6. METALMOLPOCIC

6.8K 732 94
                                        

Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅

Happy reading ~~

🦕🦕🦕

Sunoo mengerjapkan matanya ketika merasakan cahaya matahari mulai masuk lewat celah gorden jendela. Ia merenggangkan tubuh kecilnya, lalu tersadar kalau ada tangan yang melingkari perutnya.

"Papa?" Ucapnya lirih, "Mowning~"

Cup!

Sunoo mengecup pipi Sunghoon, kemudian melepaskan diri dari pelukan papanya itu dengan perlahan.

"Mau kemana? Masih pagi?"

Sunoo sedikit berjengit saat tubuhnya kembali ditidurkan oleh Sunghoon. Selimut juga menutupinya lagi sampai batas leher.

"Banun pa. Ndak kelja? Cudah pagi."

Tangan Sunghoon terangkat menyentuh kening Sunoo, memeriksa suhu tubuh anak itu yang syukurnya sudah jauh membaik.

"Tidur lagi aja, kamu masih sakit. Saya libur hari ini."

"Papa libul?" Mata Sunoo berbinar cerah, "Beyiin buku mewalna pa. Buku Cunu cudah diwalnain cemua."

"Nanti ya? Sekarang tidur lagi aja. Masih terlalu pagi untuk ke toko buku."

'Saya juga semalaman sibuk ngurusin kamu yang rewel karena demam.' tambah Sunghoon dalam hati.

Membiarkan Sunghoon terlelap kembali, Sunoo hanya diam menatap langit-langit kamar dengan tubuh yang tak bisa berhenti membuat gerakan kecil.

"Minta beyiin buku yima caja, gambal hewan. Cama cayulan, boya, teyuc dinocacuyuc." Gumam Sunoo pelan. Jarinya bergerak menghitung jumlah buku yang ingin di belinya. "Catu agi gambal ikan."

"Nanti ajak kak Beomgu main, ajak Dongie juga. Boleh ndak ya? Kan beyum biyang papa." Sunoo melirik Sunghoon yang benar-benar sudah tertidur lagi seraya memeluknya.

"Kalo ndak boyeh, main di taman caja. Ajak cuctel Wa temenin."

Lalu hening. Sunoo sudah kehabisan kata-kata untuk merancang pertemuannya dengan para temannya hari ini. Tangan kecilnya mengelus pelan lengan Sunghoon yang memeluknya, sedangkan matanya sibuk melirik ke segala arah karena bosan.

"Papa banun kapan? Cunu mu mandi."

Dan berakhir Sunoo terjebak disana sampai satu jam kemudian karena Sunghoon tak kunjung terbangun.

🦕🦕🦕

"Cuctel Wa! Pake baju keyen ya?" Pinta Sunoo saat menunggu suster Aehwa memilihkan pakaian untuknya.

"Baju keren? Emangnya Sunoo mau kemana?"

"Ajak papa beyi buku walna."

Suster Aehwa kembali mendekati Sunoo dengan satu setelan pakaian berwarna hijau mint. Dengan telaten ia memakaikan baju itu, tak lupa mengoleskan minyak telon dan bedak terlebih dahulu.

"Baju na gambal keyoppi." Gumam Sunoo ketika melihat sulaman kecil dengan bentuk kartun berkarakter katak hijau itu di bagian depan bajunya.

"Lucu, kan?"

Sunoo mengangguk menyetujui suster Aehwa. "Lucu!"

Sudah tampan, wangi, memakai baju keren, rambut disisir rapih, Sunoo segera kabur dari suster Aehwa saat wajahnya belum selesai dibedakkan.

"Tuan muda Sunoo, jangan lari begitu!" Suster Aehwa mengejar panik. Sunoo masih sakit, harusnya jangan banyak beraktivitas dulu. Tapi yaa namanya anak kecil, badannya kerasa sehat sedikit, tingkahnya udah gak bisa diem lagi.

PAPA HUG METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang