyum saat Nana kebingungan namun saat gadis kecil itu menangis Chuuya segera masuk.

"Tidak.... Tidak.... Shh.... Nana.... Lihat ak di sini." Ucap Chuuya berdiri di belakang Nana.

"Hikss... Mama..."

Chuuya kemudian memeluk Nana dan menghapus air matanya, terlihat sekali raut ketakutan Nana saat itu.

"Mamaaa..... Huwaaa..."

"Eh.... Sh.... Shhh jangan menangis, maafkan ak ya." Chuuya menghapus air kata Nana sambil mencium keningnya.

"Mama ke mana ?" Tanya Nana.

"Itulah Nana tdk mau mendengarkan ak jadi apa kau mau mandi?" Tanya Chuuya dan gadis kecil itu langsung mengangguk.

💮💮💮

"Huwaaaahhhh..." Chuuya menguap begitu lebar hingga ada air mata yg jatuh di ujung matanya.

Bagaimana tdk, hampir semalaman Chuuya tdk tidur karena (name) yg tiba tiba rewel hampir semua yg ia lakukan selalu membuatnya menangis. Saat sedang tenang dan Chuuya hendak tidur, Nana malah terbangun dan mengajaknya bermain, gadis itu juga menangis saat Chuuya mengajaknya untuk tdr.

"Lelahnya...."

Perlahan kedua mata Chuuya tertutup fan ia mulai berbaring di sofa.

Hampir 1 jm lebih Chuuya terlelap di sofa, ia bahkan lupa harus menjaga kedua putrinya.

Sampai mimpinya terganggu saat mendengar tangisan (name) dari kamar yg begitu kuat, bayi itu menangis tanpa henti hingga membuat Chuuya gelagapan dan segera berdiri lalu berlari menuju kamar sampai kepalanya terbentur tembok.

Namun ia langsung mematung seketika saat melihat seorang pria dengan jas hitam tengah menggendong (name) yg menangis sambil menjerit jeri.

"Kau apa yg kau lakukan di sini?!! Kemarikan!" Chuuya segera membawa (name) dalam gendongannya, ia melihat ada memar merah di kepala bayi itu.

"Dia jatuh, ak masuk dengan terpaksa karena mendengar tangisannya." Jawab Dazai.

(Name) menangis sampai menjerit jerit karena rasa sakit yg ia rasakan di kepalanya.
"Shh... Shhh sayang maafkan ak ya...."

Chuuya segera membuatkan susu agar bayi itu bisa tenang, namun bukannya menerima bayi itu terus menangis membuat Chuuya semakin cemas.

"Sayang.... Shhh... Shh.... Sayang...." Ucap Chuuya terus menenangkannya meski bayi itu masih terus menangis dan menjerit kesakitan.

Dazai segera ke dapur dan membuka kulkas untuk mendapatkan es batu, pria itu menaruh es di dalam sapu tangannya lalu kembali ke tempat Chuuya berada.

"HEY! Mau apa kau?" Pekik Chuuya dalam kepanikan

"Sudah diam!"
Dazai memberikan kompres pada memar dengan sedikit benjol di kepala bayi itu.

Tangisannya mereda walau masih terdengar ia hendak menangis lagi, Chuuya kemudian memberikannya susu agar ia bisa tenang sedikit.

"Hallo! Bisa kau datang ke sini ak akan memberikan alamatnya padamu." Dazai hanya berbicara singkat di telpon lalu segera menutup telponnya.

💮💮💮

"Putri mu baik baik saja, untung tdk ada hal yg parah. Kita akan tahu setelah beberapa hari tolong cek keadaannya ya jika dia mulai muntah maka datanglah ke dokter secepatnya." Dokter segera pergi dan menyisakan ketiga orang yg saling berdiam.

"Ternyata kau bisa lalai juga ya, Chuuya?" Dazai mulai buka suara dengan nada menyebalkan.

"Cih ak juga manusia." Sahutnya.

"Ya kau benar, jgn lupa pesan dokter tadi." Ucap Dazai.

"Ak ingat, memangnya kenapa hah?"

"Ya kau harus terus memantaunya, jika kau tdk ingin dia gegar otak."

Yg dikatakan Dazai barusan, terus membekas di benak Chuuya ia takut bahwa bayinya sakit parah.

💮💮💮

Hampir semalaman Chuuya terus terbangun dari tdrnya, ia takut terjadi sesuatu dengan (name) karena lelah trs bangun dari tdr Chuuya putuskan untuk tdk usah tdr sembari mengawasi keadaan (name).

Saat gadis kecil itu bergerak, Chuuya langsung melihatnya dan mengusap kepalanya. Sesekali Chuuya bicara bahwa dia ada di sini untuknya  bahkan sembari menangis.

"Kau punya orang tua yg buruk ya, (name)." Batin Chuuya.

Seolah tau apa yg dibatin oleh Chuuya, (name) terbangun dan sedikit merengek.

"Shhh..... Ak di sini... Hmm..." Chuuya memangku tubuh gadis mungil itu sembari menepuk pelan belakang tubuhnya.

"Jangan sampai hal buruk terjadi."
.






.



.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang