Chpater 16

341 40 14
                                        

Besok adalah hari pertama Chuuya bekerja, ia gugup bahkan sampai tdk bisa tidur. Ia berfikir apa yg bisa dilakukannya sekolah saja hanya tamat SMA, selalu dapat nilai tdk memuaskan bahkan pernah tdk naik kelas.

Chuuya mengutuk diri sendiri akibat kebodohannya dan berharap kedua putrinya tdk seperti dia.

Malam ini Nana juga tdk bisa tdr, ia sudah menghabiskan dua botol susu namun tak kunjung tdr. Chuuya paham bahwa suasana baru memerlukan adaptasi.

"Sayang apa kau lapar ?" Tanya Chuuya saat melihat putrinya itu hanya mengusapkan wajahnya di dada Chuuya.

"Susu...." Rengeknya.

"Tidak sayang kau sudah terlalu banyak minum, ak tdk mau kau kenyang karena air. Kita makan ya." Ajak Chuuya.

"Ticak! Hiks.... Hiks...."

Chuuya mulai bisa menebak ke arah mana situasi ini akan pergi, ya nana akan menangis dan meminta macam macam setelah ini.

"Bagaimana jika kita menghitung domba?" Tawar Chuuya dan Nana menjawabnya dengan tangisan.

"Umm bagaimana jika mendengarkan dongeng?" Tawarnya lagi dan mendapat jwban yg sama.

"Gendong!"

Ini dia yg Chuuya pikirkan, tebakannya tepat nana masti minta digendong dan dia tak pernah bisa berkata 'tidak' pada gadis itu.

Akhirnya pria berambut jingga itu menggendong Nana sambil sesekali bersenandung untuknya.

💮💮💮

"Dengar ya, kalian harus memberikan susu untuk (name) dengan suhu yg pas biasanya dia akan meminta mandi terlebih dahulu air hangatnya juga harus pas suhunya, untuk Nana dia sanggat suka sup buat nasi dengan tekstur basah untuknya, mereka harus tidur di jam 1 siang." Pesan Chuuya pada dua Maid yg ditunjuk Koyou untuk merawat Nana dan juga (name).

"Kami mengerti Chuuya Sama." Jawab mereka kompak.

Chuuya dibuat terbang dengan julukan 'Sama' kepadanya ia tak biasa.

"Ayo Chuuya Kun." Ajak Koyou.

Saat Chuuya melangkahkan kakinya keluar rumah, ia mendengar Nana memanggilnya dari lantai dua.

"Nana?" Chuuya melihat gadis kecil itu hendak berjalan turun dari tangga, ia tau bahwa Nana tak pernah menuruni tangga sebelum ini.
Chuuya segera berlari menuju lantai dua, untuk menghalangi Nana menuruni tangga rumah.

"Mama?!" Gadis kecil itu masih mengantuk dan merengek padanya.

"Ada apa sayang, hm ak harus pergi kerja Nana di sini saja ya bersama (name) chan." Ucap Chuuya.

"Ikut!!" Pintanya.

"Tidak nak, tetaplah di rumah dan temani adik mu ya."

Gadis kecil itu mulai menangis di depan Chuuya dan tak mau melepaskan tangan Chuuya.

Meski Chuuya berkata tidak tp Nana tetap bersikeras ikut dan menangis di depan Chuuya.

"Mungkin dia belum mengenal tempat barunya, kau bisa mengajak kedua putri mu bersama mu Chuuya." Ucap Koyou sembari menghampiri Chuuya yg masih ada di lantai dua.

"Apa boleh?" Tanya Chuuya dan mendapat anggukan dari Koyou.

💮💮💮

Chuuya merasa baru dengan situasinya saat ini walau bagaimana pun dia akan jadi asisten seorang mafia.
Ia hawatir jika tak bisa menjalankan tugas dengan baik.

"Nah Chuuya Kun, kau di sini akan jadi asisten ku. Ini tugas pertama mu, kau tinggal membuat laporan ini dan berikan pada Dazai ya." Ucap Koyou sembari memberi kertas berisi catatan yg ditulis oleh wanita berkimono itu.

"Ba-baik."

"Kau bisa menggunakan laptop bukan?" Tanya Koyou.

"Ya, tentu." Jawab Chuuya.

Setelah Koyou pergi, Chuuya segera memulai aktifitasnya. Hal yg pertama ia lakukan adalah merapikan meja milik Koyou dan mulai membuka laptopnya.

Beberapa menit setelah Chuuya memulai, pria itu sudah di usik dengan suara rengekan (name) yg terbangun dari tdrnya. Chuuya melirik ke arah (name) dan melihat gerakan kecil dari (name), Chuuya tetap meneruskan kerjanya karena merasa bahwa (name) kembali tdr namun dugaannya salah gadis mungil itu mulai mengeluarkan suara tangisan dengan intensitas yg semakin naik.

"Shhhh.... Shh... (Name) Chan tenanglah nak, ak di sini tunggu sebentar ya." Chuuya masih berusaha mengetik beberapa kalimat namun nampaknya tangisan (name) menguji kesabaran Chuuya.

"Argggghhhh!" Chuuya segera menghampiri (name) yg menangis di ranjang kecil yg koyou siapkan, ia merasakan basah di bagian bawahnya. Chuuya tau bahwa ini saatnya untuk mengganti celananya dengan pampers.

"Nah sudah ya, ak akan meneruskan kerja ku."  Saat Chuuya menidurkan gadis mungil itu, ia kembali menangis tak mau diturunkan.

"Sayang ak ini harus kerja, tolong mengertilah nak." Ucap Chuuya namun (name) tetap menangis ia butuh Chuuya ia butuh ibunya.

Dengan terpaksa Chuuya bekerja sembari memeluk gadis mungil itu.

"Lihatlah Nee San dia manis sekali bukan?"

"Yaa.... Ak iri."

Kedua orang itu tengah bicara sambil menatap monitor yg menampilkan aktifitas Chuuya.

💮💮💮

"Maaf Nee San ak belum menyelesaikan tugas yg kau berikan." Ucap Chuuya saat melihat Koyou tiba di ruangannya.

"Tak masalah ak tahu menjaga anak sambil bekerja itu sulit." Jawab Koyou memaklumi keadaan Chuuya.

Saat (name) & Nana tdrlah baru Chuuya bisa menyelesaikan tugas pertamanya, ia sedikit kecewa ia rasa bahwa catatan 2 lembar saja tak mampu dia selesaikan. Ia jadi membenarkan kata kata ayah tirinya saat menyetubuhinya bahwa dia hanyalah orang bodoh yg bernyawa.

"Setidaknya Chuuya Kun adalah orang yg baik."

Chuuya ingat kata kata itu, kata kata yg selalu diucapkan Hoshi sahabatnya untuk dirinya.

"Dia sudah terlalu banyak berkorban untukku, semoga dia bahagia." Monolog Chuuya sambil menatap bintang bintang.
.


.


.





.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang