Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅
Happy reading~~
🦕🦕🦕
Sunoo berdiri menghadap dinding, wajahnya tertekuk dengan air mata yang turun sesekali. Diam-diam matanya melirik ke arah dimana Jungwon berada, yang keningnya tengah di kompres dengan es batu.
"Sudah selesai introspeksi diri?" Sebuah suara berat mengalun dari arah belakang Sunoo. Bocah itu sedikit tersentak, lalu mengangguk kaku.
"Sebutin apa aja kesalahan kamu."
Sunoo berbalik, menatap sang Papa yang duduk menatap tegas penuh wibawa ke arahnya.
"Sunoo kabul, tidak langsung pulang ke lumah sepulang sekolah. Telus Sunoo bikin jidat Uncle Uwon bengkak gede kayak telol lebus. Maaf Papa.."
Sunghoon menghela nafas panjang, tatapannya melembut ketika melihat Sunoo berusaha menahan tangisannya.
"Minta maaf yang bener. Sini peluk Papa."
Mendengar ucapan Sunghoon, tentu saja membuat Sunoo senang. Itu artinya Sunghoon sudah memaafkan dirinya.
Bruk
Sunoo memeluk erat Sunghoon, menenggelamkan wajah bulatnya pada dada bidang sang Papa. "Maaf Papa, Sunoo janji tidak akan kabul lagi."
"Kalo ketahuan kabur lagi, apa yang harus kamu lakuin?"
"Sunoo janji lagi kalo gak bakal kabul lagi."
"Ppffttt!" Jungwon menyemburkan jus jeruknya seketika.
Sunghoon menyentil pelan dahi Sunoo, kekehan kecil di bibirnya terdengar. "Dasar anak pinter."
🦕🦕🦕
"Miss nulis apaan itu?" Tanya Yuna seraya memperhatikan Miss Yewon yang sedang menulis satu kata dengan huruf besar.
"DARRRMAWISSATA!" Pekik Sunoo bangga, merasa hebat bisa membaca lebih cepat dibanding teman-temannya.
"Pintarnya Sunoo.." puji Miss Yewon. "Ada yang tahu apa itu darma wisata?"
"Jalan-jalan?" Salah satu anak bertanya dengan ragu, namun pertanyaan itu membuat seisi kelas berharap bahwa perkiraan itu benar.
"Benar. Darmawisata itu perjalanan singkat untuk bersenang-senang. Sekolah kita akan mengadakan darma wisata ke pantai. Untuk itu, Miss minta kalian untuk berikan surat izin mengikuti kegiatan ini pada orang tua kalian ya?"
Ada sekitar dua puluhan amplop yang ditunjukkan Miss Yewon. Satu persatu disuruh maju mengambil satu amplop yang berisi surat perizinan itu.
"Jangan lupa, berikan ke orang tua langsung setelah sampai rumah. Yang tidak dapat tanda tangan orang tuanya, berarti tidak bisa ikut darma wisata. Paham?"
"Paham Miss!" Jawab serempak anak-anak itu.
Setelah pelajaran selesai, semua memasukkan buku dan alat tulis ke dalam tas, tak terkecuali Sunoo.
Bocah itu semangat sekali merapihkan barang-barangnya. Ia ingin segera sampai rumah, dan memberi tahu suatu hal pada semua orang.
"Yuna aku perrrrrrgi duluan. Dadaaaahh!"
"Sunoo tunggu--"
Suara Yuna menghilang sebelum selesai terucap ketika Sunoo sudah berada di luar kelas. Langkah kakinya lebar, dengan senyum cerah membuat pipinya mengembang dan mata yang membentuk bukan sabit.
"Hai bayi~" sapa temannya yang bertemu di koridor.
"Halo. Aku perrrrrrgi duluan ya."
"Bukannya pulang? Kok malah pergi?"
KAMU SEDANG MEMBACA
PAPA HUG ME
Fanfiction"Pa, yayam hacil metalmolpocic na dinocaculuc?" Park Sunghoon harus menyesuaikan diri dengan kedatangan si kecil Sunoo yang tiba-tiba. Rumah yang biasanya hanya terisi ketenangan, menjadi ramai dengan celotehan penasaran anak berusia tiga tahun itu...
