31. almost the end

187 16 6
                                        

Happy reading!!!

Taeyong terbangun dengan berada di pelukan seseorang, dia berposisi miring dan merasakan tangan seseorang yang berada di perutnya.

"Kau sudah bangun?" Suara serak khas bangun menyapa indra pendengaran Taeyong.

Taeyong terdiam tanpa menjawab dan tangannya berusaha melepas tangan orang itu dari perutnya "lepas."

Jongin menghiraukannya, tangannya memeluk Taeyong sangat erat "maafkan aku." Ungkapnya.

Cukup lelah Taeyong mencoba melepas tangan Jongin namun tidak kunjung bergerak, membuatnya berhenti dan menghela nafasnya, dia tidak marah namun dia kesal, dia ingin menghindari Jongin sementara waktu walaupun rindu sangat menyeruak dalam hatinya.

"Maafkan aku sayang, aku mohon." Ujar Jongin lagi tanpa menyerah, "ada suatu urusan."

"Urusanmu lebih penting dari pada aku dan Joon? Kau lupa jika kau memiliki keluarga yang membutuhkan kabarmu? Kau lupa jika kau memiliki kekasih yang tidak terbiasa tidur seorang diri setelah kehadiranmu yang membuatku ketergantungan?"

Jongin tak menyahut, dia tetap diam menunggu Taeyong mengatakan apa yang ia ingin katakan padanya selama ia menghilang tanpa kabar.

"Kau tau hyung, Joon selalu bertanya dimana papa? Aku menjawab kau sedang bekerja, dia mengacuhkanku, dia sibuk dengan mainan barunya, aku tau dia sedih dengan apa yang aku ucapkan karena ia tau, keberadaannya bersama kita hanya tinggal menghitung hari. Lalu dengan kau yang begini? Kau membuang waktu yang sangat di nantikan oleh Joon."

"Maaf."

"Hyung, sekarang jelaskan kenapa kau pergi tanpa kabar sedikitpun?"

Jongin terdiam namun tangannya kembali menarik Taeyong untuk mendekat "ini menyangkut Joon dan kita, ini menyangkut kehidupan kita."

"Apa?"

"Aku datang dari rumah Tuan Lee Soo-man, bertujuan mengatakan maksudku untuk menikahi dirimu."

"Lalu?"

"Di awal tuan Lee tidak mengijinkannya, dia berkata itu akan merusak grub kita, namun Suho hyung datang dan membantuku, aku juga menunjukkan hasil USG tentang adanya rahim dirimu, hingga akhirnya dia mengatakan kita bisa menikah setelah kau benar-benar hamil."

Taeyong terburu-buru bangkit membuat kernyitan dahi pada Jongin karena tak mengerti apa yang Taeyong lakukan "sayang?"

Tanpa membalas ucapan Jongin dia membuka pakaiannya, tak hanya bagian atas namun dia juga membuka pakaian bawahnya hingga dia benar-benar telanjang bulat "mari membuat adik untuk Joon hyung." Anaknya.

Tentu Jongin terkejut, dia tau Taeyong menyukai Joon tapi dia tidak berpikir Taeyong sampai seperti ini "maksudmu?"

"Ayo membuat adik untuk Joon hyung."

"Kenapa?"

"Supaya cepat menjadi calon bayi."

Di tawarin sesuatu yang nikmat tentu Jongin tidak akan menyianyiakannya "ayo sayang."

Mereka berniat melakukannya namun sebelum itu Taeyong menghubungi ibunya dan menitipkan Joon untuk segera ia bawa ke rumah Lee, tidak mungkin kegiatan mereka sedikit terganggu dengan mengurus Joon, ini juga demi dia.

Taeyong mulai mengulum penis Jongin setelah membuka seluruh pakaiannya, tanpa baluran pelicin sedikitpun karena ludah Taeyong sudah sangat mampu untuk melicinkannya.

Jongin menggeram pelan, tangannya mencengkram rambut Taeyong menyalurkan kenikmatan di saat lidah Taeyong menyapa penisnya, kenapa k kekasihnya menjadi lihai hingga membuat dirinya tak berdaya "kau belajar dari siapa hm arrgh?"

Secret Love [Kaiyong](end) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang