14. TENTANG SUNOO

6K 651 92
                                        

Tolong tandai kalo ada typo ditengah perjalanan😅

Happy reading~~

🦕🦕🦕

Malam itu menjadi malam yang tidak pernah di harapkan oleh Sunghoon. Begitu pula dengan Kim Sihwa.

Gadis itu, ah sudah bukan gadis lagi ya?

Wanita itu, meringkuk membelakangi Sunghoon yang terlelap di sebelahnya. Seluruh tubuhnya gemetar, air mata tak kunjung berhenti sampai membasahi bantalnya.

Berhubungan dengan seorang yang tak dicintai, juga tak mencintainya. Hal itu sangat menyakitkan bagi Sihwa. Apalagi jika membayangkan hal buruk yang akan terjadi ke depannya.

"Berhenti menangis."

Suara bariton disebelahnya membuat tubuh Sihwa tersentak. Jantungnya semakin berpacu cepat sampai ia merasa sesak.

"Saya gak akan tertipu dengan air mata palsu itu."

Sihwa menggigit bibirnya kuat menahan isakan. Suara dingin Sunghoon sangat menakutkan untuk didengar.

"Udah saya duga, kamu dan keluargamu itu memang murahan. Sama murahannya dengan cara yang kalian pakai untuk menjebak saya tadi malam."

Tidak dapat membantah, karena Sihwa pun mengakui bahwa ia juga membenci cara keluarganya membuat Sunghoon terjebak dengan dirinya setelah diam-diam memberikan obat pada minuman mereka.

Namun saat ini, untuk mengucapkan kata maaf pun Sihwa tidak mampu. Dirinya juga terluka, harga dirinya sudah hancur berkeping-keping.

"Tidak cukup hanya dengan bekerja sama antara perusahaan, kalian merencanakan cara licik lain. Dasar manusia serakah!"

Sihwa tahu, apapun yang akan dikatakan Sunghoon tidak perlu dibalas. Karena pemuda itu sama bencinya dengan keadaan saat ini, seperti dirinya.

"Kamu gak ada bedanya sama jalang yang mengemis harta. Rela memberikan tubuhnya dengan mudah asal mendapat apa yang diinginkan."

Itu sakit sekali. Ucapan Sunghoon tepat menusuk hatinya, menghancurkan sisa kewarasan yang sedang ia coba untuk pertahankan.

"C-cukup. Berhenti."

Sunghoon tersenyum remeh seraya menatap langit-langit kamar itu. "Sebentar lagi, kamu dan keluargamu itu pasti akan datang mencari ku lagi. Dengan alasan kehamilan mu? Hahaha alur cerita yang mudah ditebak. Kalaupun kita harus menikah nanti, kamu yang akan tersiksa sendiri. Hidup dengan orang yang bahkan tidak akan menganggapmu. Aku akan buat kau tersiksa sampai rasanya lebih baik untuk mati."

"B-bberhenti. Itu t-tidak akan terj-jadi."

"Apa kamu pikir, saya ada diposisi bisa percaya ucapan yang keluar dari mulutmu itu?"

"A-aku, bakal menghilang dari hadapanmu. Apapun yang terjadi, bahkan jika hal yang tak diinginkan da-ddatang," Sihwa menggigit pipi dalamnya sampai terasa anyir dalam mulutnya. "Aku, gak akan pernah mendatangimu. M-mmaaf..."

PAPA HUG METempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang