“Puas lo! Puas sekarang, hah?” teriak Ryu setelah menampar Jemian begitu kerasnya.
Jemian hanya diam, sebelah wajahnya begitu kebas ia rasakan, tamparan Ryu bukan main-main.
“Aku belum sempet minta maaf,” lirih Lia menahan tangisnya.
“Shea udah pergi! Kita gak bisa apa-apa lagi,” ujar Ryu setelah mengatur napasnya dan mulai melangkah pergi.
“Sekarang kita gimana?” tanya Lia melirik Jemian.
Jemian yang dengan pandangan kosong masih terdiam, sampai akhirnya Lia menepuk sebelah pipinya dan membuatnya tersadar.
Ting~
Sebuah notifikasi dari web sekolah di semua ponsel murid, Jemian yang kesadarannya kembali segera melihatnya begitupun dengan Lia.
Sebuah screenshot percakapan antara Lia dan seseorang, ya sangat jelas itu Lia tapi yang berkirim chat dengan Lia tidak diketahui karena di percakapan pun Lia tidak memanggil jelas padanya.
Asal tau aja Shea itu anak di luar nikah, anak yang gak diinginkan. Sebarin ke anak-anak lain biar dibully terus.
Nyokapnya lonte, gue kalo ketemu nyokapnya gak berasa dia nyokapnya saking mudanya, iya ngelahirin Shea di umur 17.
Makanya tingkahnya nurun ke Shea sekarang cowok mana aja diembat.
Gue sebagai sahabat deketnya tau semua tentang dia.
Dia nyaris dipake sama mantannya, larinya ke gue.
Gue benci Shea.
Capek gue pura-pura gak tau apa yang dilakukan Jemian sama dia.
Iya, bully aja terus, pukulin terus, gue gak peduli.
Dia duluan yang mulai rusak persahabatan kita, gue cuma ikutin apa yang dia lakuin di belakang gue.
Hanya satu tangkapan layar itu membuat rahang Jemian mengeras sembari melirik Lia dengan mata tajamnya.
“Jemian ini ... nggak–” ujar Lia yang langsung gelagapan dengan mata ketakutan.
“Kamu sadar hal ini lebih jahat daripada kamu sebarin video kemarin?” tanya Jemian begitu dingin.
“Tapi–”
“Kamu jahat sampe ngatain mamanya Shea lonte!” potong Jemian matanya semakin tajam.
“Aku kecewa sama kamu, iya aku sama Shea emang salah! Aku berusaha ngerti saat kamu sebarin video itu, tapi kelakuan kamu yang seneng Shea dibully dan dipukulin aku gak nyangka banget kamu bisa kayak gitu!”
“Jemian, dengerin dulu,” isak Lia menarik tangan Jemian tapi dengan cepat cowok itu menepisnya.
“Ternyata yang dibilang Yerii kemarin itu bener, kamu seneng Shea dipukulin.”
“Tuhan gak salah membuat aku deket sama Shea, menempatkan aku yang harus mengetahui semua rahasia Shea dan bukan kamu sahabatnya! Mungkin kamu akan menyebarkan semua aib keluarga Shea!”
Jemian mengacak rambutnya karena memori ke belakang harus berputar, ketika ia dan Shea memergoki papa Shea tengah having sex dengan perempuan lain, begitupun mamanya Shea yang gilanya bersama pacar Shea sendiri. Jemian tidak bisa membayangkan jika Lia tau semua itu, mungkin akan Lia bocorkan juga.
“Apa bedanya kamu sama para perundung itu meskipun kamu gak langsung turun tangan memukuli Shea?” tutup Jemian langsung melangkah pergi meninggalkan Lia yang semakin terisak sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hollow Bliss
Fanfiction[17+] Populer, cantik, kesepian. 🥀 Start : 10 Januari 2022 Finish : 11 Juli 2022 REPUB : Januari 2026
