Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅
Happy reading~~
🦕🦕🦕
Sunoo datang ke sekolah dengan sedikit tidak bersemangat hari ini. Alasannya tentu saja karena hewan berbulu kesayangannya yang sekarang masih berada di rumah sakit. Keadaannya sudah jauh membaik, namun Ttori masih harus di rawat disana sampai keadaannya benar-benar pulih.
"Bayi, katanya Ttoli sakit ya?" Tanya Yuna begitu melihat kedatangan Sunoo yang langsung duduk di tempatnya tanpa sapaan ceria yang biasanya dilakukan Sunoo.
"Iya. Dia masih halus dilawat di lumah sakit. Kata papa Ttoli bakal sembuh, tapi aku tetep aja sedih."
"Bayi jangan sedih. Nanti aku beliin ice cleam banyak buat kamu, mau gak?"
"Yang lasa mint choco ya?"
"Mint choco?" Yuna bertanya seraya memiringkan sedikit kepalanya, baru kali ini ia dengar rasa itu.
"Iya, enak tau. Nanti kita cobain bareng ya?"
"Oke!"
Bel masuk berbunyi, semua murid yang sebelumnya berada di luar langsung ramai masuk ke dalam kelas agar tidak keduluan dari guru mereka.
Pelajaran demi pelajaran yang ramai dengan suara canda tawa terdengar di seluruh ruangan kelas taman kanak-kanak itu. Tak terkecuali kelas Sunoo yang tak pernah sepi setelah guru masuk. Hingga sampai pelajaran terakhir, Miss Sihyoon mengatakan sesuatu yang membuat seluruh anak berteriak antusias.
"Yang bisa jawab pertanyaan Miss, boleh pulang duluan."
"HORE!!"
"Angkat tangan ya buat yang mau jawab. Nanti Miss pilih siapa yang duluan. Okay, pertama pertama. Kalau kita habis di bantu oleh seseorang, apa yang harus kita ucapkan?"
Sunoo segera mengangkat tangannya tinggi. Pertanyaan ini sangat mudah dan ia yakin bisa menjawab, namun ternyata bukan dirinya yang di pilih. Dongpyo yang duduk di depan meja guru menjadi orang yang pertama pulang hari itu.
"Pertanyaan kedua, di dalam lagu si Kancil anak nakal, suka mencuri? Apa yang dicuri kancil itu?"
Sunoo kembali mengangkat tangannya. Lagu ini diajarkan oleh Jungwon dulu, jadi dia sudah hafal. Tetapi Yuna yang di pilih untuk menjawab pertanyaan itu.
"Mentimun!"
"Yuna boleh pulang."
"Yeeyy!! Bayi aku duluan yah? Bye bye!"
Sunoo melambaikan tangan menatap kepergian Yuna dengan sedikit iri. Ia kembali fokus ketika Miss Sihyoon kembali memberikan pertanyaan berikutnya. Sampai tinggal tersisa lima orang di kelas, Sunoo masih belum ditunjuk untuk menjawab. Wajahnya sudah murung, hampir menangis karena takut di tinggal sendirian oleh teman-temannya. Karena itu ia putuskan untuk pindah duduk ke barisan tangah, agar lebih dekat dengan posisi meja guru.
"Sunoo, gak boleh pindah tempat gitu ya. Kembali ke tempatmu lagi." Tegur Miss Sihyoon.
"Tapi sepeltinya Miss tidak lihat aku sudah angkat tangan dali tadi."
Miss Sihyoon mengenyitkan kening tidak suka mendengar protesan dari salah satu muridnya itu.
"Miss bisa lihat kok, Sunoo. Tapi dari tadi memang temanmu yang lebih dulu mengangkat tangannya. Jangan menyalahkan orang lain kalo kamu yang terlalu lambat dari yang lain."
Perkataan itu membuat Sunoo kembali ke tempat duduk kelompoknya yang hanya tersisa dia seorang. Ia menunduk lesu, sedikit sedih karena ucapan Miss Sihyoon. Padahal ia sangat yakin kalau dirinya selalu menjadi orang pertama yang mengangkat tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
PAPA HUG ME
Fanfiction"Pa, yayam hacil metalmolpocic na dinocaculuc?" Park Sunghoon harus menyesuaikan diri dengan kedatangan si kecil Sunoo yang tiba-tiba. Rumah yang biasanya hanya terisi ketenangan, menjadi ramai dengan celotehan penasaran anak berusia tiga tahun itu...
