Happy reading!!!!
Taeyong masuk ke ruang latihan dengan senyuman yang selalu terbit di bibirnya, dia lalu duduk di salah satu sofa ruangan.
"Hyung, kau sedang memenangkan lotre?"
"Huh? Maksudmu?"
"Kau terus tersenyum, jadi aku berpikir kau memenangkan lotre."
"Kau tau Doyoung, ini lebih dari sekedar lotre, mungkin sekarang aku beruntung."
"Beruntung? Apa itu?"
"Kau tau, orang yang aku suka ternyata menyukaiku juga, aku merasa di taburi banyak bunga." Senang Taeyong, "tenang, ini bukan tentang Jaehyun, lagi pula mana mungkin aku tersenyum tentang kekasih temanku sendiri." Taeyong menepuk pundak Doyoung, dia tau Doyoung masih mencurigai dirinya menyukai Jaehyun, jadi sebisa mungkin Taeyong tidak mungkin membuat Doyoung curiga padanya dan berpengaruh pada hubungan pertemanan mereka.
Mereka mulai berlatih, Jisung dan Chenle terlambat datang. Mereka menari dengan semangat tapi Taeyong lebih semangat lagi, dia dengan semangat terus meliukkan badannya tanpa lelah, di saat member lain berhenti untuk istirahat tapi tidak dengan Taeyong. Entahlah, setelah tau ucapan kebenaran dari Jisung dia menjadi semangat untuk melakukan segala hal.
Siang hari mereka berhenti berlatih, semua member beristirahat di pinggir ruangan terkecuali Taeyong, dia memejamkan matanya menikmati udara dingin dari AC. Sekelebat bayangan Jongin hadir dalam pikirannya, Jongin yang bersimpuh di depannya dengan mengulurkan salah satu tangannya bermaksud mengajaknya berdansa, ya itu hanya khayalan nya saja, tapi dia menikmatinya.
Taeyong mengulurkan tangannya bermaksud menerimanya, dia seolah menggengam tangan seseorang, bibirnya terus menunjukkan senyuman.
Taeyong mulai ikut berdansa dengan anggun, dia maju dan mundur secara teratur.
Mereka semua mengerutkan keningnya saat melihat Taeyong berdansa seorang diri.
"Ada apa dengan Taeyong?"
"Tidak tau hyung." Jawab Jisung, "lebih baik kita pergi ke cafetarian, biarkan Taeyong hyung sendiri disini dan berlatih." Jisung tau dan paham jika Taeyong berkhayal tentang Jongin dan menari bersama, jadi dari pada anggota yang lainnya penasaran lebih baik dia membuat mereka keluar saja.
Mereka mengangguk setuju, mereka keluar dan membiarkan Taeyong seorang diri. Mereka berjalan ke arah cafe bawah sedangkan Jisung berlainan arah, dia melihat Jongin hyung yang sedang berbicara dengan Suho sunbae. Jisung menghampirinya lalu menarik tangan Jongin. Walaupun terkesan tidak sopan, tidak apa-apa, dia hanya ingin Taeyong hyung dan Jongin hyung bersatu sekarang juga.
Ternyata tidak hanya Suho hyung yang ada, tapi semua member EXO juga ada, Jisung tersenyum kaku tapi langkahnya terus menarik Jongin.
"Jisung, ada apa?"
Jisung tidak menjawab, dia terus menarik Jongin untuk masuk ke ruangan dan menemui Taeyong. Di depan ruangan ternyata Chenle berdiri menunggunya.
"Taeyong hyung masih menari." Ucap Chenle. Chenle memang putar balik dan tidak mengikuti member yang lain setelah melihat Jisung tidak ikut, "halo sunbae." Chenle menundukkan badannya untuk menghormati grub EXO sunbaenya dan di balas anggukan.
Jisung mendorong Jongin untuk masuk ke dalam untuk bertemu dengan Taeyong "hyung, ini saatnya kau harus mengatakannya. Cukup satu tahun hyung menunggu, sekarang saatnya."
"Tapi aku tidak menyiapkan kata-katanya."
"Persetan dengan kata-kata, ini saatnya hyung, jangan membuang waktu atau Taeyong hyung milik orang lain." Kesal Jisung.
"Lebih baik kau mengeluarkan kata-kata dari hatimu Jongin." Celetuk Suho, dia menepuk pundak Jongin, "benar kata Jisung, ini saatnya dan jangan membuang waktu, kami semua menunggumu di sini." Lanjutnya.
Jongin mengangguk patuh, dia mengambil nafasnya dalam bermaksud mengurangi kegugupan nya "aku bisa."
Jongin masuk dengan gugup, pikirannya hanya satu dia takut di tolak oleh Taeyong, tapi ucapan Jisung benar jika dia tidak mengatakan yang sebenarnya kapan dia akan tau perasaan Taeyong.
Jongin menatap ke arah Taeyong yang masih berdansa dengan anggun "cantik." Gumamnya.
Jongin mendekat ke arah Taeyong, dia mendekap tubuh Taeyong dalam rengkuhannya, tangan kanannya menggenggam tangan kiri Taeyong, dia mengarahkan tangan kanan Taeyong ke arah pundaknya lalu dia merengkuh pinggang Taeyong.
Jongin menatap Taeyong yang masih memejamkan mata, entah kata apa yang cocok menggambarkan wajah Taeyong, baginya dia lebih dari kata cantik.
Jongin menuntun Taeyong untuk bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang dengan teratur.
"Kenapa kau masih memejamkan matamu?" Ucap Jongin.
"Karena aku tidak ingin kehilangan khayalanku." Jawab Taeyong tanpa membuka matanya.
"Siapa yang kau pikirkan saat ini?"
"Dirimu, aku berdansa dengan mu."
Jongin tidak bisa menahan senyumannya "buka matamu." Pinta Jongin.
Taeyong menggeleng "ini terasa nyata, aku takut saat aku membuka mataku kau menghilang."
Mereka terus berdansa layaknya seorang raja dan ratu "aku tidak akan menghilang, bukalah matamu." Ucap Jongin dengan halus.
Taeyong dengan perlahan membuka matanya, di hadapannya orang yang ia kagumi dan yang ia khayalkan berada di depannya "hyung~" Lirih Taeyong.
"Iya ini aku? Kenapa? Apa aku bukan orang yang kau khayalkan?"
Taeyong terdiam, lidahnya kelu untuk menjawabnya, dia bingung harus menjawab seperti apa.
"Kau diam? Berarti memang benar bukan aku orangnya." Jongin lebih menekan tubuh Taeyong pada dirinya, "aku mencintaimu." Ungkapnya.
Taeyong tersentak "hyung?"
"Iya, aku mencintaimu. Setiap hadiah yang Jisung kirimkan padamu itu dariku, aku mencintaimu secara diam-diam karena aku takut kau menolakku." Jujurnya.
Taeyong terdiam masih mendengarkan ungkapan dari Jongin walaupun dia sudah tau tapi dia lebih suka mendengarkan secara langsung.
"Maafkan aku yang pengecut ini, aku hanya bisa mengatakannya lewat surat tanpa berbicara secara langsung." Jongin berlutut, "sejujurnya Taeyong aku tidak menyiapkan kata-kata romantis, tapi aku ingin mengatakannya padamu. Lee Taeyong, aku menyukaimu ah tidak aku mencintaimu, mau kah kau menjadi kekasih ku?" Jongin menatap Taeyong dengan berharap, jantungnya berdebar dengan kencang.
Taeyong diam membisu, dia ingin menunjukan menjawabnya tapi mulutnya seperti terkunci rapat, dia tidak tau kenapa di saat orang yang ia suka menyatakan perasaan padanya dia tidak bisa mengatakannya secara spontan.
"Taeyong kau menolakku?" Tebak Jongin.
"AAA TAEYONG CEPAT JAWAB KENAPA KAU DIAM SAJA." Itu teriakan Taeyong yang hanya bisa ia katakan dalam hati, Taeyong terpaksa hanya mengangguk saja tanpa bisa bicara.
"Kau menerimaku?"
Taeyong mengangguk "iya hyung, aku menerimamu, uugh sejak tadi aku ingin berbicara tapi tercekat hingga tidak bisa mengatakan apapun."
Jongin berdiri, dia tersenyum senang lalu memeluk Taeyong "aku pikir aku akan di tolak olehmu."
Taeyong membalas pelukan Jongin "mana mungkin aku menolak hyung jika aku juga menyukaimu."
"Kau menyukaiku?" Jongin melepas pelukannya tapi dia tetap memegang kedua bahu Taeyong.
"Iya, aku menyukaimu hyung." Jujur Taeyong.
Jongin kembali memeluk tubuh Taeyong "aku senang, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu."
"Nanti pulang denganku ya?" Ajak Jongin.
"Tidak."
"Kenapa?"
"Tidak menolak maksudku hyung."
~bersambung...
Vote and coment
See you
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Love [Kaiyong](end)
Romanceini hanya tentang Lee Taeyong nct yang tidak bisa menggapai citanya, Taeyong yang hanya bisa menghapus cintanya pada Jaehyun karena Jaehyun yang mencintai Doyoung. "hapus cintamu padaku hyung." "kenapa?" "aku mencintai Doyoung." "akan aku lakukan."...
](https://img.wattpad.com/cover/311408780-64-k255860.jpg)