6. expression

352 26 1
                                        

Happy reading!!!

Taeyong terus tersenyum sejak tadi, setelah pengakuan Jongin dan pernyataan cintanya, mereka resmi berpacaran.

Taeyong tidak tau harus mengatakan seperti apa rasa senangnya, dia tidak pernah tau atau berpikir jika biasnya akan menjadi kekasihnya. Baginya itu seperti sebuah mimpi yang dulunya tidak bisa ia gapai lalu ternyata keberuntungan memihakmu.

Taeyong saat ini duduk di cafetaria bawah, seperti yang Jongin katakan tadi jika mereka akan pulang bersama. Dia meminum coklat hangatnya dengan tenang.

"Sayang, ayo kita pulang." Itu suara Jongin yang memanggilnya, panggilan sayang sudah ia gunakan untuk memanggil Taeyong kesayangannya.

Sedangkan Taeyong yang di panggil seperti itu hanya bisa memerah malu, di panggil sayang oleh biasmu yang menjadi kekasihmu pasti membuat hatimu berdebar hingga pipi yang terasa panas.

"Iya hyung, ayo pulang." Taeyong beranjak dari duduknya, dia berdiri di samping Jongin.

"Kau sudah lama menunggu?" Tanya Jongin.

Taeyong menggeleng "tidak hyung." Bohongnya, dia hampir setengah jam menunggu kekasihnya pulang. Oh kekasihnya? Dia kembali merona malu mengingatnya.

"Maaf, aku akan sibuk minggu depan." Sendunya, "padahal aku ingin menghabiskan waktu bersamamu."

Taeyong tersenyum tipis "setelah hyung tidak sibuk kita bisa menghabiskan waktu bersama."

Jongin mengangguk dia ingin menggenggam tangan Taeyong tapi di tolak nya "kenapa?"

"Hyung sudah berjanji jika hubungan kita akan di sembunyikan walaupun pada keluarga sm sekalipun." Ingat Taeyong.

Tadi sebelum mereka berpisah, mereka terlebih dahulu membuat perjanjian atau lebih tepatnya Taeyong yang meminta, dia meminta jika hubungan mereka jangan di beritahu pada semua orang, cukup mereka berdua, member EXO dan anggota dream. Tentu dengan terpaksa Jongin menerimanya, dia akan selalu mengikuti permintaan Taeyong selama tidak buruk pada hubungan mereka.

Jongin mengangguk, dia berjalan terlebih dahulu sedangkan Taeyong membuntuti nya. Mereka masuk ke dalam mobil Jongin dengan z Jongin yang mengemudikan nya.

"Kau ingin mampir ke restoran?" Tawar Jongin.

Taeyong menggeleng "pekerjaan kita sebagai idol yang pasti akan selalu di sorot oleh media, jadi dari pada kita terkena dating yang belum tentu, lebih baik kita makan di apartemen saja hyung." Usul Taeyong.

Pekerjaan mereka yang menjadi idol membuat mereka tidak bebas bergerak, semua di atur sedemikian rupa untuk menjaga image dan kualitas artis.

Jongin hanya bisa menghela nafasnya, padahal dia ingin makan romantis dengan Taeyong tanpa harus bersembunyi dari orang-orang "baiklah."

Jongin memarkirkan mobilnya setelah sampai di apartemen mereka, dia membukakan pintu Taeyong kembali.

Jangan tanya Taeyong bagaimana saat ini kondisinya, jantungnya terasa ingin meledak dan pipinya juga terasa panas.

Mereka masuk ke dalam apartemen satu persatu, kenapa tidak bersama? Taeyong yang tidak suka, bukan dia tidak suka pada Jongin, dia hanya berantisipasi jika ada dispatch.

Jongin hanya pasrah dan mengikuti kemauan Taeyong, dia masuk terlebih dahulu ke dalam apartemen hingga menunggu Taeyong mengetuk pintunya.

Dia membuka pintu setelah mendengar ketukan pintu, Jongin mempersilahkan Taeyong masuk.

Mereka duduk di sofa ruangan, hening melanda mereka, tidak ada percakapan satupun yang keluar dari bibir mereka.

"Hyung, sejak kapan kau menyukaiku?" Ucapan Taeyong memecahkan keheningan di ruangan itu.

Secret Love [Kaiyong](end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang