14. results

269 28 6
                                        

Happy reading!!!

Langit mulai mendung namun Taeyong tetap saja tidak ingin pulang, dia tetap terduduk di atas kapal mobil walaupun banyak pengunjung sungai Han yang sudah pergi untuk menghindari hujan yang akan turun.

Jika bertanya, apa yang di pikirkan Taeyong, dia akan menjawab tidak tau. Dia merasakan pusing karena dirinya terus menerus berdebat dengan dirinya sendiri, pikiran dan hatinya tidak sejalan, di satu sisi hatinya berkata 'kau bisa hamil, dan itu memperkuat hubungan kalian' sedangkan pikirannya berkata jika dia aneh dan berbeda, tentu saja aneh, dimana da seorang laki-laki yang bisa mengandung.

Taeyong lelah, dia frustasi memikirkannya, dia meremat kuat rambut kepalanya untuk meredakan denyutan pada kepalanya "BISAKAH KALIAN DIAM?!!!" Teriaknya pada dirinya sendiri.

Bahagia dan sedikit takut dengan kenyataan, itu yang ia rasakan. Dia tidak hanya berpikir tentang dirinya yang aneh, tapi dia juga berpikir tentang hubungannya bersama Jongin, mereka sesama jenis, baiklah, Taeyong memang memiliki cinta tapi dunia tidak akan pernah menerimanya.

Taeyong rasa dia tidak mau kembali di kucil kan, di cemooh bahkan di hiraukan oleh fansnya, dia seseorang yang terlalu berpikir berat, dia selalu berpikiran buruk pada apa yang terjadi kedepannya.

Taeyong memejamkan matanya, dia menyandarkan penuh tubuhnya pada kaca mobil di depan "aku lelah jika seperti ini." Ini rasanya dia seperti seseorang yang berpikir semua masalah sepele, tidak terlalu memberatkan pada dirinya, tapi ini Taeyong yang selalu berpikir keburukan terus menerus.

༶•┈┈⛧┈♛

Sedangkan Jongin sudah berada di dalam mobil, dia telah menghubungi ibunya bertanya apakah Taeyong berada di sana namun jawaban yang tidak dia ingin dengarkan terucap oleh ibunya, Taeyong tidak berada di sana bahkan di rumahnya sendiri.

Jongin sudah mengecek di apartemen dirinya dan juga apartemen Taeyong, namun batang hidung dari kekasihnya belum kunjung ia temukan.

Mata Jongin bergulir ke kanan dan kiri siapa tau menemukan Taeyong, ada banyak ke khawatiran pada dirinya, dia tau apa yang dipikirkan Taeyong, semua karena Krystal yang menyinggung soal keturunan.

Jongin memukul setir mobilnya "jika aku tau kehidupan idol seperti ini, aku tidak akan pernah mau menjadi idol." Gumamnya, tangannya terus memutar setir mobil walaupun dia tidak tau kemana arah dan tujuannya.

"Sayang kau dimana, aku mohon beri aku petunjuk." Lirihnya, "ya Tuhan kenapa engkau memberikan ku masalah yang cukup rumit ini." Lanjutnya.

Mata Jongin menyipit kala dia melihat sebuah mobil terparkir di pinggiran sungai Han, dia mengenali mobil itu, mobil yang sering di kendarai oleh kekasihnya "Taeyong." Gumamnya.

Jongin menghentikan laju mobilnya tepat di belakang mobil Taeyong, dia dengan cepat keluar dari mobilnya dan melupakan masker yang harus ia gunakan.

"Hujan." Ucapnya saat merasakan tetesan air mengenai wajahnya, "aku tidak membawa payung." Jongin dengan cepat menghampiri Taeyong lalu menariknya ke dalam rengkuhannya agar Taeyong tidak terlalu terkena hujan, "ayo masuk sayang."

Taeyong tersentak kaget saat tubuhnya ditarik begitu saja oleh seseorang, saat dia mendengar suara, dia tau jika yang menariknya adalah kekasihnya "Jongin hyung."

"Iya, ini aku, ayo masuk." Ajak Jongin.

Taeyong menggeleng, dia melepas pelukan Jongin pada dirinya "lepas hyung."

Jongin menurut, dia melepas pelukannya pada Taeyong walaupun dengan kerutan dahi yang terlihat karena bingung dengan tingkah Taeyong "kau kenapa sayang?"

Secret Love [Kaiyong](end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang