Happy reading!!
Di pagi buta Jongin sudah tidak berada di rumah, dia terlihat keluar dengan jaket tebal pada tubuhnya, entah mau kemana karena dia tidak mengatakan sepatah katapun pada kamera yang sudah kembali on.
Pukul 06:00 Taeyong terbangun, dia menggeliatkan tubuhnya dan menguap, kebiasaan di setiap paginya "hyung?" Panggilnya.
Tidak ada sahutan membuat Taeyong mengerutkan keningnya, dia menatap pintu kamar mandi, memasang telinga baik-baik, namun tidak ada suara seseorang yang sedang mandi atau semacamnya "JONGIN HYUNG!!!" Teriaknya, tidak melihat Jongin di pagi hari saat bangun tidur membuat perasaan gelisah tersendiri baginya, "habis manis sepah di buang." Ujarnya dengan kesal.
Dia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi nomor Jongin, namun suara operator yang terdengar dari seberang sang "kemana kau hyung?!!" Pekiknya dengan melempar ponselnya, untung saja masih di kasur.
Dengan cepat dia beranjak dari kasur dan membersihkan dirinya "seharusnya dia memanjakanku karena tadi malam dia mendapatkan jatah." Kesalnya, dengan sedikit berantakan dia menyisir rambutnya karena samar-samar mendengar Joon yang memanggilnya.
Taeyong berlari menyusuri lorong-lorong di rumah Jongin, maklum saja rumah Jongin layaknya labirin menyesatkan orang.
Taeyong menghampiri Joon, menggendongnya perlahan "ssshht kenapa menangis?" Dia menepuk pelan pantat Joon bermaksud agar dia kembali tertidur, ini masih terlalu pagi untuk Joon bangun di hari libur sekolahnya.
Joon menepuk dada Taeyong, karena sudah mengerti Taeyong langsung membuka pakaiannya dan memberikan nipplenya pada bibir Joon "tidurlah lagi."
Bukannya tertidur Joon membuka matanya dengan mulut yang terus menghisap nipple Taeyong.
Cpak.. Cpak.. Cpak..
Bunyi sesapan Joon memenuhi ruangan itu, mata Joon tertuju pada ruam kemerahan di area dada Taeyong, dia melepas sesapannya lalu meraba ruam tersebut "ini kenapa? Mama di pukul oleh papa?" Polosnya, tangan kecilnya masih terus mengusap ruam tersebut.
Taeyong menelan ludahnya gugup, kenapa dia bisa tidak melihat kissmark yang Jongin ciptakan di dadanya "o-oh ini, ini di gigit nyamuk." Jawabnya.
"Nyamuk besar? Setau Joon merah karena nyamuk itu kecil, tapi ini besar." Bingungnya.
"Ooh mama menggaruknya." Kelitnya lagi.
"Jika besarnya karena mama menggaruknya, pasti ada merah memanjang mama." Sangkal Joon.
"Kita mandi saja ya, hari ini Joon di rumah nenek." Sesegera mungkin dia harus menghentikan pertanyaan Joon yang membuatnya pusing.
"Hari ini kerumah nenek?"
"Iya, Joon di jaga oleh nenek saat ini."
"Tidak ada syuting?" Bingungnya.
"Ada, syuting sekarang bersama nenek."
Di kamar pribadi Joon kamera yang terpasang belum on, biasanya pada pukul 07:00 .
"Papa mama?"
"Mama harus ke agensi tapi untuk papa, mama tidak tau." Dengan cekatan di melepas pakaian Joon, memandikannya dengan sesekali dia bermain bebek menemani Joon berbicara.
"Mama jika Joon selamanya bersama mama dan papa Joon akan meminta sesuatu." Celetuk Joon.
"Apa itu?"
"Adik, Joon ingin adik, dia terlihat menggemaskan." Binar mata sangat terlihat padanya.
"Kenapa tiba-tiba meminta adik?" Tangannya menggosok sabun dan shampoo berbau strawberry milik Joon pada rambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Love [Kaiyong](end)
Romanceini hanya tentang Lee Taeyong nct yang tidak bisa menggapai citanya, Taeyong yang hanya bisa menghapus cintanya pada Jaehyun karena Jaehyun yang mencintai Doyoung. "hapus cintamu padaku hyung." "kenapa?" "aku mencintai Doyoung." "akan aku lakukan."...
](https://img.wattpad.com/cover/311408780-64-k255860.jpg)