Chapter 17

319 37 13
                                        

Pagi pagi sekali Chuuya sudah bangun dan mulai bersiap untuk bekerja, ia yakin bahwa ia akan memuaskan semua orang termasuk bos mafia Dazai Osamu si brengsek sok keren itu.

Baru saja Chuuya selesai berpakaian rapi, tapi (name) sudah bangun dan saat Chuuya menggendongnya gadis itu mengompol alhasil baju yg ia pakai basah karena putrinya.

"Hahhh sayang apa yg kau lakukan hmm?!"
Chuuya kembali duduk di kursi dan melepas semua pakaian milik (name).

Chuuya sebenarnya tak suka jika kotor dan tdk mandi, karena itulah ia memutuskan untuk mandi lagi bersama si mungil (name).

Apa yg dijadwalkan Chuuya ternyata meleset, ia belum membangunkan Nana dan jam sudah menunjukan pukul 6.45 pagi. Buru buru Chuuya membangunkan Nana untuk mengajaknya mandi, meski gadis kecil itu sulit bangun.

"Jika Nana masih mau tdr, ak akan meninggalkan Nana di sini ya nanti sore ak baru pulang kerja bersama (name)."

Chuuya kemudian mendiamkan Nana dan bersembunyi di balkon, ia dapat melihat gadis kecil itu membuka mata safarnya lalu mencari kehadirannya.

"Ma..maaa?"

Seperti biasa Chuuya selalu bisa mengusili Nana, membuatnya menangis baru ia akan datang menghampiri Nana.
Nana pun hanya bisa menangis sambil memeluk Chuuya.

"Ayo kita mandi!" Ajak Chuuya, gadis itu hanya mengangguk dan menghapus air matanya.

💮💮💮

"Yaa hooo, selamat pagi!" Sapa Dazai sembari menghampiri Chuuya dan kedua putrinya yg baru datang.

"STOP! Jangan mendekat, kau bisa menularkan hal buruk pada mereka."

Perkataan Chuuya memang sedikit menyinggung perasaan si bos mafia, pria keji itu mati matian menyembunyikan topeng aslinya namun tetap saja ia dapat hal yg tak baik.

"Hahhh, Chuuya... Kau ini kejam sekali memangnya kau sudah lama memperhatikan jalan hidupku humm?" Dazai bertanya pada Chuuya sambil menghampiri mereka.

"Semua orang akan langsung tahu begitu melihat matamu." Jawab Chuuya sembari berjalan melewati Dazai yg hanya diam menatap hampa.

"Kau benar Chuuya, kau yg lebih tau tentang rasa sakit dan penderitaan." Batin Dazai.

Dazai masih ingin menganggu Chuuya, karena itu ia mengekori Chuuya dan sesekali bersembunyi agar Chuuya tak menyadari jika dia dibuntuti.

"Selamat pagi, Chuuya Kun." Sapa seorang wanita yg sedang membaca bukunya.

"Pagi juga, Asami." Balas Chuuya.

"Hari ini ada banyak dokumen yg belum di salin ku harap kau bisa menyelesaikannya." Ucap Asami sembari melirik ke arah 5 tumpukan kertas di atas meja.

"Akan ku usahakan." Jawab Chuuya.

"Yaaa semoga saja kedua putri mu itu tdk berulah lagi."

Entah kenapa, Chuuya sedikit tersinggung dengan perkataan Asami barusan. Namun sebisa mungkin Chuuya tetap tegar, walau bagaimana pun posisinya dengan Asami jauh berbeda dan secara teknis Asami adalah seniornya.

Chuuya menepis perih hatinya, ia kemudian membaringkan (name) di ranjang dan membiarkan Nana mencoret warna di kertas. Sebelum meninggalkan (name), Chuuya sempat menciumnya terlebih dahulu.

TOK....

TOK...

TOK...

"Pintunya tdk dikunci!" Sahut Asami.

"Nona Asami anda dipanggil oleh bos." Seorang mafioso menyembulkan kepalanya dari luar pintu.

"Baik..."

💮💮💮

"Cih seenaknya saja! Mentang mentang bos!!! Hihh ini semua gara gara banci itu."  Gerutu Asami sembari duduk di sofa.

"Ada apa Asami San?" Tanya Chuuya.

Mendengar suara Chuuya saja sudah membuat darah wanita itu mendidih, ia berdiri dan menghampiri meja menatap tajam Chuuya sejenak.

BRAKKK!

Asami memukul kuat meja di hadapannya, membuat (name) menangis karena terkejut dan Nana yg juga ikut menangis karena hal yg sama.

"DENGAR YAAAA!!! NAKAHARA SAN, INI SEMUA GARA GARA KAU!! AK JADI MENDAPAT SURAT PERINGATAN DARI BOS HANYA KARENA DIRIMU SEPERTINYA BOS MEMANG SUDAH KEHILANGAN AKAL KARENA DIRIMU!!!! DAN SATU HAL APAKAH KAU TIDAK MALU BANCI? MEMBAWA ANAK HASIL HUBUNGAN ANEH MU YANG BERISIK ITU KE TEMPAT KERJA, DATA YANG SEHARUSNYA KAU KERJAKAN AK YG HARUS MENANGGUNGNYA DAN KAU HANYA DAPAT SISA SISA YG TAK TERLALU BANYAAAK!!!! HEEEEEHH!!."

Chuuya tak bisa berkata apa apa bahkan ia tak berkedip sama sekali, wanita seperti Asami yg nampak tenang ternyata bisa marah dan berkata hal yg menyakitkan. Baru kali ini ada yg memanggilnya 'banci', Chuuya hanya bisa mengelus dada. Ia lalu menggendong (name) dan memeluk Nana untuk menangkan kedua putrinya. Ia bisa saja membalas Asami, namun ia tahu bahwa Asami seorang wanita Chuuya bisa tahan dipukul atau dihina tp mungkin saja Asami tdk.

Ia jadi menangis, ia berfikir apakah serendah itu dirinya dan juga kedua putrinya sampai orang pun sanggup berkata menyakitkan.
Chuuya hanya bisa menangis sembari memeluk kedua putrinya yg ikut menangis.

💮💮💮

"Cih seenaknya saja dia, apa bos ini lupa kalau ak sudah bekerja dengannya sejak lama." Gerutu Asami sembari berjalan, wajahnya masam dan cara berjalannya juga tdk benar.

"Itu pantas kau dapatkan nona, menghina orang itu tdk baik." Sahut Koyou dari arah belakang.

"Memang apa yg salah itu fakta kok, dua bocah itu memang menghambat kerja." Asami masih tdk merasa bersalah.

"Iya tp tdk baik jika menghina sampai membuat orang terluka." Jawab Koyou masih berusaha tenang.

"Cih lagi pula kenapa bisa sih seorang laki laki bodoh bekerja di sini me-"

"SEBAIKNYA DIAM JIKA TDK BISA BICARA YG BAIK NONA! WANITA ITU SEHARUSNYA ANGGUN BAIK DARI CARA DIA BERJALAN MAUPUN BERBICARA." Tegas Koyou.

"Hm..." Asami diam menyimpan marah ia lalu pergi meninggalkan gedung mafia.

Karena Chuuya belum memulai apapun dan pria omega itu juga masih terguncang akhirnya tugas Chuuya diselesaikan oleh orang lain dan Koyou meminta Chuuya untuk pulang dan beristirahat.

.







.





.
TBC

Let me be with you | DaChuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang