"AUCHHH....."
Pekik Chuuya saat ia memaksa tangannya untuk menggendong (name) yg sedang rewel di tengah malam. Ia sampai menitikan air mata karena rasa sakit yg ia rasakan.
"Shhh ... Shh.... Ada apa (name) sayang?" Tanya Chuuya, namun gadis mungil itu hanya menangis tanpa alasan.
"Kau lapar ? Baik ak akan membuatkan susu kesukaan mu ya." Chuuya meletakan (name) di ranjang dengan penuh perjuangan.
Semua rasa sakit yg dirasakannya, ia tahan demi menenangkan putrinya. Sesekali Chuuya meringis kesakitan namun tetap berusaha menghibur (name).
Setelah (name) tertidur, barulah pria itu mengatur nafas sembari menahan rasa sakit di tangannya. Ia kewalahan dengan keadaannya dan merasa tak berdaya baru saja dia bekerja namun harus diliburkan akibat sakit.
💮💮💮
Sepanjang hari Chuuya hanya duduk dan berbaring, pria itu masih malas melakukan apa apa bahkan meminta beberapa maid untuk mengurus Nana atau (name) yg pasti pada akhirnya ia juga yg harus membuat kedua bocah itu diam.
"Rupanya kedua putri mu itu tak bisa hidup tanpa mu ya Chuuya Kun."
Baru saja Chuuya hendak menutup mata akibat kantuk yg datang, ia dikejutkan dengan suara Koyou yg bicara tiba tiba.
"Ah Anee San." Chuuya kembali bangkit dan duduk di tempatnya.
"Putri mu (name) dia menangis di bawah sepertinya dia merindukan mu." Ucap Koyou.
Chuuya hanya diam dan berusaha mendengar suara tangis bayinya.
"Ya kami selama ini selalu bersama, dia hanya merasa asing dengan sentuhan orang baru menimbang sejak baru dilahirkan dia dan juga Nana tak pernah bertemu bahkan dipeluk orang lain." Jelas Chuuya.
"Biar ku lihat luka mu dan akan ak ganti perbannya." Koyou membuka pelan pelan perban di tangan kanan Chuuya untuk melihat keadaan tangannya.
"Penyembuhan luka mu lumayan cepat Chuuya." Koyou mengoleskan salep ditangan pria itu. "Kau tak butuh perban lagi. Mungkin 3 hari lagi luka mu akan sembuh tp bekasnya akan sulit hilang."
"Ak tahu." Jawab Chuuya.
"Ngomong ngomong selama 4 hari ini siapa yg merawat luka mu?" Tanya Koyou.
"So-soal itu si brengsek Dazai yg melakukannya." Wajah Chuuya sedikit merona saat membahas Dazai.
Koyou tersenyum melihat wajah Chuuya yg merona.
"Pantas saja balutan perbannya sanggat rapi."
💮💮💮
"Yahooo, cebol!" Dalam hening suasana Dazai tiba tiba menyerbu dengan suara bodohnya.
"Cih kau menganggu, bagaimana jika mereka bangun?" Hanya itu jawaban Chuuya dan Dazai hanya tersenyum bodoh ke arah pria berambut jingga.
"Lalu siapa td yg kau nilang cebol hah?"
Dazai tertawa dan menunjuk ke arah Chuuya
"Tentu saja itu kau cebol." Tegas Dazai.
"Cih ak hanya kurang minum susu sejak kecil, makanya ak memberikan banyak susu untuk mereka."
Lagi lagi Dazai tertawa dan kali ini terlihat seperti gatal menggelitik ke perutnya.
"Hey cebol sekali pendek tetap saja pendek, lagi pula pendek seorang anak menurun dari orang tuanya. Hahahahaha.... Lihatlah Nana di usianya yg sudah 2 setengah tahun tubuhnya juga pendek seperti baru berumur 1 tahun."
Kesabaran Chuuya tinggal 1%, pria omega itu sudah mengepalkan kedua tangannya.
"Tidak masalah ak pendek..." Chuuya mencengkram krah baju milik Dazai dan menatap tajam ke arah pria jangkung di depannya "... Tapi jangan menghina putri ku!"
"Iya iya... Ak mengerti maafkan ak."
"Cih!" Chuuya mendorong Dazai dan ia duduk di tepi ranjang memandang kedua putrinya yg masih terlelap.
Dazai berjalan menuju ranjang di mana Chuuya berada. Ia melihat Chuuya sedang mengusir nyamuk yg menganggu kedua putrinya. Sesekali Chuuya bersenandung untuk meredakan kegelisahan putrinya.
.
.
.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Let me be with you | DaChu
Fiksi Penggemar⚠️BOYLOVE⚠️ Seorang singel mom (:v) yg tak percaya cinta meski sudah diyakinkan. Full sweet family scene Start: 17/05/22 Up: 21/05/22 End: 29/05/22 No ability DaChuu (Dazai X Chuuya) Child: Nana, (name) dan (?)
