26. first day

189 17 2
                                        


Happy reading!!!

Joon terbangun dari tidurnya padahal dia tidur tidak lama, hanya sepuluh menit di atas kasur tidak tau di dalam perjalanan tadi.

Joon ingin menggerakkan badannya namun dekapan sang papa membuatnya susah bergerak "papa." Panggilnya namun Jongin tak kunjung bergerak.

Dia menepuk pelan pipi Jongin dengan tangan kecilnya "papa." Panggilnya sekali lagi.

Mata Joon berkaca-kaca pikirannya melayang jika Jongin meninggal karena tak kunjung bangun dari tidurnya "HUAAA PAPA!!!"

Jongin tersentak dari tidurnya bahkan Taeyong yang mendengar teriakan Joon berlari ke kamar untuk melihat apa yang terjadi.

"Papa hiks bangun? Hiks tidak mati?" Isakannya masih terdengar walaupun melihat Jongin baik-baik saja.

Taeyong mendekat dan merebahkan kembali Joon pada kasur "kenapa Joon menangis? Apa papa jahil?"

"Sayang, aku tidak melakukan apapun, kenapa menuduh ku."

Joon memeluk tubuh Taeyong "Joon pikir papa mati, dia tidak bergerak walaupun Joon bangunkan jadi Joon menangis kencang." Jawabnya.

Taeyong tertawa pelan "papa masih hidup nak."

"Joon tidak tau."

Taeyong menatap Jongin "hyung bersihkan tubuhmu lalu pergi ke ruang makan, aku sudah menyediakannya."

"Kita makan malam bersama."

Taeyong mengangguk lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Joon yang menepuk dadanya "ada apa Joon? Joon ingin apa?"

"Susu."

"Susu air panas atau susu mama?"

"Susu mama." Jawabnya.

"Tapi janji jangan tertidur? Kita makan malam."

Joon mengangguk "eum, iya."

Taeyong membuka kembali pakaiannya dan membersihkan nipple nya dengan tisu basah, dia takut bekas krim obatnya masih menempel.

Taeyong mendekatkan nipple nya pada mulut Joon yang di terima baik olehnya, sedikit ringisan keluar dari belah bibirnya namun tidak sesakit yang pertama.

Joon terus menghisap nipple tersebut sedangkan tangan satunya memainkan nipple Taeyong, dia memilinnya pelan.

Plop!

Joon melepas hisapan nya lalu menatap ke arah nipple Taeyong yang ia mainkan "lucu." Ujarnya.

Taeyong menahan nafasnya di saat jari-jari kecil milik Joon bermain di nipple nya, geli yang ia rasakan membuatnya menahan desahannya "sial Taeyong kau harus tahan." Ujarnya dalam hati.

Joon kembali menghisap nipple Taeyong. Sedangkan Taeyong mencoba menggendong Joon dan membawanya keluar kamar.

Dengan masih Joon yang menghisap nipple nya membuat dirinya cukup kesusahan menatap makanan.

Jongin datang dan menatap Taeyong yang kesusahan, dia mencoba membantu membawanya ke meja makan.

"Eit, jangan lakukan apapun hyung." Cegah Taeyong, dia hanya tidak mau Jongin membuat semua makanan berantakan.

"Aku hanya ingin membantumu sayang."

"Membantuku cukup hyung duduk di kursi dan menunggu semuanya siap." Taeyong terdiam menatap Joon yang masih sibuk dengan menyusunya, "jangan tidur Joon, mama akan marah jika Joon tidur."

Joon menggeleng "tidak ma."

Setelah selesai menata masakannya, dia duduk di salah satu kursi dan mendudukan nya Joon kursi khusus yang memang Jongin sediakan.

Secret Love [Kaiyong](end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang