Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅
Happy reading~~
🦕🦕🦕
Bagi Park Sunoo, meski kini memasuki tahun ke-3 nya di sekolah yang sama, tapi setiap tahun ajaran baru rasanya ia tetap menjadi murid baru.
Seragam baru. Tas baru. Topi baru. Buku baru. Kotak pensil dan seisinya yang juga baru. Kaus kaki baru. Sepatu baru. Pokoknya semuanya serba baru.
"Uuuuhh bahagianya jadi seniol.." pekik Sunoo, merasa bangga ketika mengingat tadi dirinya melihat di gerbang masuk beberapa anak baru yang menangis seraya memeluknya ibunya karena tidak mau berpisah. Dulu dirinya tidak menangis, bahkan sangat senang ketika Sunghoon melambaikan tangan padanya tanda bahwa dirinya akan pergi.
Sunoo memasuki ruangan yang menjadi kelasnya dengan riang. Matanya menelisik mencari seorang perempuan kecil yang katanya sudah tiba lebih dulu.
"Yuna!" Panggil Sunoo saat menemukan orang yang dicarinya. "Yuna liat! Aku punya sepatu balu."
Sunoo berjalan dengan langkah keren, mendekati seorang anak perempuan berkuncir dua yang duduk didekat jendela.
"Bayii! Kamu kelen banget sepatunya." Anak perempuan yang dipanggil Yuna itu segera merespon ucapan Sunoo dengan berdiri dan memperhatikan sepatu yang Sunoo pakai.
"Iya dong! Uncle Jay yang beliin. Di Amelika." Balas Sunoo bangga.
"Iih aku mah dibeliin boneka kelinci besaaaal banget sama uncle Jay. Nanti kamu main ke lumah aku ya? Kita main lumah-lumahan. Papi abis beliin lumah belbi balu, bagus banget."
"Papa juga abis beliin aku mobilan balu. Nanti aku kesana naik mobil itu, telus kamu juga boleh ikut naik nanti."
"Mobilnya besal? Bisa kita naikin keliling komplek?"
Sunoo mengangguk penuh semangat. "Bisa. Kemalen aku main sama uncle Uwon. Dia lali-lali kejal aku di taman. Hahaha!!"
"Iih tapi nanti jangan ajak uncle Uwon ya? Gak selu kalo ada dia." Alis Yuna hampir menyatu ketika mengatakan itu, tanda bahwa ucapannya tidaklah main-main.
"Iya, nanti aku minta antal papa. Papa bawa mobil papa, aku bawa mobil aku sendili." Sunoo terkikik senang membayangkan dirinya ke rumah Yuna dengan membawa kendaraan barunya itu.
"Ciee Sunoo sama Yuna pacalan ciee.."
Seorang anak laki-laki yang sedang duduk di tempat guru bersorak menggoda, membuat beberapa teman mereka mengikutinya.
Mendengar itu membuat Sunoo melipat tangannya kesal, matanya menatap tajam teman yang sudah meledeknya. "Apa sih Dongpyo, orang aku sama Yuna itu adik kakak tau!"
"Iya tah? Kok bisa? Emang siapa yang kakaknya?" Tanya anak yang dipanggil Dongpyo dengan nada mengejek.
"Aku!"
"Aku!"
Sunoo dan Yuna saling tatap, kening kedua berkerut tanda tidak suka.
"Yuna, kan kesalang aku yang jadi kakak! Kamu udah kemalen." Protes Sunoo tidak terima.
"Tapi kamu kan bayi. Aku kakaknya, kamu adik. Telus juga, sekalang Sunoo. Bukan kesalang. Kamu masih suka salah-salah kalo bicala."
"Pokoknya aku kakaknya." Sunoo mendudukkan pantat bulatnya pada kursi di sebelah tempat Yuna. Ia mengeluarkan kotak pensil baru tiga susun miliknya. "Aku juga punya kotak pensil lebih besal dali punya kamu. Belalti aku kakaknya."
"Apa sih? Bayi aneh banget deh." Yuna kembali duduk, memperhatikan Sunoo yang mulai menata beberapa buku diatas meja. "Bayi kok gak gede-gede yah? Pelutnya aja yang tambah bulat. Hihihi lucu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
PAPA HUG ME
Fanfiction"Pa, yayam hacil metalmolpocic na dinocaculuc?" Park Sunghoon harus menyesuaikan diri dengan kedatangan si kecil Sunoo yang tiba-tiba. Rumah yang biasanya hanya terisi ketenangan, menjadi ramai dengan celotehan penasaran anak berusia tiga tahun itu...
