Shea 45

411 46 40
                                        

Cowok terberengsek saat ini tu Jemian, karena mencintai dua cewek sekaligus. Rasa yang awalnya ia kira hanya simpati dan iba pada Shea nyatanya lebih dari sekedar itu.

​Jemian mencintai Shea seperti ia mencintai Lia. Ya, tak ada yang bisa Jemian pilih saat ini dan hanya menjadikan Shea seseorang yang jahat untuk Lia.

​“Jemian,” panggil Lia dan Jemian tak menyahut.

​“Ih dari tadi aku panggil, kamu tu kenapa? Mikirin Shea, kan?” Lia memukul tangan Jemian pelan.

​“Iya, kenapa, Li?” Jemian tersentak dan menatap penasaran.

​Lia mendengus sebal dan menjauh dari Jemian, menatap ke sekeliling taman sekolah tempatnya jadian dengan Jemian dulu.

​“Kamu pacarin aja Shea sekalian sana!” gerutunya dengan bibir mengerucut.

​“Lho, kok kamu ngomongnya gitu? Shea sahabat kamu lho.” Jemian mendekat dan merapikan rambut Lia dari samping.

​Lia meluluh dan kembali berhadapan dengan pacarnya itu. “Gimana keadaan Shea sekarang? Aku kangen banget sama dia,” lirihnya dengan sendu.

​“Gapapa, aku pastiin Ryu gak bakalan ganggu Shea lagi. Makanya kamu harus bisa cegah Shea sebangku sama Ryu,” ujar Jemian yang pikirannya tidak di sana, ia selalu terbayang saat bersama Shea di pantai kemarin sekaligus memikirkan ia yang begitu jahat pada gadis di depannya itu.

​Lia mengangguk dan meraih tangan Jemian, selalu seperti itu, Lia yang selalu bermanja dan membuat Jemian gemas.

​“Aku merasa bersalah banget sama Shea, gara-gara kita dia jadian sama Kak Theo, dan aku belum sempat minta maaf soal itu.”
​Jemian mencelos mendengar itu, Shealah yang menyakiti Lia bukan sebaliknya.

​“Gak usah dipikirin terus, kamu sahabat terbaik Shea,” gumam Jemian balas mengusap tangan Lia sayang.

​“Ya udah ke kelas, yuk. Siapa tau Shea udah dateng.” Lia dengan semangatnya berdiri dan menarik tangan Jemian.

​“Kayaknya Shea gak sekolah lagi,” gumam Lia setibanya di pintu kelasnya dengan lemas.

​“Ya udah aku ke kelasku sekarang, ya?” Jemian mengusak pucuk kepala Lia dan gadis itu hanya mengangguk.

​Baru beberapa langkah Jemian dari pintu kelas Lia, ponselnya berbunyi.

​Dan mulai detik itulah sekolah gempar! Video Shea dengan Jemian yang berciuman tersebar luas! Bahkan sampai adegan Echan yang memukuli Jemian lengkap di sana.

​Di sisi lain, Shea yang baru turun dari bus langsung berjalan menuju gerbang sekolah, sayangnya ia tidak membuka ponselnya dan tidak tahu berita terbaru pagi ini.

​Shea tak mau ambil pusing tentang setiap orang yang melihatnya seperti jijik dan sejenisnya, ia sudah terbiasa tentang itu.

​“Eh lo!” panggil seorang gadis cantik.

​“Berhenti bikin ulah napa, jalang?! Bikin malu!” ujarnya mendorong bahu Shea kasar.

​“Minggir gue mau lewat!” Shea dengan nada angkuhnya menubruk bahu orang itu.

​“Wah ngajak ribut nih! Hajar aja,” bisik temannya.

​Tanpa diduga Shea diseret ke tempat sepi yang sekiranya tidak dijangkau cctv, di situ Shea dikeroyok oleh empat siswi.

​“Dari awal gue emang gak suka sama lo! Pada kenyataannya lo memang sampah! Harusnya Lia dengerin gue buat jauhin lo!” ujar gadis itu setelah menendang perut Shea.
​Gadis itu adalah kakak kelasnya yaitu Yerii kalau kalian ingat, dan dia cukup dekat dengan Lia.

Hollow BlissCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang