Shea 38

354 47 22
                                        

“Shea gak masuk?” tanya Jemian yang memasuki kelas Lia itu.

​“Malah nanyain mantan,” sahut Jenov yang entah kenapa bisa nyambung, nyindir sih sebenarnya.

​“Nggak ada kabar, nomornya juga gak aktif-aktif, kalo gak aktif terus biasanya ada masalah, khawatir aku,” balas Lia.

​Jemian yang mengetahui alasannya hanya bisa menghela napas berat, ia ragu untuk menceritakan semuanya pada pacarnya itu atau tidak.

​“Kenapa lo nanyain Shea? Lo tau sesuatu?” tanya Echan yang sebenarnya curiga.

​Mau tak mau Jemian mengangguk.

“Berantem sama Kak Theo, semalam Kak Theo ngabarin kalo Shea lagi gak baik-baik aja,” gumamnya.

​“Jadi semalam kamu nanyain aku lagi sama siapa ternyata nanyain Shea?” simpul Lia menajamkan matanya.

​Jemian bingung sekarang dan lagi-lagi mengangguk.

​“Harusnya kamu cerita sama aku, aku kan pacar kamu!” Lia melipat tangannya di dada karena kesal, napasnya juga memburu.

​“Bukan gitu, Sayang. Aku gak mau bikin kamu khawatir.” Jemian mengusap-usap kepala Lia.

​“Jadi cewek kamu jangan terlalu bego, Li.” Jenov lagi-lagi ikut nyambung padahal tengah bersama Yesi pacarnya.

​“Maksud lo apa, hah?” Jemian langsung emosi dan menghampiri Jenov.

​“Lia, pacar lo ini masih suka sama Shea dan sering ketemuan di belakang lo!”

​Bugh~

​Jemian tanpa segan meninju wajah Jenov, dan Echan dengan sigap menarik Jemian demi menghindari kelanjutan perkelahian.

​Mendapat pukulan keras Jenov malah tertawa, ia menyeka sudut bibirnya yang terdapat darah, lalu tersenyum sinis menatap Jemian.

​“Kalian kalau mau berantem jangan di kelas gue!” teriak Arjun, memang Jenov dan Jemian berbeda kelas.

​“Siapa takut? Ayo, Jem, kita lanjut di luar,” ujar Jenov berdiri dan saat itu juga didorong sampai pintu oleh Echan.

​“Yes, urusin tuh cowok lo!” ujar Arjun pada Yesi.

​Yesi yang kesal sedari tadi berdiri. “Gue yakin Shea diselingkuhin! Soalnya dia itu kuno dan gak asyik buat dijadiin pacar,” ujarnya dan langsung keluar menyusul Jenov.

​“Bangga tuh dia udah jadi pelakor,” ujar Echan yang kesal setengah mati.

​Lia diam tidak menanggapi apa-apa lagi, membuat Jemian cemas. “Jangan dengerin omongan Jenov, ya?” ujarnya melembut.

​“Kamu sayang kan sama aku?” tanya Lia yang entah terdengar sangat tidak enak di telinga Jemian.

​“Ya sayanglah, please kamu jangan terpengaruh sama Jenov, aku cuma nganggap temen sama Shea.” Jemian menggenggam tangan Lia.

​Lia tersenyum dan mengangguk, setelah itu bermanjaan pada Jemian.

​Echan yang melihat drama itu menggeleng malas.

​“Bener, Jem, Theo selingkuh? Sepupu lo itu?” tanya Echan. Dan Jemian hanya mengangguk pasrah.

​Echan langsung saja mengepalkan tangannya dan meninju angin. “Gara-gara kalian berdua yang maksa Shea buat jadian sama dia!” teriaknya tidak jelas, mengundang perhatian seisi kelas.

​“Karma lah itu buat Shea yang suka maenin cowok,” celetuk Yesi yang kembali memasuki kelas.

​“Bacot! Lo gak tau permasalahannya!” ujar Jemian tiba-tiba emosi.

Hollow BlissCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang