Happy reading!!
Jongin membaringkan tubuh Joon secara perlahan, setelahnya Taeyong membuka pakaian tebal milik Joon menyisakan pakaian tipis.
Jongin berjalan menjauhi Taeyong dan Joon, memasuki ruangan yang tidak ada kamera yang terpasang. Dia merebahkan dirinya di atas kasur, menatap langit-langit kamarnya "bagaimana aku mengatakannya?" Joon tidak bisa di adopsi sebelum dirinya menikah dengan Taeyong, tapi Taeyong pasti tidak akan mau ia ajak menikah karena terhalang dengan karirnya.
Jongin menggeser tubuhnya dan bersandar penuh pada headbord, memeluk guling dengan sangat erat "aku ingin menghadiahkan Joon pada Taeyong tapi tidak bisa." Ulang tahun Taeyong tepat saat projectnya selesai.
Cklek
"Sayang.." Manja Taeyong, dia ternyata menyusul Jongin yang hilang di seluruh ruangan. Dia menaiki kasur dan memeluk tubuh Jongin, menenggelamkan wajahnya pada dada Jongin, "aku pikir hyung pergi."
Manja? Jongin sudah tidak terkejut lagi, Taeyong memang sudah sering menunjukkan sifat manjanya namun hanya saat berada di ruangan ini, ruangan yang hanya dirinya dan Taeyong yang bisa masuk, privasi sangat terjaga.
Jongin mendekap tubuh Taeyong "ada apa hm?"
Taeyong menggeleng "rasanya sudah lama aku tidak bermanja-manja padamu."
"Memang benar namun kita sudah bersama, kita sibuk mengurus Joon sayang."
"Hyung."
"Iya?"
"Apa kita akan seperti ini di saat kita sudah menikah? Apa kehidupannya seperti kita mengurus Joon?" Jari Taeyong bermain di area dada Jongin, memutar dan menulis random. Matanya tertuju pada tattoo yang bisa di hapus di leher Jongin, "aku ingin namaku terdapat di tattoo mu hyung."
Jongin terdiam menikmati jari Taeyong yang bergerak "mungkin kehidupan kita setelah menikah akan seperti ini, kau siap?" Jongin menahan tangan Taeyong, menatap pergelangan tangan milik Taeyong lalu mengecupnya cukup lama, "tanpa tattoo nama mu selalu tersimpan di hatiku." Lanjutnya.
"Aku selalu siap tapi kita harus menunggu waktu yang tepat." Lirih nya, dia terpejam di saat Jongin kembali mengecup tangannya. Perasaan dicintai membuatnya selalu merasa panas dan lemas.
Jongin tersenyum kecil, meraih wajah Taeyong untuk menatap ke wajahnya "aku selalu menunggumu Taeyong, hingga kau sendiri yang memutuskan, kau siap untuk menikah atau tidak."
Taeyong menggeser tubuhnya lebih keatas, menenggelamkan wajahnya k ceruk leher Jongin "bukan 'tidak' tapi aku akan mengatakan iya, tapi menunggu waktu." Ujarnya yang teredam oleh ceruk leher Jongin.
"Ayo tidur."
Taeyong mengangkat wajahnya menatap mata Jongin dalam diam "tidak ingin melakukan sesuatu?"
Jongin menggeleng "tidak sayang, kita harus bekerja."
"Ta-tapi aku menginginkanmu." Lirih nya.
Jongin menangkup wajah Taeyong, mengelus pipinya secara pelan "jalanmu akan susah besok."
"Hyung, panas."
"Kenapa tiba-tiba sayang? Kau meminum obat perangsang?" Pikirnya, ini terlalu tiba-tiba, kenapa Taeyong bergairah tanpa duga.
Taeyong menggeleng "bersamamu aku selalu bergairah, ayo lakukan, hanya sebentar saja."
"Satu putaran setelah itu kau harus tidur, aku tidak mau kau sakit ya."
"Iya!!" Semangat Taeyong, dia benar-benar menginginkan Jongin, malam ini terasa panas untuknya, ingin memadu cinta berdua.
Jongin tertawa "kau sungguh terangsang?" Anggukan polos Jongin dapatkan dari Taeyong, "romantic? Hard or ordinary?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Love [Kaiyong](end)
Romanceini hanya tentang Lee Taeyong nct yang tidak bisa menggapai citanya, Taeyong yang hanya bisa menghapus cintanya pada Jaehyun karena Jaehyun yang mencintai Doyoung. "hapus cintamu padaku hyung." "kenapa?" "aku mencintai Doyoung." "akan aku lakukan."...
](https://img.wattpad.com/cover/311408780-64-k255860.jpg)