Esok hari.
Jisoo,hanbin dan seokjin sudah berkumpul di markas pribadi jisoo dan seokjin.
Mereka tengah menyiapkan alat alat untuk aksi mereka
Jam menunjukkan pukul 7 pagi
Menurut informasi Lisa dan chaeng akan di pindahkan pada jam 9
"Jisoo-ya apakah Ruby Jane masih lama?" Tanya hanbin
Jisoo menatap ponselnya
"Entahlah.. aku sudah memberi tahunya kapan kita kumpul namun kau tau sendiri bagaimana Ruby Jane" ucap jisoo
Hanbin tersenyum getir.
Dan hingga jam menunjukkan hampir pukul 9 Ruby Jane tak kunjung datang
"Kemana anak itu? Jangan sampai dia menghancurkan rencana kita.." ucap hanbin
Jisoo menghela napas
"Sebaiknya kita berangkat sekarang" ucap seokjin
Namun tiba-tiba pintu terbuka. Menampakkan seorang wanita menggunakan pakaian misi bewarna hitam.rambutnya dikuncir kuda
kedua namja diruangan itu tercengang dengan penampilan rubyjane sementara jisoo mengerutkan alisnya
"ya,,ya.. bukankah pakaianmu terlalu berlebihan ruby jane" tegur jisoo
jennie memutar matanya.
"urus saja bisnis mu sendiri." ungkapnya
Sambil berjalan mendekati jisoo.
"Cepat beritahu bagaimana rencananya." ucap Jennie.
"Okeh...jadi begini."
________________
Sebuah mobil SUV berhenti di depan bangunan besar yang bersembunyi diantara perhutanan rimba.
Pintu mobil terbuka. Jungkook turun dari mobil tersebut dan mengisyaratkan pengawal untuk membawa 2 orang gadis yang tengah tidak sadarkan diri.
Lisa dan Chaeyoung dibawa menggunakan tandu memasuki bangunan tersebut.
"Subjek sudah sampai dan sedang dimasukkan kedalam markas." Lapor hanbin yang bersembunyi di antara semak belukar.
"Baik, Kami akan langsung menjalankan rencana. Seokjin beri kami petunjuk jika CCTV berhasil dipulihkan kembali oleh mereka." Ucap Jisoo sudah berhasil memasuki bangunan.
"Baik." Jawab seokjin, ia bersiaga di mobil mengawasi sistem keamanan.
Jisoo melihat tandu Lisa dan Chaeyoung. Ia bersiap-siap dan menoleh kearah Jennie. Alisnya mengerut.
"Kau terlalu banyak meminum alkohol Jane" omel Jisoo.
Jennie menenggak tetesan terakhir botol wine miliknya.
"Diamlah, ini tidak akan mempengaruhi kesadaranku. Jika ada masalah nantipun aku bisa menyelesaikannya dengan satu panggilan ke squad milikku." Balasnya datar.
Jisoo berdecih. Lalu beranjak mengikuti beberapa orang yang membawa adiknya diam-diam. Diikuti Jennie sambil mengisi amunisi senjata dan memasang peredam.
"Ingatlah, jangan menembak titik vital. Kita hanya perlu melumpuhkan mereka." Peringat Jisoo.
Jennie tidak membalas dan hanya memutar matanya. Toh, dia tidak akan mengikuti perkataan Jisoo.
Tiba-tiba seorang penjaga muncul dihadapan mereka. Jisoo terkejut dan hendak menembaknya namun kejadian berikutnya lebih membuatnya terkejut. Jennie langsung menembak kepala penjaga itu hingga meledak.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Brightest
Mystery / ThrillerBebek berenang mungkin terlihat tenang, namun siapa sangka kakinya terus bergerak cepat untuk menjaganya agar tidak tenggelam. ---------------------------- "Terlalu banyak hal yang membuat pikiranku ingin meledak rasanya." -Jisoo- "Akan kutunjukkan...
