21. birthday gift

262 17 0
                                        


Happy reading!!

Pesta telah usai, semua orang telah pulang ke rumah masing-masing kecuali pemilik acara dan pembuat acaranya.

Ya, Taeyong dan Jongin masih berada di sana, duduk di bawah beralaskan tikar yang memang tersedia, di depannya terdapat api unggun sisa pesta tadi.

"Hyung, apa yang kau inginkan?"

Jongin menggeleng "tidak ada, hanya kau berada di sisiku sudah cukup."

Taeyong tersenyum, menyandarkan penuh dirinya pada dada Jongin, memainkan jarinya di area dadanya "seharusnya aku yang mengatakan hal itu."

"Benarkah?" Tangan Jongin mengelus pelan rambut Taeyong, ia merakan anggukan pelan darinya sebagai balasan, "kenapa begitu?"

"Karena, di lihat dari sisi manapun, hyung yang paling bisa pergi, hyung sudah memiliki segalanya, apalagi hanya mencari penggantiku?"

"Seorang pihak bawah banyak sekali sayang, tapi jika bukan dirimu, aku tidak mau, yang aku mau hanya Lee Taeyong seorang."

"Karena?" Taeyong teringat akan apa yang di bicarakan bersama manager restoran milik Jongin.

"Karena apa aku tidak tau, yang aku tau jika itu dirimu, maka aku mencintaimu." Jawab Jongin pasti, "di dunia di isi oleh tujuh orang dengan wajah yang sama, tapi walaupun aku di hadapan mereka, tetap saja aku memilihmu, hatiku hanya terpaut padamu, cinta, sayang bahkan hidupku." Jongin terdiam menatap api yang terus menyala, "cintaku itu bukan karena kau siapa dan apa? Tapi karena itu dirimu dan pilihan hatiku." Lanjutnya.

"Hyung bagaimana jika kau tahu hatiku masih menyimpan rasa pada Jaehyun?"

Jongin langsung menatap Taeyong dari atas, di tatap nya paras cantik yang menawan itu dalam diam "lalu bagaimana denganmu? Apa kau mau kembali dengannya?"

Taeyong merenggut "aku sedang bertanya padamu Hyung, kenapa kau malah berbalik bertanya padaku."

"Sebelum aku menjawab, jawab dulu pertanyaanku."

Taeyong menggeleng "tidak akan, sekali aku disia-siakan, aku tidak akan kembali, layaknya sebuah lubang, jika aku tau terdapat lubang, untuk apa aku melewatinya? Itu sama saja aku mati secara bodoh."

"Jadi jawabanku adalah, kau tidak masalah masih menyimpan rasa pada Jaehyun, yang terpenting kau buka hati untukku, aku akan berusaha menghapusnya dari hatimu walaupun itu secara perlahan."

Taeyong menatap rahang tegas Jongin terus menerus, bohong jika mengatakan dirinya tidak salah tingkah, bahkan dia rasa pipinya memanas, Jongin terlalu romantis untuk dirinya. Taeyong tersenyum malu di kala tatapan mereka saling terkunci saling menyelami manik mata mereka masing-masing, namun Taeyong tidak tahan, dia langsung menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Jongin "aku malu." Ungkapnya.

"Jika kau malu karena aku, tidak masalah, tapi jika karena orang lain, aku tidak rela."

Taeyong lantas berdiri menatap Jongin dari atas lalu mengulurkan tangannya "aku akan memberikannu hadiah yang sangat indah, hingga kau tidak bisa melupakannya."

Jongin menerima uluran tangan Taeyong dan berdiri dari duduknya "apa itu?"

Taeyong terdiam tidak menjawab tapi tangannya menarik Jongin untuk mengikutinya, Taeyong terus berjalan hingga mereka berhenti di depan danau yang memiliki air berwarna birubiru, terdapat angsa yang terlibat jinak dengan beberapa burung kecil yang mengelilingi danau. Tidak ada yang aneh, semua terlihat alamii layaknya sebuah hutan jika Jongin tidak melihat mobil yang terbuka di belakangnya, belum sempat bertanya Taeyong kembali menariknya hingga berada di belakang mobil.

Secret Love [Kaiyong](end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang